Prospek Ace Hardware (ACES) Dibayangi Efek PPKM Akhir Tahun

Kamis, 25 November 2021 | 05:35 WIB
Prospek Ace Hardware (ACES) Dibayangi Efek PPKM Akhir Tahun
[]
Reporter: Dityasa H. Forddanta | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menjadi momok bagi emiten ritel. PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) menjadi salah satu emiten yang terdampak oleh kebijakan ini.

Pemerintah sudah sejak awal pandemi akibat virus Covid-19 melakukan pembatasan aktivitas masyarakat, hanya namanya saja berbeda-beda terus. Imbasnya, kinerja keuangan ACES tertekan.

Meski ACES masih mencetak laba bersih, namun angkanya turun 23,1% secara tahunan menjadi Rp 277 miliar pada semester satu tahun ini. ACES juga membukukan penurunan pendapatan bersih 7% secara tahunan jadi Rp 3,39 triliun.

Baca Juga: Penjualan per toko Ace Hardware turun, begini rekomendasi saham ACES

Pemerintah kemudian memberlakukan PPKM darurat memasuki kuartal tiga kemarin. Kebijakan tersebut  diambil setelah terjadi ledakan kasus penularan Covid-19 varian delta.

Situasi tersebut membuat kinerja ACES semakin tertekan. Laba bersih sembilan bulan pertama tahun ini turun 39,03% secara tahunan menjadi Rp 322,85 setelah membukukan penurunan pendapatan 14,51% menjadi Rp 4,6 triliun.

"PPKM pada kuartal tiga akan menyeret kinerja ACES satu tahun penuh," ujar Christine Natasya,  Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rabu (24/11).

Robert Sebastian, analis Ciptadana Sekuritas dalam riset menjelaskan, kinerja keuangan ACES berada di bawah ekspektasi. Senada dengan Christine, PPKM menjadi batu sandungan ACES.

Christine merevisi perkiraan pendapatan ACES akhir tahun ini menjadi Rp 6,73 triliun dari sebelumnya Rp 7,09 triliun. Perkiraan laba bersih juga direvisi menjadi Rp 565 miliar dari sebelumnya Rp 630 miliar.

Baca Juga: Ace Hardware (ACES) buka gerai ke-19 pada 18 November

Christine juga menurunkan perkiraan pendapatan menjadi Rp 7,75 triliun dari sebelumnya Rp 8,42 triliun. Estimasi laba bersih juga direvisi menjadi Rp 817 miliar dari sebelumnya Rp 943 miliar.

Mulai pulih

Kinerja ACES untuk basis bulanan sejatinya menunjukkan sinyal pemulihan. Selepas PPKM darurat Juli kemarin, ACES mencatat kenaikan penjualan 46,3% secara bulanan menjadi Rp 465 miliar pada Agustus. 

PPKM lebih longgar pada bulan tersebut dan seterusnya membuat enjualan ACES kembali menanjak 11,2% secara bulanan menjadi Rp 517 miliar pada September.

Pertumbuhan penjualan itu sejalan dengan pertumbuhan penjualan rata-rata setiap toko atawa same store sales growth (SSSG). Pada Juli, SSSG anjlok 50% secara bulanan. SSSG pada Agustus sedikit membaik meski masih turun 30,4%. Penurunan SSSG makin mengecil pada September, hanya turun sebesar 5%.

Baca Juga: Harga saham ACES sebulan terakhir mendaki, sekarang saatnya jual atau beli?

"Meski masih di teritori negatif, SSSG ACES mulai kembali meningkat. Kondisi ini sejalan dengan ekspektasi kami," terang Kevie Aditya, Analis Indopremier Sekuritas,  dalam risetnya. 

Kevie menambahkan, menurut Google Mobility report, tingkat kunjungan di area ritel dan rekreasi sejumlah wilayah Indonesia sudah mulai kembali seperti pada sebelum pandemi Covid-19. Tren serupa juga terjadi di Jakarta. Kondisi ini yang membuat kinerja ACES secara bertahap kembali pulih. 

Meski begitu, ia belum sepenuhnya bullish dengan ACES. Kevie memberi rekomendasi hold dengan target harga Rp 1.400 per saham. Rekomendasi ini mempertimbangkan potensi penurunan kinerja yang masih akan terjadi di akhir tahun dampak dari PPKM darurat.

Sementara, Robert merekomendasikan buy dengan target harga Rp 1.865 per saham. Sinyal pemulihan yang kuat menjadi salah satu dasar rekomendasi ini.

Christine masih mempertahankan rekomendasi sell, target harga Rp 1.200 per saham. Ia tak menampik, prospek ACES masih cukup menarik seiring dengan ekspektasi pemulihan kinerja. Namun, price to earning ratio (PER) sebesar 39,1 kali dinilai cukup mahal dengan kondisi ACES saat ini.          

Baca Juga: Buka gerai ke-9 sepanjang 2021, Ace Hardware (ACES) catatkan total 215 gerai

Bagikan

Berita Terbaru

Cek Jadwal Penerbitan SBN Ritel 2026, Pekan Depan ORI029 Jadi Pembuka
| Jumat, 23 Januari 2026 | 15:56 WIB

Cek Jadwal Penerbitan SBN Ritel 2026, Pekan Depan ORI029 Jadi Pembuka

Pemerintah siapkan 7 seri SBN Ritel 2026, ORI029 jadi pembuka. Lihat jadwal sementara penerbitan SBN Ritel.

Izin Tambang Emas Martabe Melayang, Investor Asing Justru Rajin Borong Saham ASII
| Jumat, 23 Januari 2026 | 08:50 WIB

Izin Tambang Emas Martabe Melayang, Investor Asing Justru Rajin Borong Saham ASII

PT Astra International Tbk (ASII) saat ini dipersepsikan sebagai deep value stock oleh investor global.

Profit Taking Bayangi Emiten Prajogo Pangestu, Intip Proyeksi Ambisius BRPT ke Depan
| Jumat, 23 Januari 2026 | 08:29 WIB

Profit Taking Bayangi Emiten Prajogo Pangestu, Intip Proyeksi Ambisius BRPT ke Depan

Pendapatan BRPT diperkirakan tumbuh sebesar 41,4% dan EBITDA sebesar 40,2% selama periode 2024-2029.

Bursa Kripto Kedua Hadir, Apa Dampak Bagi Investor Aset Digital?
| Jumat, 23 Januari 2026 | 08:05 WIB

Bursa Kripto Kedua Hadir, Apa Dampak Bagi Investor Aset Digital?

Secara struktur pasar, kehadiran bursa kedua dapat memperkuat kompetisi.  Kedua bursa dapat mendorong transparansi harga.

Indeks Saham Indonesia Terjun Bebas ke Bawah 9.000, Simak Pergerakan IHSG Hari Ini
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:58 WIB

Indeks Saham Indonesia Terjun Bebas ke Bawah 9.000, Simak Pergerakan IHSG Hari Ini

Pelemahan IHSG di tengah bursa global dan nilai tukar rupiah menguat. Pemicunya, aksi jual di sejumlah sektor dan emiten berkapitalisasi besar.

Investor Panik, Duit Asing Kabur Hingga Rp 4 Triliun, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:35 WIB

Investor Panik, Duit Asing Kabur Hingga Rp 4 Triliun, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Net sell asing berawal dari rencana Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk keponakannya, Thomas pmenjadi Deputi Gubernur BI.

Marak Aksi Korporasi, Kenapa Saham RAJA dan RATU Masih Kompak Terkoreksi?
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:30 WIB

Marak Aksi Korporasi, Kenapa Saham RAJA dan RATU Masih Kompak Terkoreksi?

Dalam jangka panjang RATU dapat menjadi operator penuh atau memimpin kerja sama dengan mitra berskala besar, baik di dalam maupun luar negeri.

Sinarmas Land Masih Mengandalkan KPR
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:06 WIB

Sinarmas Land Masih Mengandalkan KPR

Transaksi penjualan properti Sinarmas Land masih didominasi kredit pemilikan rumah (KPR), khususnya untuk produk rumah tapak dan ruko.

Perbankan Digital Akan Ekspansif  Kejar Pertumbuhan Kredit
| Jumat, 23 Januari 2026 | 06:55 WIB

Perbankan Digital Akan Ekspansif Kejar Pertumbuhan Kredit

​Bank digital tetap optimistis menatap prospek kredit 2026, meski ketidakpastian global dan persaingan industri masih menjadi tantangan utama.

BINO Amankan Kontrak Bantex Rp 35 Miliar, Berdampak Positif ke Keuangan 2026
| Jumat, 23 Januari 2026 | 06:43 WIB

BINO Amankan Kontrak Bantex Rp 35 Miliar, Berdampak Positif ke Keuangan 2026

Pembayaran sebesar 100% dari nilai invoice, paling lambat 120 hari setelah produk diterima dan disetujui oleh PT Deli Group Indonesia Jakarta,

INDEKS BERITA

Terpopuler