Pom-Pom Level Dewa

Jumat, 02 Januari 2026 | 06:12 WIB
Pom-Pom Level Dewa
[ILUSTRASI. Tedy Gumilar (KONTAN/Indra Surya)]
Tedy Gumilar | Senior Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2025 resmi ditutup pada Selasa (30/12) dengan catatan  manis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertengger di level 8.646,94, melejit 22,13% sepanjang tahun lalu. Tak cuma itu, indeks saham 24 kali menembus rekor tertinggi baru. 

Namun pencapaian IHSG itu menyisakan peringatan serius soal kredibilitas narasi pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan keyakinan tinggi menyebut IHSG di 2025 bisa menyentuh 9.000. Meskipun targetnya meleset -353,06 poin, Purbaya kembali memasang tebak-tebakan: IHSG bisa di atas 10.000 pada 2026.

Pernyataan Purbaya sesungguhnya sebuah oase yang sesaat terasa menyenangkan ketika banyak pejabat lain malah melontarkan ucapan dan sikap yang bikin muak publik. Optimisme bisa saja menjadi amunisi. Namun, jika tidak berpijak pada landasan riil yang kuat dan mengabaikan dinamika ekonomi domestik dan global yang lebih kompleks, ia berubah menjadi spekulasi yang berbahaya.

Optimisme penting sebagai penyemangat. Tapi downside risk perlu disampaikan secara terbuka agar publik, dalam hal ini investor, juga tetap waspada. Keduanya harus berjalan seimbang dan beriringan.

Perlu disadari, ketika seorang pejabat publik melontarkan angka spesifik ke publik, angka tersebut bukan lagi sekadar motivasi, melainkan pegangan bagi para investor. Levelnya lebih tinggi  dari seorang influencer yang koar-koar saham ABCD bisa ke Rp 10.000 ketika harganya masih di Rp 6.000an. Ketika meleset efek yang muncul adalah erosi kepercayaan. 8,59 juta investor saham tak butuh prank dengan narasi yang terlalu manis.

Lebih dari itu, menebar omon-omon soal angka target indeks saham sejatinya bukanlah tugas seorang menteri keuangan. Pekerjaan pemerintah adalah menjaga fundamental ekonomi dan memastikan rodanya bisa berputar lebih baik, bukan malah ikut-ikutan menjadi pemandu sorak di bursa.

Tak perlu ikut menebak-nebak karena pasar modal sudah memiliki mekanisme pembentukan harga sendiri. Seperti halnya prinsip yang dianut investor bahwa harga saham akan bergerak mengikuti fundamentalnya, begitu pula dengan IHSG. Jika fundamental ekonomi Indonesia memang dinilai baik, prospeknya diprediksi cerah, dan kepercayaan terhadap pemerintah tinggi, tak perlu di pom-pom dengan narasi 9.000, 10.000 atau 32.000. Ia akan bergerak sendiri bahkan bisa melampaui.

Selanjutnya: PT United Tractors (UNTR) Hadapi Tantangan: Laba Turun, Banjir Ganggu Operasi

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Hari Perdana Perdagangan di Bursa Saham Indonesia, Simak Proyeksi IHSG Hari Ini
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:42 WIB

Hari Perdana Perdagangan di Bursa Saham Indonesia, Simak Proyeksi IHSG Hari Ini

Pelaku pasar masih mencermati berbagai sentimen global dan domestik yang berpotensi mempengaruhi arah IHSG ke depan.

Bisnis Kredit Investasi Bank Masih Cukup Seksi
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:38 WIB

Bisnis Kredit Investasi Bank Masih Cukup Seksi

Permintaan kredit untuk jangka panjang memberi sinyal masih ada ruang pertumbuhan.                        

Emiten Prajogo Pangestu Menuntaskan Akuisisi SPBU ESSO di Singapura
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:35 WIB

Emiten Prajogo Pangestu Menuntaskan Akuisisi SPBU ESSO di Singapura

Perusahaan akan terus mengejar peluang pertumbuhan yang sejalan dengan tujuan bisnis jangka panjang.

Penumpang Angkutan Nataru Tembus 14,95 Juta
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:21 WIB

Penumpang Angkutan Nataru Tembus 14,95 Juta

Sejak H-7 (18 Desember) hingga H+5 Natal (30 Desember), total pergerakan penumpang mencapai 14.951.649 orang.

Saat Dompet Menipis Pasca Liburan, Saatnya Meraih Cuan dari Emiten Pembagi Dividen
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:20 WIB

Saat Dompet Menipis Pasca Liburan, Saatnya Meraih Cuan dari Emiten Pembagi Dividen

Saham emiten berkapitalisasi besar atau blue chip cenderung menawarkan yield dividen rendah sekitar 2% bahkan di bawah level tersebut. ​

Haji Khusus Terancam Gagal Berangkat
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:17 WIB

Haji Khusus Terancam Gagal Berangkat

Kuota haji khusus 2026 ditetapkan sebanyak 17.680 jemaah. Dari jumlah itu, 16.396 merupakan jemaah berdasarkan urut nomor porsi

Penyaluran FLPP Menembus Rp 34,64 Triliun di 2025
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:14 WIB

Penyaluran FLPP Menembus Rp 34,64 Triliun di 2025

Pekerja swasta masih mendominasi penyerapan dengan total 205.311 unit (73,63%), kemudian diikuti kelompok wiraswasta sebanyak 39.218 unit

Siasat Pemerintah Tahan Ancaman Badai PHK
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:09 WIB

Siasat Pemerintah Tahan Ancaman Badai PHK

Pemutusan hubungan kerja akan berlanjut akibat kelesuan daya beli dan ketidakpastian ekonomi dimestik dan global

Tarif Listrik Tidak Naik pada Kuartal I-2026
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:04 WIB

Tarif Listrik Tidak Naik pada Kuartal I-2026

Cu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero). Penetapan tarif ini menga

Mengawali Tahun 2026 di Hari Kejepit, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (2/1)
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:04 WIB

Mengawali Tahun 2026 di Hari Kejepit, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (2/1)

Pasar masih mencermati berbagai sentimen global dan domestik yang berpotensi mempengaruhi arah IHSG ke depan. 

INDEKS BERITA

Terpopuler