Pergerakan Rupiah Hari Ini (6/1) Pasar Menanti Data Amerika Serikat

Kamis, 06 Januari 2022 | 04:15 WIB
Pergerakan Rupiah Hari Ini (6/1) Pasar Menanti Data Amerika Serikat
[]
Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan rupiah berpotensi stagnan. Penyebabnya, pelaku pasar menanti rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS)  dan pertemuan bank sentral AS pada akhir pekan ini.

Komisaris Utama PT HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo bilang pergerakan rupiah cenderung bertahan di level saat ini. Sebab, pelaku pasar akan mencermati terlebih dahulu pertemuan minutes rapat FOMC, rilis data pengangguran, dan laporan pembayaran upah di luar pertanian pada akhir pekan.

Baca Juga: Rupiah Lanjut Melemah, Ini Sentimen yang Membayangi Pada Hari Ini (5/1)

Data ekonomi AS yang lebih positif, bisa membawa rupiah melemah ke Rp 14.500. "Tetapi optimisme pasar yang menurun pada laporan data tersebut juga berpotensi membawa rupiah menguat ke Rp 14.275 dalam rentang di pekan ini," kata Sutopo.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpendapat, sentimen global masih akan mendominasi pergerakan rupiah. Selagi menanti data tersebut, Josua memprediksi rupiah cenderung melemah di rentang Rp 14.300-Rp 14.400.

Sementara, rentang rupiah menurut prediksi Sutopo berada di kisaran Rp 14.345-Rp 14.405. Rabu (5/1), kurs rupiah spot ditutup melemah 0,41% ke Rp 14.371.

Baca Juga: Rupiah Jisdor Lanjutkan Pelemahan ke Rp 14.365 Per Dolar AS Pada Rabu (5/1)

Bagikan

Berita Terbaru

Ancaman Terselubung di Balik Maraknya Data Center di Indonesia
| Senin, 12 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Ancaman Terselubung di Balik Maraknya Data Center di Indonesia

Ekspansi pusat data berbasis AI berisiko meningkatkan tekanan terhadap sumber air apabila tidak disertai aturan khusus dan pengawasan yang memadai

Ekonomi RI Melambat dan Kualitas Menurun, Bansos Beras & BSU Relevan Jadi Penyelamat?
| Senin, 12 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Ekonomi RI Melambat dan Kualitas Menurun, Bansos Beras & BSU Relevan Jadi Penyelamat?

Pemerintah menghadapi pelemahan momentum pertumbuhan pada saat kemampuan APBN untuk memberikan dorongan tambahan juga semakin terbatas.

PACK Serap Dana Rights Issue  Rp 2,8 Triliun
| Senin, 12 Oktober 2026 | 09:34 WIB

PACK Serap Dana Rights Issue Rp 2,8 Triliun

PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) telah merealisasikan penggunaan dana hasil rights issue Rp 2,87 triliun hingga 30 Juni 2026.​

Lonjakan Harga Batubara Memacu Prospek Emiten Alat Berat
| Senin, 12 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Lonjakan Harga Batubara Memacu Prospek Emiten Alat Berat

Tren kenaikan harga batubara global diproyeksi bakal menopang pertumbuhan bisnis emiten-emiten yang bergerak di sektor distributor alat berat.​

Dana Asing Terus Lari, Bursa Saham Semakin Sepi
| Senin, 12 Oktober 2026 | 09:21 WIB

Dana Asing Terus Lari, Bursa Saham Semakin Sepi

Investor global mengurangi eksposur ke emerging market, kompetisi alokasi dana ke bursa saham semakin ketat​.

Transisi Energi di Industri Bisa Terganjal Kapasitas PLTU Mandiri yang Masih Tinggi
| Senin, 12 Oktober 2026 | 08:48 WIB

Transisi Energi di Industri Bisa Terganjal Kapasitas PLTU Mandiri yang Masih Tinggi

Kebutuhan PLTU Mandiri masih tinggi, tantangan bagi pemerintah dan PLN untuk bisa memasok listrik yang andal ke kawasan industri​

RUU Ketransmigrasian Membuka Peluang PNPB
| Senin, 12 Oktober 2026 | 08:47 WIB

RUU Ketransmigrasian Membuka Peluang PNPB

RUU Ketransmigrasian untuk membuka peluang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari pemanfaatan lahan transmigrasi oleh perusahaan swasta.

Indonesia-Mesir Bidik Nilai Perdagangan US$ 5 Miliar
| Senin, 12 Oktober 2026 | 08:44 WIB

Indonesia-Mesir Bidik Nilai Perdagangan US$ 5 Miliar

Target perdagangan Indonesia - Mesir ini dua kali lipat dari pencapaian 2025, yang hanya tumbuh 6% per tahun.

Penjualan Mobil Sulit Tembus 1 Juta Unit
| Senin, 12 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Penjualan Mobil Sulit Tembus 1 Juta Unit

Gaikindo memproyeksikan penjualan mobil nasional tahun ini masih di bawah angka 1 juta unit, yakni sekitar 850.000 unit.

Imbas Bea Masuk 50% di AS Hingga Eropa, Margin Emiten Sektor Baja Diproyeksi Tertekan
| Senin, 12 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Imbas Bea Masuk 50% di AS Hingga Eropa, Margin Emiten Sektor Baja Diproyeksi Tertekan

Proteksionisme berupa pengenaan tarif bea masuk hingga 50% di Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Inggris mengikis daya saing emiten baja nasional.

INDEKS BERITA