Peringkat Delta Merlin Turun Lagi, Kreditur Duniatex Waspada

Kamis, 25 Juli 2019 | 05:58 WIB
Peringkat Delta Merlin Turun Lagi, Kreditur Duniatex Waspada
[]
Reporter: Anggar Septiadi | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cuma membutuhkan jeda sepekan bagi Fitch Ratings kembali memangkas peringkat PT Delta Merlin Dunia Textile (DMDT), anak usaha Duniatex Group.

Kemarin (24/7), Fitch menurunkan peringkat Delta Merlin dari B- jadi CCC- setelah pada Kamis (18/7) lalu turun dari BB- menjadi B-. Fitch juga menurunkan peringkat senior unsecured US dollar notes Delta Merlin menjadi CCC- dari B-.

Alasannya, risiko likuiditas yang meningkat, khususnya kemampuan Delta Merliln untuk melakukan amortisasi pokok dan pembayaran bunga utang pada September 2019.

S&P Ratings juga memangkas peringkat senior unsecured notes DMDT setelah pemasok yang juga anggota Duniatex, yakni PT Delta Dunia Sandang Textile (DDST) gagal membayar pokok dan bunga pinjaman dalam kredit sindikasi sebesar US$ 11 juta.

Walhasil, para kreditur Delta Merlin makin waspada. Sebab, surat utang terbit pada Maret 2019 lalu senilai US$ 300 juta itu guna membayar utang DMDT ke kreditur perbankan.

Dalam prospektus penerbitan obligasi menyebutkan, Delta Merlin akan menerima dana bersih senilai US$ 291,3 juta setelah dipotong biaya-biaya.

Delta Merlin telah mengamankan duit senilai US$ 12,9 juta guna membayar kupon pertama pada September 2019.

Hingga US$ 139,8 juta dari pendanaan bersih akan mengalir untuk membayar pinjaman dari Indonesian Eximbank, Nobu Bank, Rabobank, Panin Syariah, BRI Syariah, Bank Jateng, Bank Mandiri, Bank Muamalat, dan BPD Banten. "Sedangkan hingga US$ 150 juta akan digunakan untuk bayar sebagian utang senior secured facility," tulis Delta Merlin dalam prospektus.

Dari laporan keuangan per Desember 2018, Delta Merlin masih memiliki total utang sekitar Rp 5,39 triliun. Namun, tak seluruh beban utang tersebut akan dibayar Delta Merlin. Misalnya utang terhadap pemegang saham senilai Rp 250 miliar dan utang kepada Bank BNI Syariah senilai Rp 186,9 miliar dikesampingkan.

Fitch menjelaskan, sampai kuartal I-2019, Delta Merlin cuma mempunyai kas dan setara kas Rp 700 miliar. Nilai tersebut tak akan mencukupi kewajiban yang harus dipenuhi Delta Merlin pada September mendatang. Fitch memprediksi pada kuartal III-2019 DMDT cuma memiliki kas Rp 400 mliar hingga Rp 450 miliar.

"Kami sudah bertemu dengan Duniatex Group untuk membahas rencana selanjutnya," kata Sekretaris Perusahaan Bank Muamalat Hayunaji, Rabu (24/7). Bank Muamalat memberikan fasilitas revolving yang hingga Juni 2019 tercatat outstanding Rp 125 miliar dengan status kolektabilitas 1.

Direktur Bisnis Komersial dan SME BNI Syariah Dhias Widhiyati menegaskan,, kolektibilitas DMDT saat ini lancar dan ada jaminan aset tetap dengan rasio 192,65%. Saat ini BNI Syariah sedang mempersiapkan upaya restrukturisasi utang. 

Bagikan

Berita Terbaru

B50: Menguji Kesiapan Kapal dan Asuransi
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:47 WIB

B50: Menguji Kesiapan Kapal dan Asuransi

Perpindahan ke B50 sebaiknya tidak diperlakukan sebagai sekadar pencapaian target kalender atau seremonial semata.

Menakar Dampak Krisis Diesel Global terhadap Pasokan & Harga Solar Nasional
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Menakar Dampak Krisis Diesel Global terhadap Pasokan & Harga Solar Nasional

Krisis pasokan diesel di pasar solar global saat ini bersifat struktural, dan berpotensi bertahan hingga awal 2027. Indonesia mesti waspada

Bongkar Pasang
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Bongkar Pasang

Kalau reshuffle terjadi lebih sering daripada kita mengganti kalender, lantas hasil kerja semacam apa yang bisa diharapkan?

Masih di Bawah Tekanan, Rupiah Berpotensi Melemah Lagi
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 08:41 WIB

Masih di Bawah Tekanan, Rupiah Berpotensi Melemah Lagi

Perbaikan sejumlah indikator ekonomi domestik belum cukup kuat menahan tekanan dari penguatan dolar AS dan kenaikan yield US Treasury.

Menakar Posisi Darma Henwa (DEWA) di Aturan Baru Jasa Tambang, Peluang Atau Beban?
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Menakar Posisi Darma Henwa (DEWA) di Aturan Baru Jasa Tambang, Peluang Atau Beban?

PT Darma Henwa (DEWA) merupakan kontraktor tambang KPC dan Arutmin, dua anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI). 

Tren Melemah Terus Melanda Rupiah, Cek Prediksi Pergerakan Mata Uang Garuda Hari Ini
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Tren Melemah Terus Melanda Rupiah, Cek Prediksi Pergerakan Mata Uang Garuda Hari Ini

Pasar masih mencermati arah kebijakan The Fed. Terutama setelah data inflasi AS menunjukkan perkembangan yang lebih rendah daripada perkiraan.

Tekanan Jual Asing Masih Tinggi, Jelang Weekend, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Tekanan Jual Asing Masih Tinggi, Jelang Weekend, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Dari domestik, pelaku pasar mencermati perkembangan reshuffle kabinet. Tekanan jual investor asing juga masih menjadi perhatian.

Aksi Buyback Saham Marak Lagi, UNTR Hingga BTPS Siapkan Dana Triliunan
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:41 WIB

Aksi Buyback Saham Marak Lagi, UNTR Hingga BTPS Siapkan Dana Triliunan

Besar kecilnya pengaruh buyback sangat tergantung pada realisasinya, bukan hanya nilai maksimum anggaran yang diumumkan.

Harganya Lebih Resilien, ANTM Jadi Saham Emas Paling Diburu Investor Asing
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:28 WIB

Harganya Lebih Resilien, ANTM Jadi Saham Emas Paling Diburu Investor Asing

Meski sebulan terakhir harganya cuma naik tipis, posisi ANTM jauh lebih baik ketimbang saham emiten emas lainnya.

Tekanan IHSG Masih Kuat
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:21 WIB

Tekanan IHSG Masih Kuat

Tekanan terhadap IHSG masih cukup kuat setelah indeks sempat turun ke bawah level psikologis 6.000 pada Kamis (1/10).

INDEKS BERITA