Hanya Rp 10.000 selama 30 hari untuk berita pilihan, independen, dan inspiratif
Berita Regulasi

Perjanjian Dagang Internasional yang Disepakati Indonesia Masih Belum Optimal

Selasa, 17 November 2020 | 05:03 WIB
Perjanjian Dagang Internasional yang Disepakati Indonesia Masih Belum Optimal

ILUSTRASI. Suasana aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (15/11/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia terbilang rajin melakukan kerjasama perdagangan internasional dengan sejumlah negara. Baik itu dilakukan secara bilateral maupun secara multilateral. Namun pebisnis masih melihat ada kendala yang harus diperbaiki, terutama untuk mengoptimalkan potensi pasar ekspor.

Delapan tahun berunding, perjanjian dagang terbesar di dunia yakni Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Regional atawa Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) akhirnya rampung. Sebanyak 15 negara terlibat dalam perdagangan bebas regional tersebut. Antara lain 10 negara anggota ASEAN plus lima negara mitra yakni China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

Ini Artikel Spesial
Hanya dengan berlangganan Rp 10.000 selama 30 hari Anda dapat membaca berita pilihan, independen, dan inspiratif ini.
Login
ATAU
Reporter: Abdul Basith Bardan
Editor: Yuwono triatmojo

Baca juga