Berita

Permintaan Lesu Akibat Perang Dagang, Harga Timah Makin Lemah

Rabu, 21 Agustus 2019 | 07:31 WIB

ILUSTRASI. Bongkar Muat Timah

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga timah global terus tertekan. Fundamental komoditas logam industri ini juga memburuk akibat tekanan perang dagang, yang berujung pada perlambatan ekonomi global.

Senin (19/8), harga timah kontrak tiga bulanan di London Metal Exchange (LME) turun 0,60% ke US$ 16.475 per metrik ton. Bila dihitung dalam sepekan, harga timah telah terkoreksi 2,08%

Tak hanya itu, sejak 2 Agustus lalu harga timah telah bergulir di bawah US$ 17.000 per metrik ton. Terakhir kali fenomena ini muncul adalah di Juni 2016 silam.

Baca Juga: Meski Kinerja Tertekan Harga Batubara, Valuasi Saham PTBA Masih MenarikĀ 

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, penurunan harga timah ini merupakan akumulasi dari dampak perlambatan ekonomi global akibat perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China. Seperti diketahui, hingga kini perang dagang antara AS dan China tak kunjung menemui titik terang.

Perang dagang juga memukul perekonomian kedua negara tersebut, terutama China. Alhasil, permintaan timah dari Negeri Panda tersebut berkurang drastis semenjak perang dagang berkecamuk. Padahal China merupakan konsumen dan pengimpor timah terbesar, ujar Ibrahim, kemarin.

Permintaan timah dari kawasan Eropa juga berkurang. Hal ini terjadi karena perlambatan ekonomi mulai merambat ke Benua Biru.

Baca Juga: Antam perkenalkan proses kerja pertambangan ke siswa sekolah

Inggris misalnya. Kendati pekan lalu data penjualan ritel Inggris periode Juli tumbuh 0,2%, realisasi ini belum bisa memberi indikasi kuat negara tersebut aman dari ancaman perlambatan ekonomi.

Terlebih lagi, Negeri Ratu Elisabeth tersebut masih berurusan dengan Brexit. Kalau ekonomi Inggris bermasalah, harga timah juga kena dampaknya. Sebab, pasar acuan timah global ada di Inggris, ungkap Ibrahim.

Selanjutnya
Halaman   1 2
Reporter: Dimas Andi
Editor: Narita Indrastiti

IHSG
6.334,84
0.12%
-7,33
LQ45
992,25
0.04%
-0,37
USD/IDR
13.950
-0,73
EMAS
753.000
0,13%

Baca juga