Prospek BBTN Terdongkrak Rencana Akuisisi Bank

Selasa, 21 November 2023 | 05:15 WIB
Prospek BBTN Terdongkrak Rencana Akuisisi Bank
[ILUSTRASI. Warga melakukan pembayaran menggunakan aplikasi BTN Mobile di perumahan Emerald Garden Bumiayu, Kota Malang, Jawa Timur. SURYA/PURWANTO]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) terus memproses pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi Bank Umum Syariah (BUS) yang berdiri sendiri. Salah satu opsi yang dikaji adalah lewat akuisisi bank syariah yang sudah ada. Bank Muamalat pun disebut-sebut menjadi target yang bakal dicaplok oleh BTN.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, alasan BBTN mengakuisisi bank syariah sebagai langkah untuk mempermudah proses spin off BTN Syariah. Sebab jika BUS akan membutuhkan biaya lebih mahal.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

B50 & Tata Niaga CPO
| Jumat, 10 Juli 2026 | 07:58 WIB

B50 & Tata Niaga CPO

Ketersediaan pasokan CPO ini harus dijamin agar tak ada kelangkaan minyak goreng dan harganya naik yang ujungnya memberatkan masyarakat.

Saham GOTO Hadapi Krisis Likuiditas, Peluang Keluar dari MSCI Lebih dari 75%
| Jumat, 10 Juli 2026 | 07:30 WIB

Saham GOTO Hadapi Krisis Likuiditas, Peluang Keluar dari MSCI Lebih dari 75%

Tak ada opsi yang menyenangkan buat investor ritel selama harga saham GOTO masih terperangkap di gocap.

Beda Arah Minat Investor Asing di Saham GGRM dan HMSP, Ini Penyebabnya
| Jumat, 10 Juli 2026 | 07:00 WIB

Beda Arah Minat Investor Asing di Saham GGRM dan HMSP, Ini Penyebabnya

Investor ritel harus berhati-hati agar tidak tergoda mengikuti jejak dana asing tanpa memahami motivasi di baliknya.

 Bank Jago dan BFIN Jajaki Opsi Merger
| Jumat, 10 Juli 2026 | 06:45 WIB

Bank Jago dan BFIN Jajaki Opsi Merger

Bank Jago dan BFI Finance membuka peluang penggabungan usaha, seiring pengkajian opsi strategis oleh pemegang saham pengendali.

Bank Memacu Penyaluran Kredit Usaha Rakyat ke Sektor Produktif
| Jumat, 10 Juli 2026 | 06:30 WIB

Bank Memacu Penyaluran Kredit Usaha Rakyat ke Sektor Produktif

Penyaluran KUR perbankan tetap ngebut, dengan bank mengarahkan kredit ke sektor produktif penggerak ekonomi.

Rupiah Anjlok ke Rp 18.128: Ini Indikator Ekonomi yang Menekan
| Jumat, 10 Juli 2026 | 06:30 WIB

Rupiah Anjlok ke Rp 18.128: Ini Indikator Ekonomi yang Menekan

Nilai tukar rupiah terpuruk ke Rp 18.128 per dolar AS. Indeks kepercayaan konsumen dan penjualan ritel melemah jadi pemicu utama

 Pengurangan Karyawan Mewarnai Industri Perbankan
| Jumat, 10 Juli 2026 | 06:30 WIB

Pengurangan Karyawan Mewarnai Industri Perbankan

Transformasi digital mulai mengubah wajah perbankan: jumlah karyawan berkurang, cabang menyusut, dan kebutuhan talenta bergeser

Pasar Kripto Bergejolak: Strategi DCA Kunci Hadapi Penurunan Harga Bitcoin
| Jumat, 10 Juli 2026 | 06:15 WIB

Pasar Kripto Bergejolak: Strategi DCA Kunci Hadapi Penurunan Harga Bitcoin

Harga Bitcoin ambruk di bawah US$ 62.000! Geopolitik dan inflasi menekan pasar. Cek batas support krusialnya

GMFI dan BWPT Tempuh Kuasi Reorganisasi, Seberapa Besar Dampaknya bagi Investor?
| Jumat, 10 Juli 2026 | 06:08 WIB

GMFI dan BWPT Tempuh Kuasi Reorganisasi, Seberapa Besar Dampaknya bagi Investor?

Keberlanjutan kenaikan harga saham tetap bergantung pada realisasi perbaikan fundamental perusahaan.

Beban Impor KLBF: Biaya Bahan Baku Mencekik, Harga Obat Naik Selektif
| Jumat, 10 Juli 2026 | 06:00 WIB

Beban Impor KLBF: Biaya Bahan Baku Mencekik, Harga Obat Naik Selektif

Meskipun rupiah melemah, KLBF diproyeksi raih laba Rp 3,75 triliun pada 2026. Strategi cerdik Kalbe menjaga profitabilitas terungkap di sini

INDEKS BERITA

Terpopuler