Perusahaan Investasi Regional Meminati Saham Mayoritas Pemilik The Harvest

Selasa, 01 November 2022 | 17:51 WIB
Perusahaan Investasi Regional Meminati Saham Mayoritas Pemilik The Harvest
[ILUSTRASI. Rainbow Cake produksi The Harvest Foto:Dok. The Harvest]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Affirma Capital dan Bain Capital termasuk di antara perusahaan buyout kelas regional yang menawar kepemilikan saham Falcon House Partners di Mount Scopus, demikian penuturan dua sumber Reuters. Mount Scopus merupakan perusahaan yang memiliki jejaring gerai roti gaya Eropa terbesar di Indonesia, The Harvest. 

Proses penjualan saham pengendali Mount Scopus telah memasuki putaran kedua. Nilai penawaran yang diajukan para peminat berkisar dari US$ 200 juta hingga US$ 250 juta, kata sumber yang menolak disebutkan namanya karena masalah ini masih bersifat rahasia.

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.

Berlangganan dengan Google

Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.

Kontan Digital Premium Access

Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari

Rp 120.000
Business Insight

Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan

-
Bagikan

Berita Terbaru

Kehadiran Iphone 17 Bisa Mendorong Penjualan Erajaya (ERAA)
| Senin, 01 September 2025 | 04:20 WIB

Kehadiran Iphone 17 Bisa Mendorong Penjualan Erajaya (ERAA)

Peluncuran iPhone 17 menjadi sentimen positif bagi distributor resmi seperti PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Layar Bioskop Cinema XXI (CNMA) Terus Membentang
| Senin, 01 September 2025 | 04:20 WIB

Layar Bioskop Cinema XXI (CNMA) Terus Membentang

Hingga 31 Juli 2025 Cinema XXI telah menghadirkan 1.369 layar di 261 lokasi bioskop yang tersebar di 67 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Tekan Kredit Macet, Laba Eximbank Naik Dua Digit
| Senin, 01 September 2025 | 04:15 WIB

Tekan Kredit Macet, Laba Eximbank Naik Dua Digit

Indonesia Eximbank mencatatkan laba bersih Rp 101 miliar sepanjang semester I-2025, meningkat 13% dibanding periode yang sama di tahun lalu.

IHSG Rawan Tertekan, Sebaiknya Tunggu Situasi Lebih Kondusif
| Senin, 01 September 2025 | 04:05 WIB

IHSG Rawan Tertekan, Sebaiknya Tunggu Situasi Lebih Kondusif

Pergerakan IHSG akan sangat bergantung pada nilai tukar rupiah dan stabilitas politik dalam negeri. 

Alfamart (AMRT) Akan Membuka 500 Gerai di Semester Kedua
| Senin, 01 September 2025 | 04:00 WIB

Alfamart (AMRT) Akan Membuka 500 Gerai di Semester Kedua

Pengelola jaringan ritel Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mengejar target ekspansi gerai baru.

Penerbitan Obligasi Korporasi Ramai di Semester Kedua, Imbal Hasil Masih Menarik
| Senin, 01 September 2025 | 02:03 WIB

Penerbitan Obligasi Korporasi Ramai di Semester Kedua, Imbal Hasil Masih Menarik

Kebutuhan refinancing diperkirakan masih tinggi, dengan jatuh tempo surat utang korporasi tahun 2025 Rp 161,22 triliun. 

 Berkah dari Minyak Jelantah yang Masih Menjanjikan
| Minggu, 31 Agustus 2025 | 10:00 WIB

Berkah dari Minyak Jelantah yang Masih Menjanjikan

Minyak goreng bekas pakai atau jelantah bisa jadi cuan menggiurkan.                                       

Infrastruktur Jadi Andalan Baru Kawasan Industri Jababeka (KIJA)
| Minggu, 31 Agustus 2025 | 09:36 WIB

Infrastruktur Jadi Andalan Baru Kawasan Industri Jababeka (KIJA)

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) bersiap mendorong recurring income dari pilar bisnis infrastruktur

PHK Masih Mengancam, Cek Keuangan biar Aman
| Minggu, 31 Agustus 2025 | 09:10 WIB

PHK Masih Mengancam, Cek Keuangan biar Aman

Di tengah ancaman PHK, wajib melakukan persiapan finansial biar tetap bisa bertahan.                

Masyarakat Butuh Uang, Penawaran Rumah Seken di Jabodetabek Meningkat, Harga Stabil
| Minggu, 31 Agustus 2025 | 09:09 WIB

Masyarakat Butuh Uang, Penawaran Rumah Seken di Jabodetabek Meningkat, Harga Stabil

Meningkatnya penawaran rumah seken juga bisa disebabkan oleh faktor kondisi ekonomi di Indonesia yang sedang kurang baik.

INDEKS BERITA

Terpopuler