Permintaan Membludak, Harga Batubara Tembus US$ 182 per Ton

Kamis, 16 September 2021 | 05:15 WIB
Permintaan Membludak, Harga Batubara Tembus US$ 182 per Ton
[]
Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Permintaan batubara semakin tinggi setelah China pulih dari banjir dan aktivitas ekonomi India mulai kembali dibuka. Namun, di saat yang sama, pasokan batubara menurun sehingga mengerek harga batubara. 

Mengutip Bloomberg, Rabu (15/9), harga batubara kontrak pengiriman Oktober di Ice Newcastle kembali naik 1,51% ke US$ 182 per ton. Ini adalah rekor tertinggi harga batubara sepanjang sejarah. 

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan kontribusi permintaan batubara dari China yang sudah melewati bencana banjir membuat harga batubara terus meningkat. Permintaan batubara dari India juga tingg,i setelah China tersebut kembali membuka aktivitas ekonominya. 

"Industri yang bergerak di bidang baja dari China, India, serta Eropa membutuhkan pasokan batubara banyak, tetapi pasokan terganggu," jelas Ibrahim, Rabu (15/9). Secara bersamaan di tengah permintaan yang tinggi, pasokan batubara menurun. Sebab produksi batubara dari pertambangan Amerika Serikat (AS) terhenti akibat badai. 

Baca Juga: Ekspor Agustus 2021 mencapai US$ 21,42 miliar, tertinggi sepanjang masa

Selain itu, produksi batubara dari Australia juga terhambat karena masih menerapkan lockdown. Begitu pun dengan Rusia, Ukraina dan Afrika, juga mengalami lockdown sehingga produksi batubara menurun. "Permintaan tinggi tetapi barang tidak ada, ini mengakibatkan harga batubara naik. Apalagi ada wacana stimulus infrastruktur AS makin berpotensi mengangkat harga," kata Ibrahim. 

Tren kenaikan batubara ini, menurut Ibrahim, akan berlanjut hingga akhir September. Sementara, mulai Oktober hingga akhir tahun, harga batubara berpotensi menurun karena faktor teknikal. 

Sentimen negatif juga datang dari pemulihan produksi batubara yang membuat pasokan berlebih, dimulai dari produksi batubara dari China yang kembali normal.

Ibrahim memproyeksikan harga batubara di akhir tahun di US$ 140 per ton. Meski harga berpotensi turun, pertumbuhan harga batubara di sepanjang tahun ini akan tetap tinggi. Sementara di 2022 harga akan kembali naik.

Baca Juga: Harga batubara panas, dua saham ini masuk top pick Ciptadana Sekuritas

Bagikan

Berita Terbaru

Menengok Kekayaan Konglomerat yang Jadi Jangkar Penggerak IHSG
| Rabu, 07 Januari 2026 | 17:22 WIB

Menengok Kekayaan Konglomerat yang Jadi Jangkar Penggerak IHSG

Pasar merespons positif aksi korporasi dan perbaikan kinerja, mencerminkan konsep conglomerate stocks dengan valuasi premium atas sinergi bisnis.

Saatnya Meminimalkan Kasus-Kasus Investasi Mukidi
| Rabu, 07 Januari 2026 | 12:28 WIB

Saatnya Meminimalkan Kasus-Kasus Investasi Mukidi

Faktor lain yang menyebabkan masyarakat kita mudah tergiur investasi ala Mukidi adalah kondisi ekonomi yang buruk dan ingin kaya secara cepat.

PPN DTP Diperpanjang dan Bunga KPR Turun, Properti di 2026 Masih Punya Ruang Tumbuh
| Rabu, 07 Januari 2026 | 10:20 WIB

PPN DTP Diperpanjang dan Bunga KPR Turun, Properti di 2026 Masih Punya Ruang Tumbuh

Insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) properti resmi diperpanjang hingga akhir 2026.

Emiten Menara Diproyeksikan Tumbuh di 2026, Pilih Koleksi MTEL, TOWR atau TBIG?
| Rabu, 07 Januari 2026 | 10:02 WIB

Emiten Menara Diproyeksikan Tumbuh di 2026, Pilih Koleksi MTEL, TOWR atau TBIG?

Potensi pemulihan ARPU diprediksi menjadi bahan bakar baru bagi emiten menara telekomunikasi di tahun 2026.

Target Lelang Awal Tahun Rp 220 Triliun
| Rabu, 07 Januari 2026 | 09:03 WIB

Target Lelang Awal Tahun Rp 220 Triliun

Belum diketahui target pembiayaan utang 2026, mengingat UU APBN 2026 yang disepakati tak kunjung dipublikasikan pemerintah kepada publik

Konsumsi Terangkat, Tapi Ada Sinyal Tahan Belanja
| Rabu, 07 Januari 2026 | 08:54 WIB

Konsumsi Terangkat, Tapi Ada Sinyal Tahan Belanja

Masyarakat belanja di akhir tahun, terutama pada sektor rekreasi dan barang konsumsi                

Saham WIIM Terbang 135,71 Persen Sepanjang 2025, Begini Prospek Wismilak di 2026
| Rabu, 07 Januari 2026 | 08:50 WIB

Saham WIIM Terbang 135,71 Persen Sepanjang 2025, Begini Prospek Wismilak di 2026

Performa saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) di sepanjang 2025 didorong kinerja kuat dan kebijakan cukai.

Goldman Sachs hingga Invesco Pasang Posisi di ANTM, Sinyal Harga Bisa Tembus 4.000?
| Rabu, 07 Januari 2026 | 08:31 WIB

Goldman Sachs hingga Invesco Pasang Posisi di ANTM, Sinyal Harga Bisa Tembus 4.000?

Investor asing institusi rajin memborong saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)di tengah gejolak geopolitik.

Terbang 34 Persen di Awal Tahun 2026, Kemana Arah Saham MINA Selanjutnya?
| Rabu, 07 Januari 2026 | 07:48 WIB

Terbang 34 Persen di Awal Tahun 2026, Kemana Arah Saham MINA Selanjutnya?

Secara teknikal saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) masih berpeluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek.​

Dikabarkan Bakal Dicaplok Emiten BEI Senilai Rp 2 Triliun, Ini Konfirmasi Dirut NELY
| Rabu, 07 Januari 2026 | 07:28 WIB

Dikabarkan Bakal Dicaplok Emiten BEI Senilai Rp 2 Triliun, Ini Konfirmasi Dirut NELY

Rumor soal akuisisi PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY) bikin harga saham perusahaan jasa angkutan laut ini melejit. 

INDEKS BERITA

Terpopuler