Pertumbuhan 5,61%

Jumat, 15 Mei 2026 | 06:10 WIB
Pertumbuhan 5,61%
[ILUSTRASI. Wahyu Tri Rahmawati (KONTAN/Steve GA)]
Wahyu Tri Rahmawati | Senior Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menurut data resmi, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal pertama 2026 mencapai 5,61%. Menteri keuangan bahkan menyatakan bahwa Indonesia telah lepas dari kutukan pertumbuhan 5%. 

Namun, pasar keuangan tidak menyambut data positif ini dengan gegap gempita. Menurut data Bursa Efek Indonesia hingga 12 Mei 2026, indeks saham Indonesia mencatat kinerja terburuk di Asia Tenggara, Asia Pasifik, dan secara global.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 22,25% sejak awal tahun. India yang memiliki indeks saham terburuk kedua setelah Indonesia, cuma mencatat penurunan 12,45%, sangat jauh dari penurunan IHSG.

Tak cuma pasar saham, instrumen surat berharga negara (SBN) pun mencatat kinerja yang buruk. Yield SBN terus naik, menunjukkan bahwa investor perlu imbal hasil yang tinggi karena menganggap risiko instrumen ini meningkat. 

Menurut data Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), imbal hasil surat utang negara jangka menengah hingga panjang hampir 7%. Kenapa tidak tembus angka ini? 

Karena ada intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI). Kepemilikan BI pada SBN menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada April-Mei ini. 

Dengan pembelian SBN di pasar sekunder, harga tidak akan turun terlalu tajam. Harga yang mentok di level tertentu akan menahan imbal hasil dari kenaikan yang jauh lebih tinggi. Ini juga terlihat pada kurva yield tenor 15 tahun ke atas yang cenderung horizontal. 

Efek stabilisasi, porsi kepemilikan BI mencapai lebih dari 26% dari total SBN yang dapat diperdagangkan. BI kini menjadi pemegang terbesar SBN, jauh lebih tinggi ketimbang porsi bank sebesar 18% atau asing yang kini hanya kurang dari 13% dari total SBN yang dapat diperdagangkan.

Bahkan, pemerintah pun mengungkapkan niat untuk membentuk Bond Stabilization Fun (BSF) untuk stabilisasi pasar. Jika terbentuk, BSF ini menjadi seperti buyback SBN oleh pemerintah. Padahal, pemerintah sedang kembang kempis agar defisit fiskal tetap aman.

Efek lain pertumbuhan ekonomi tinggi pada kuartal pertama 2026, nilai tukar rupiah justru tumbang. Kurs rupiah terus mencatat rekor terburuk baru sejak Maret hingga Mei ini. Rupiah mencatat kinerja terburuk kedua setelah rupee India.

Di sektor riil, coba tanya tetangga Anda apakah pertumbuhan ekonomi tinggi ini mereka rasakan.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Emas Bikin Bank Syariah Makin Cuan
| Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:23 WIB

Emas Bikin Bank Syariah Makin Cuan

​Di tengah fluktuasi harga, permintaan emas di bank syariah justru melonjak dan jadi motor pertumbuhan bisnis.

Efek MSCI, Saham Bank Masih Berpotensi Tertekan Jangka Pendek
| Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:19 WIB

Efek MSCI, Saham Bank Masih Berpotensi Tertekan Jangka Pendek

​Saham bank jumbo tertekan meski tak tersingkir dari MSCI, terseret arus keluar asing dan sentimen rupiah.

Strategi Investasi Alvin Pattisahusiwa: Adaptif dan Tenang Hadapi Krisis
| Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:14 WIB

Strategi Investasi Alvin Pattisahusiwa: Adaptif dan Tenang Hadapi Krisis

Krisis moneter hingga pandemi bukan halangan. Alvin Pattisahusiwa berbagi cara adaptasi dan jaga dana. Simak tipsnya

Berawal dari Kecintaan pada UKM
| Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:00 WIB

Berawal dari Kecintaan pada UKM

Perjalanan Sonny Christian Joseph sebagai bankir yang menjelajahi segmen UKM hingga digital         

Siapkan Ekspansi, NTBK Galang Pendanaan Modal Rp 500 Miliar
| Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:50 WIB

Siapkan Ekspansi, NTBK Galang Pendanaan Modal Rp 500 Miliar

NTBK putuskan ekspansi di tengah tekanan rupiah mengincar pasar truk listrik dan ekspor komoditas. Cek rencana bisnisnya

Karier Alvin Pattisahusiwa, dari By Accident & Survival Mode, Kelola Triliunan Rupiah
| Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:49 WIB

Karier Alvin Pattisahusiwa, dari By Accident & Survival Mode, Kelola Triliunan Rupiah

Krisis moneter 1998 memaksa banyak orang mundur, tapi Alvin Pattisahusiwa bertahan. Pelajari strategi bertahan dan bangkitnya.

PNBP Bakal Tertekan Penundaan Royalti
| Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:42 WIB

PNBP Bakal Tertekan Penundaan Royalti

Potensi tambahan penerimaan negara dari kebijakan royalti mencapai Rp 200 triliun                   

Persepsi Risko Meningkat, Kepercayaan Ambruk, Rupiah Terus Mencetak Rekor Terburuk
| Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:42 WIB

Persepsi Risko Meningkat, Kepercayaan Ambruk, Rupiah Terus Mencetak Rekor Terburuk

Rupiah tembus Rp 17.597 per dolar AS. Imbal hasil dolar menggiurkan, waspadai risiko kerugian aset domestik Anda sekarang.

Ongkos Jaga Rupiah Kian Berat
| Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:26 WIB

Ongkos Jaga Rupiah Kian Berat

Ekonom menilai faktor yang menekan nilai tukar rupiah semakin kompleks                              

Beban Berlapis Industri
| Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:00 WIB

Beban Berlapis Industri

Pelemahan rupiah yang tengah terjadi menggambarkan rapuhnya struktur industri nasional yang ketergantungan bahan baku impor.

INDEKS BERITA