Prospek KEEN Masih Solid Ditopang Masifnya Pengembangan Proyek Energi Hijau

Senin, 20 April 2026 | 12:00 WIB
Prospek KEEN Masih Solid Ditopang Masifnya Pengembangan Proyek Energi Hijau
[ILUSTRASI. PLTA PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) (Dok/KEEN)]
Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan, serta volatilitas harga energi fosil yang menanjak, peralihan menuju energi yang ramah lingkungan menjadi sebuah keniscayaan. Energi baru dan terbarukan (EBT) menawarkan keberlanjutan dan stabilitas serta solusi untuk masa depan.

Salah satu emitan yang fokus dalam pengembangan EBT ini adalah PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) yang memfokuskan diri sebagai independent power producer (IPP). Memiliki portofolio berbagai jenis pembangkit, KEEN berharap bisa mendapatkan berkah dari semakin sadarnya masyarakat terkait dengan pembangkit EBT.

Rencana pemerintah yang menargetkan 23% kontribusi EBT dalam bauran energi nasional tentu menjadi katalis bagi perusahaan. Nantinya sebagai IPP, KEEN akan menjual tenaga listrik ke PLN melalui Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) untuk waktu 20-25 tahun. Saat ini perusahaan mengoperasikan jenis PLTA, PLTM, PLTBm, PLTMH, dan PLTS .

Baca Juga: Pembangkit Listrik Beroperasi, Kinerja Emiten EBT Bervariasi

Christian Sitorus, Research Analyst MNC Sekuritas menyebut selain proyek existing KEEN juga baru saja mengamankan proyek PLTS Tobelo berkapasitas 10 MW dengan baterai 8,4 MWh yang menyedot dana belanja modal US$ 14 juta. Proyek ini diperkirakan mulai berkontribusi terhadap pendapatan pada kuartal III tahun ini.

Namun sampai akhir tahun, kemungkinan utilisasinya masih sekitar 50% sehingga dampak terhadap laba dalam jangka pendek masih terbatas. Proyek ini diharapkan memberikan pendapatan pada tahun depan. Kendati prospek laba tahun ini diperkirakan meningkat, namun masih ada tantangan yang akan dihadapi perusahaan.

Pasalnya, PLTA Pakkat yang menyumbang 17% dari total pendapatan perusahaan saat ini mengalami penghentian operasional akibat terjadinya longsor di area operasi. Ini akan berpengaruh terhadap kinerja jangka pendek perusahaan meskipun risiko penurunan kinerja relatif terbatas karena terlindungi asuransi.

Perusahaan juga mengalokasikan US$ 13 juta untuk rekonstruksi dengan desain yang lebih aman, kabar baiknya, KEEN tengah melakukan diskusi dengan PLN agar perpanjangan kontrak jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA) untuk proyek PLTA Pakkat bisa menjaga kelangsungan operasional.

Tahun ini kinerja perusahaan masih dinilai cukup baik, efisiensi operasional, ekspansi kapasitas serta sentimen positif dari sisi regulasi akan mendorong kinerja perusahaan. Penjualan listrik diproyeksikan tetap solid dengan potensi pertumbuhan 11%. Terutama ditopang oleh PLTM Salu Noling.

Dari sisi kebijakan, dengan adanya rencana revisi tarif energi terbarukan juga akan melecut kinerja perusahaan. Jika wacana ini terealisasi, maka akan terjadi kenaikan internal rate of return (IRR) proyek di kisaran 14% hingga 15%. Jumlah ini cukup signifikan untuk mendorong keekonomian proyek dan menjaga iklim investasi EBT ke depan.

 

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Prospek KEEN Masih Solid Ditopang Masifnya Pengembangan Proyek Energi Hijau
| Senin, 20 April 2026 | 12:00 WIB

Prospek KEEN Masih Solid Ditopang Masifnya Pengembangan Proyek Energi Hijau

Beroperasinya PLTS Tobelo ini akan memperkuat portofolio EBT PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) dan menciptakan recurring income.

Ilusi Pertumbuhan, Growth Tanpa Value
| Senin, 20 April 2026 | 09:54 WIB

Ilusi Pertumbuhan, Growth Tanpa Value

Paradoks China paling tajam  Negara berkembang, mentransformasi diri.  Tapi transformasi ekonomi saja tidak cukup memenangkan kepercayaan pasar.

ESG Indosat (ISAT): Mengandalkan AI dan ESG Sebagai Kunci Transformasi
| Senin, 20 April 2026 | 09:31 WIB

ESG Indosat (ISAT): Mengandalkan AI dan ESG Sebagai Kunci Transformasi

PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) bertransformasi agar hasilnya berdampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Kinerja Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) Melonjak Signifikan di Kuartal I-2026
| Senin, 20 April 2026 | 08:37 WIB

Kinerja Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) Melonjak Signifikan di Kuartal I-2026

Hingga kuartal I-2026, perusahaan ini membukukan pendapatan sebesar Rp 173,1 miliar, meningkat sekitar 36% secara tahunan dibandingkan tahun lalu.

Operator Seluler Lirik Prospek Jaringan 5G
| Senin, 20 April 2026 | 08:27 WIB

Operator Seluler Lirik Prospek Jaringan 5G

Saat ini industri masih fokus pada penyelesaian integrasi jaringan dan penggelaran jaringan dalam upaya peralihan jaringan ke 5G.

Dolar AS Melemah: Yen, Yuan, Franc Swiss Beri Peluang Keuntungan?
| Senin, 20 April 2026 | 08:22 WIB

Dolar AS Melemah: Yen, Yuan, Franc Swiss Beri Peluang Keuntungan?

Pelemahan Dolar AS membuka potensi penguatan mata uang safe haven. Cari tahu mana yang paling menarik dan strategi terbaik untuk investor.

Geopolitik dan RKAB Bayangi Emiten Batubara, Cek Rekomendasi Sahamnya
| Senin, 20 April 2026 | 08:19 WIB

Geopolitik dan RKAB Bayangi Emiten Batubara, Cek Rekomendasi Sahamnya

Kinerja emiten batubara kuartal II 2026 bisa membaik ditopang harga tinggi. Cari tahu tantangan global dan domestik yang membatasi pertumbuhan

Guyuran Buyback Rp 5 Triliun & Tuah Divestasi Kestrel, Saham AADI Masih Layak Diburu?
| Senin, 20 April 2026 | 07:59 WIB

Guyuran Buyback Rp 5 Triliun & Tuah Divestasi Kestrel, Saham AADI Masih Layak Diburu?

Divestasi Kestrel Coal Group Pty. Ltd., diproyeksi bakal menyuntikkan dana segar dalam jumlah signifikan.

Racik Ulang Insentif Pajak di Era Global Minimum Tax
| Senin, 20 April 2026 | 07:25 WIB

Racik Ulang Insentif Pajak di Era Global Minimum Tax

Evaluasi tersebut tercantum dalam naskah urgensi perubahan PMK Nomor 130/PMK.010/2020 tentang Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) Badan

Awal Pekan Bermodal Net Sell Rp 2,31 Triliun, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 20 April 2026 | 07:17 WIB

Awal Pekan Bermodal Net Sell Rp 2,31 Triliun, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Sepanjang pekan lalu, total jenderal investor asing mencatatkan aksi jual alias net sell sekitar Rp 2,31 triliun.

INDEKS BERITA

Terpopuler