Potensi Ekonomi Kurban Mencapai Rp 34,3 Triliun

Selasa, 18 Juni 2024 | 06:05 WIB
Potensi Ekonomi Kurban Mencapai Rp 34,3 Triliun
[Warga RT 004/RW 013 memotong hewan qurban sapi di halaman masjid Attin Alfarizqi, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (17/6/2024). ]
Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Dadan M. Ramdan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memproyeksikan potensi ekonomi kurban pada tahun ini lebih dari Rp 30 triliun. Angka itu didasarkan pada perkiraan partisipasi sekitar 2,75 juta rumah tangga atau mudhohi yang akan berpartisipasi dalam pelaksanaan kurban tahun ini.

Mengacu potensi itu, total sekitar 2,3 juta hewan ternak yang terdiri dari 1,79 juta domba/kambing dan 514.000 ekor sapi diperkirakan menghasilkan sekitar 195.500 ton daging kurban. "Baznas memproyeksikan potensi ekonomi kurban di Indonesia di 2024 mencapai Rp 34,3 triliun," tulis Baznas dalam keterangan resminya, Senin (17/6).

Sementara Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas) memproyeksikan potensi ekonomi kurban Indonesia tahun 2024 mencapai Rp 28,2 triliun yang berasal dari 2,16 juta pekurban. Angka ini naik dari tahun lalu yang diestimasikan mencapai Rp 24,5 triliun dari 2,08 juta orang pekurban.

"Dari 2,16 juta keluarga muslim berdaya beli tinggi yang berpotensi menjadi shahibul qurban, kebutuhan hewan kurban terbesar adalah kambing-domba sekitar 1,21 juta ekor, sedangkan sapi-kerbau sekitar 587.000 ekor," kata Peneliti Ideas, Tira Mutiara, kemarin.
 

Bagikan

Berita Terbaru

Saat Pasar Mulai Meragukan Indonesia
| Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:06 WIB

Saat Pasar Mulai Meragukan Indonesia

Mengabaikan kenaikan premi risiko sama saja membiarkan anggaran untuk memulihkan diri di masa depan membengkak berkali-kali lipat.

Ada Potensi Pengetatan Suku Bunga BI
| Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:03 WIB

Ada Potensi Pengetatan Suku Bunga BI

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Agustus 2026          

Anak Usaha FAP Agri (FAPA), Gugat Satgas Penertiban Kawasan Hutan Rp 71,67 Miliar
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:44 WIB

Anak Usaha FAP Agri (FAPA), Gugat Satgas Penertiban Kawasan Hutan Rp 71,67 Miliar

Bulungan Hijau Perkasa merupakan anak usaha PT FAP Agri Tbk (FAPA) emiten yang dikendalikan Wirastuty Fangiono, putri dari Martias Fangiono.

Ada Transaksi Nego 1,34 Miliar di Saham PACK, Sinyal Investor Strategis Masuk?
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Ada Transaksi Nego 1,34 Miliar di Saham PACK, Sinyal Investor Strategis Masuk?

Ada sebanyak 1,34 miliar saham Abadi Nusantara Hijau Investama (PACK) berpindah di harga pembelian Rp 100 per saham, yang setara Rp 133,78 miliar.

Opsi Realokasi Anggaran Negara untuk Penanganan Gempa NTT
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Opsi Realokasi Anggaran Negara untuk Penanganan Gempa NTT

Dewan Perwakilan Rakyat mendorong realokasi anggaran untuk mempercepat pemulihan pasca gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).

 KKI Disebut Tak Gusur Posisi Visa dan Mastercard
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:03 WIB

KKI Disebut Tak Gusur Posisi Visa dan Mastercard

Kartu Kredit Indonesia (KKI) hadir sebagai pemain baru di sistem pembayaran domestik akan berjalan berdampingan dengan Visa dan Mastercard.

Partitokrasi: Negara dalam Cengkeraman Partai
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:55 WIB

Partitokrasi: Negara dalam Cengkeraman Partai

Monopoli partai dalam pencalonan harus dipatahkan. Keuangan partai dan sumber dananya harus dibuka kepada publik.

Mimpi Naik Kelas
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:42 WIB

Mimpi Naik Kelas

Indonesia butuh investasi yang menghasilkan pekerjaan yang akhirnya menjadikan masyarakat mampu naik kelas.

Sentimen Profit Taking dan Bi Rate, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Rabu (19/8)
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:53 WIB

Sentimen Profit Taking dan Bi Rate, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Rabu (19/8)

Investor hari ini akan mencermati rilis suku bunga acuan alias BI rate. Secara teknikal ada kemungkinan investor akan melakukan profit taking. 

Penjualan Meningkat, Kerugian Bersih FAST Mulai Menyusut
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:49 WIB

Penjualan Meningkat, Kerugian Bersih FAST Mulai Menyusut

FAST membukukan pendapatan sebesar Rp 2,79 triliun, naik 16,1% dibandingkan Rp 2,40 triliun pada semester I-2025. 

INDEKS BERITA

Terpopuler