Pidato Trump Ampuh Giring Harga Emas Hari Ini Menjauh dari Level Terendah

Rabu, 13 November 2019 | 16:06 WIB
Pidato Trump Ampuh Giring Harga Emas Hari Ini Menjauh dari Level Terendah
[ILUSTRASI. Pramuniaga menunjukkan emas batangan untuk investasi di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Selasa (16/4/2019).]
Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Harga emas hari ini naik, menjauh dari level terendah, setelah pidato Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memupus harapan untuk sebuah tanda positif bagi kesepakatan perdagangan dengan China.

Mengacu Bloomberg pukul 16.00 WIB, harga emas hari ini di pasar spot naik 0,32% menjadi US$ 1.461,02 per ons troi, setelah kemarin sempat menembus level terendah pada 5 Agustus lalu di posisi US$ 1.455,80 per ons troi.

Bursa saham Asia dan Wall Street jatuh seiring kekhawatiran yang meningkat atas pembicaraan perdagangan AS-China macet dan kerusuhan politik di Hong Kong meluas, yang mengurangi permintaan untuk aset berisiko.

Baca Juga: Harga emas Antam naik, ini profit Anda kalau beli persis setahun lalu

Perunding AS dan China sudah "dekat" dengan kesepakatan perdagangan fase satu, Trump mengatakan dalam pidato di acara Economic Club of New York, Selasa (12/11), tetapi tidak memberikan perincian baru tentang negosiasi itu.

"Tren harga turun (dalam emas) telah berhenti. Presiden Trump di satu sisi menyatakan, kesepakatan itu sudah dekat, dan di sisi lain mengatakan, ia akan menaikkan tarif jika kesepakatan tidak tercapai," kata Michael McCarthy, Chief Market Strategist CMC Markets.

"Ini tidak membantu situasi perdagangan tetapi mendukung emas," imbuh McCarthy kepada Reuters.

Baca Juga: Siang ini, harga emas masih naik 0,18% di angka US$ 1.458,94 per ons troi

Emas, yang dianggap sebagai aset aman selama ketidakpastian ekonomi dan politik, sudah naik sekitar 14% tahun ini, di tengah kekhawatiran perang dagang AS-China dan pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral.

"Selama hal-hal (kesepakatan perdagangan) tidak dicap dan disegel, ketidakpastian akan berlaku di pasar dan emas akan mendapatkan dukungan," ujar Ajay Kedia, Direktur Kedia Advisory yang berbasis di Mumbai, India, kepada Reuters.

Kerusuhan politik di Hong Kong juga memberikan dukungan untuk emas, yang hari ini polisi bentrok dengan demonstran pro-demokrasi yang menggelar aksi di beberapa kampus di pusat keuangan Asia tersebut.

"Pertumbuhan ekonomi yang melambat, risiko geopolitik yang meningkat, dan siklus suku bunga yang menurun tetap menjadi kenyataan," sebut ANZ Bank dalam sebuah catatan. "Dan, latar belakang seperti itu tentu mendukung permintaan investasi emas hingga 2020".

Selain itu, investor sedang menunggu pidato Gubernur Federal Reserve (The Fed), Rabu (13/11), yang akan memberikan pernyataan soal prospek ekonomi sebelum acara Joint Economic Committee.

Bagikan

Berita Terbaru

Menakar Nasib Investasi BUMN di Saham Emiten Pailit yang Bakal Delisting
| Kamis, 16 April 2026 | 17:42 WIB

Menakar Nasib Investasi BUMN di Saham Emiten Pailit yang Bakal Delisting

Dari sisi laporan keuangan, akan ada impairement yang signifikan karena perusahaan harus melakukan write-off atas nilai investasinya.

Kuota RKAB Disunat Pemerintah, INCO Kebut Revisi Demi Amankan Pasokan Smelter
| Kamis, 16 April 2026 | 09:46 WIB

Kuota RKAB Disunat Pemerintah, INCO Kebut Revisi Demi Amankan Pasokan Smelter

Kendati dibayangi pemangkasan kuota, para analis masih memandang positif prospek kinerja keuangan dan saham INCO.

Harga Timah Global Melesat, TINS Kebut Produksi dan Siap Eksekusi Proyek Tanah Jarang
| Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB

Harga Timah Global Melesat, TINS Kebut Produksi dan Siap Eksekusi Proyek Tanah Jarang

TINS akan menyuplai bahan baku mineral tanah jarang dari Sisa Hasil Produksi timah ke fasilitas produksi bersama Perminas. 

Bidik Dana Rp 159,9 Miliar, Royaltama Mulia Kontraktorindo (RMKO) Gelar Rights Issue
| Kamis, 16 April 2026 | 08:57 WIB

Bidik Dana Rp 159,9 Miliar, Royaltama Mulia Kontraktorindo (RMKO) Gelar Rights Issue

Saham baru ini dipatok dengan harga Rp 350 per saham. Dus, dari rights issue, RMKO berpotensi meraup dana segar maksimal Rp 159,9 miliar.​

Berkah Blokade Hormuz, ADMR Siap Panen Cuan dari Smelter Aluminium Baru di Kaltara
| Kamis, 16 April 2026 | 08:55 WIB

Berkah Blokade Hormuz, ADMR Siap Panen Cuan dari Smelter Aluminium Baru di Kaltara

Letak geografis yang relatif aman dari zona konflik membuat ADMR dalam kondisi yang pas untuk menyuplai pasar Asia Timur.

Kinerja 2025 Masih Kuat, Laba Metrodata Electronics (MTDL) Pada 2026 Bisa Melesat
| Kamis, 16 April 2026 | 08:50 WIB

Kinerja 2025 Masih Kuat, Laba Metrodata Electronics (MTDL) Pada 2026 Bisa Melesat

Prospek PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) pada 2026 diproyeksi masih cerah. Ini berkaca pada pertumbuhan kinerja MTDL pada 2025.

Rupiah Melemah, Laba Mayora Indah (MYOR) Bisa Tak Bergairah
| Kamis, 16 April 2026 | 08:41 WIB

Rupiah Melemah, Laba Mayora Indah (MYOR) Bisa Tak Bergairah

Pelemahan rupiah dalam jangka menengah bisa menekan margin emiten konsumer, termasuk PT Mayora Indah Tbk (MYOR). ​

Adaro Andalan (AADI) Divestasi Aset Batubara di Australia Senilai US$ 1,85 Miliar
| Kamis, 16 April 2026 | 08:32 WIB

Adaro Andalan (AADI) Divestasi Aset Batubara di Australia Senilai US$ 1,85 Miliar

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) berencana menjual seluruh saham tambang batubara Kestrel Coal Group Pyt Ltd di Australia.

Modal Asing Bikin Utang Luar Negeri Naik
| Kamis, 16 April 2026 | 08:11 WIB

Modal Asing Bikin Utang Luar Negeri Naik

Posisi utang luar negeri Indonesia melonjak pada Februari 2026. Kenaikan drastis ini didorong bank sentral.    

Sentimen Makro dan Profit Taking Pengaruhi Pergerakan IHSG
| Kamis, 16 April 2026 | 08:07 WIB

Sentimen Makro dan Profit Taking Pengaruhi Pergerakan IHSG

Analisis teknikal IHSG tunjukkan death cross namun MACD positif. IHSG diprediksi konsolidasi di rentang 7.500-7.700

INDEKS BERITA

Terpopuler