PLN Kebut Biomassa, Co-Firing PLTU Masif
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya mengurangi ketergantungan pada batubara di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) terus dipercepat. Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah adalah memperluas penerapan teknologi co-firing melalui pencampuran biomassa dengan batubara. Strategi ini dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong transisi energi tanpa harus menghentikan operasional PLTU secara bertahap.
Sebagai bagian dari strategi transisi energi PLN Group, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) hingga Juni 2026 telah menerapkan biomassa pada 52
PLTU dengan realisasi penggunaan mencapai 932.906 ton. Seiring meningkatnya kualitas biomassa, nilai kalor rata-rata yang dimanfaatkan juga naik menjadi 3.263 kkal per kilogram. Biomassa tersebut berasal dari 16 jenis bahan baku yang memanfaatkan limbah pertanian dan kehutanan.
Baca Juga: Pemerintah Akui Pasokan Batubara PLTU Tak Aman
