Berita

Permintaan Rumah Toko untuk Bisnis Masih Tinggi

Sabtu, 31 Agustus 2019 | 06:00 WIB

ILUSTRASI. Pembangunan properti komersial

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar rumah toko (ruko) punya prospek untuk tumbuh. Karakter ruko yang cenderung fleksibel itu dinilai akan selalu berkembang mengikuti kebutuhan pasar. Sebab, ruko dapat difungsikan tidak hanya untuk berjualan.

Sekarang, ruko juga bisa dipakai untuk sektor profesi, seperti klinik gigi, arsitek, akuntan hingga coworking space. "Ruko efisiensi luas lantainya maksimal, utilitasnya sederhana, hanya butuh air bersih, listrik, dan limbah," kata Jehansyah Siregar, Pakar dan Pengajar kelompok Keahlian Perumahan dan Permukiman Intitute Teknologi Bandung, Jumat (30/8).

Selain itu, membangun ruko tidak memerlukan modal besar. Setidaknya satu meter persegi ruko membutuhkan dana sekitar Rp 7 juta saja. Padahal ruko yang paling diminati oleh pasar saat ini berukuran lebar 4 meter dan panjang 15 meter atau seluas kurang lebih 60 meter persegi saja. "Kalau cepat tidak untung yang kembali, tergantung kawasannya ramai tidak," ungkapnya lagi.

Adapun, kawasan yang biasa diincar untuk pembangunan ruko, kata Jehansyah adalah kawasan yang ramai di pinggiran kota, kota kecil maupun sedang. Ia memproyeksikan ruko di daerah yang belum memiliki pusat perbelanjaan masih akan berkembang pesat.

Tidak jauh berbeda, Head of Research and Consultancy Saville Indonesia, Anton Sitorus bilang, bisnis ruko memiliki prospek ke depannya karena permintaan pasar masih besar. "Ruko tidak sebagai toko saja, bisa juga sebagai rumah," terangnya ke KONTAN. Selain itu, ruko banyak digunakan sebagai investasi karena harganya yang terus meningkat, sehingga permintaan pasarpun juga akan bertumbuh.
 
Cepat habis

Berkenaan dengan itu, di semester pertama tahun 2019 ini, Century 21 Mediterania Group memperkirakan ada pertumbuhan permintaan ruko sebesar 10% sampai 15% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Member Broker Century 21 Mediterania Group, Yustinus Ho bilang, kenaikan permintaan ruko bahkan melampaui permintaan di residensial. Komersial, termasuk ruko di tahun ini sangat positif, katanya ke KONTAN.

Penggunaan ruko sebagai mini-office juga dinilai meningkat seiring dengan semakin banyaknya perusahaan start-up. Hal itu juga turut mendorong para pengembang kian menyediakan ruko dengan spesifikasi ekstra yang cukup besar. Belum lagi untuk co-working space, itu banyak permintaan juga, tambah Yustinus.

Managing Director PT Ciputra Development Tbk (CTRA), Harun Hajadi mengakui penjualan ruko selalu cepat habis walaupun persediannya tidak sebanyak untuk residensial. Biasanya, di sebuah area residensial ada peruntukan ruko. Misalnya 20 unit langsung dijual dan habis.

Tapi di Ciputra, porsi ruko sangat kecil. Bila melihat laporan keuangan CTRA per Semester I 2019, pendapatan CTRA didominasi oleh rumah hunian.

Semarak ruko tematik

Adapun, konsep pemakaian ruko terus berkembang. Salah satunya ruko bergaya tematik. Gaya tersebut mengakomodasi kebutuhan usaha di bidang food & beverage, lifestyle, dan lain-lain.

Salah satu contohnya adalah proyek Maggiore Square yang dikembangkan oleh Paramount Land.

Menanggapi hal tersebut, Pakar dan Pengajar kelompok Keahlian Perumahan dan Permukiman Institut Teknologi Bandung (ITB), Jehansyah Siregar menyatakan, ruko mewah semacam itu memang memiliki potensi untuk terus berkembang ke depannya.

Sebab, ruko terkonsep itu memiliki desain yang lebih menarik dan memungkinkan kebutuhan berbelanja konsumen terpenuhi di suatu lokasi. "Tetapi tetap tergantung pangsa pasarnya. Kalau untuk toko material, kelontong, tidak perlu mewah," jelasnya.

Yang pasti, konsep ruko tematik itu dibuat berdasarkan perkembangan zaman. Saat ini di zaman milenial, anak muda lebih memilih untuk melirik konsep ruko yang dinilai kekinian.

Reporter: Harry Muthahhari, Kenia Intan
Editor: Yuwono triatmojo

IHSG
6.219,44
1.82%
-115,41
LQ45
983,25
0.91%
-9,00
USD/IDR
14.020
0,50
EMAS
753.000
0,00%

Baca juga