Proyek KEK Kura-Kura Bali Bergulir

Selasa, 11 April 2023 | 07:48 WIB
Proyek KEK Kura-Kura Bali Bergulir
[ILUSTRASI. KEK Kura-Kura Bali yang dikembangkan PT Bali Turtle Island Development di Pulau Serangan, Kota Denpasar, Bali.]
Reporter: Ratih Waseso | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali untuk menunjang kegiatan pariwisata dan industri kreatif.

Status KEK Kura Kura ini ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2023 tentang KEK Kura Kura Bali. KEK Kura Kura Bali ditetapkan seluas 498 hektare (ha) yang berlokasi di Kota Denpasar, Bali.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menerangkan, hingga tahun 2052 mendatang, KEK Kura Kura Bali diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja sebanyak 99.853 orang.

"Target penyerapan tenaga kerja tersebut hingga tahun 2052. Tenaga kerja langsungnya sebanyak 35.036 orang dan tidak langsung sebanyak 64.817 orang," kata Susiwijono kepada KONTAN, Minggu (9/4).

Badan Usaha Pengusul KEK tersebut adalah PT Bali Turtle Island Development (BTID).

Adapun target investasi di KEK Kura Kura Bali hingga tahun 2052 mencapai Rp 104,4 triliun. Target itu terbagi menjadi investasi kawasan sebesar Rp 7,9 triliun, investasi lahan senilai Rp 6,6 triliun, dan investasi pelaku usaha (tenant) sebesar Rp 89,9 triliun.

Kegiatan utama yang dapat dilakukan di KEK tersebut meliputi industri pariwisata. Yakni, pengembangan Kawasan Marina Terintegrasi (Marina Mixed-use & Integrated Resort), serta akomodasi baik berupa hotel dan resort bintang 5 dan bintang 6.

Selain pariwisata, KEK Kura Kura Bali juga digunakan untuk pengembangan kegiatan industri kreatif. Kegiatan industri kreatif ini meliputi education center (UID Tsinghua SEA Executive Education Center), tech park, mixed use commercial center, dan lifestyle wellness center.

Saat telah beroperasi penuh pada tahun 2052, KEK Kura Kura Bali ini ditargetkan bisa menyumbang devisa sebesar US$ 31,8 miliar.

Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Agraria, Tata Ruang, dan Kawasan Sanny Iskandar menilai, faktor yang menentukan dalam keberhasilan KEK, yakni kemampuan pemrakarsa dalam menyediakan pendanaan.

Bagikan

Berita Terbaru

Harga Perak Anjlok 13% Setelah Cetak Rekor, Aksi Ambil Untung Jadi Penyebab
| Jumat, 30 Januari 2026 | 22:29 WIB

Harga Perak Anjlok 13% Setelah Cetak Rekor, Aksi Ambil Untung Jadi Penyebab

Perak anjlok 13% setelah rekor, pertanda apa bagi investor? Aksi ambil untung masif memicu koreksi tajam. 

Petinggi BEI dan OJK Kompak Mundur Efek MSCI, ini Komentar Pengamat Hukum
| Jumat, 30 Januari 2026 | 21:46 WIB

Petinggi BEI dan OJK Kompak Mundur Efek MSCI, ini Komentar Pengamat Hukum

Pengunduran diri para petinggi BEI dan OJK tersebut terjadi di tengah upaya pembenahan struktural industri pasar modal nasional.

MSCI Effect, Pejabat Tinggi OJK dan BEI Kompak Mundur
| Jumat, 30 Januari 2026 | 19:29 WIB

MSCI Effect, Pejabat Tinggi OJK dan BEI Kompak Mundur

Pengumuman MSCI yang membekukan evaluasi indeks saham Indonesia hingga bulan Mei 2026, berbuntut panjang.

IHSG Masih Tertekan, Apakah Saham MBMA Masih Cukup Menarik?
| Jumat, 30 Januari 2026 | 16:19 WIB

IHSG Masih Tertekan, Apakah Saham MBMA Masih Cukup Menarik?

Perubahan lanskap geopolitik, hingga kebijakan energi berbagai negara menjadi faktor yang berpotensi menjaga momentum sektor komoditas.

Momen Ramadan Bisa Mendorong Kinerja Kalbe Farma (KLBF)
| Jumat, 30 Januari 2026 | 09:00 WIB

Momen Ramadan Bisa Mendorong Kinerja Kalbe Farma (KLBF)

Pertumbuhan laba PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) di tahun ini akan didorong pemulihan pendapatan lintas segmen dan kontribusi bisnis obat resep.

Dongkrak Pertumbuhan Laba, ACES Hadirkan Gerai Ritel Rumah Tangga NEKA
| Jumat, 30 Januari 2026 | 08:52 WIB

Dongkrak Pertumbuhan Laba, ACES Hadirkan Gerai Ritel Rumah Tangga NEKA

PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) menghadirkan NEKA, merek usaha baru yang menyediakan aneka kebutuhan rumah dan gaya hidup.

Genjot Kinerja, Emiten Suntik Modal untuk Anak Usaha
| Jumat, 30 Januari 2026 | 08:42 WIB

Genjot Kinerja, Emiten Suntik Modal untuk Anak Usaha

Emiten berharap suntikan modal ke anak usaha bisa berefek positif ke kinerja perusahaan di masa mendatang. 

Rogoh Kocek Dana Rp 250 Miliar, Rukun Raharja (RAJA) Menggelar Buyback Saham
| Jumat, 30 Januari 2026 | 08:33 WIB

Rogoh Kocek Dana Rp 250 Miliar, Rukun Raharja (RAJA) Menggelar Buyback Saham

Buyback saham dilaksanakan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) selama periode 29 Januari 2026 sampai dengan 28 April 2026. ​

Volume Produksi Meningkat, Laba Darma Henwa (DEWA) Melesat di Sembilan Bulan 2025
| Jumat, 30 Januari 2026 | 08:27 WIB

Volume Produksi Meningkat, Laba Darma Henwa (DEWA) Melesat di Sembilan Bulan 2025

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencetak pertumbuhan kinerja pendapatan dan laba bersih selama periode Januari–September 2025.​

Dana Saham Lari ke Emas? Simak Proyeksi Harga Emas di 2026
| Jumat, 30 Januari 2026 | 06:50 WIB

Dana Saham Lari ke Emas? Simak Proyeksi Harga Emas di 2026

Emas batangan Antam capai Rp 3,16 juta per gram. Proyeksi di 2026 harga emas Antam akan sentuh Rp 4,2 juta per gram.

INDEKS BERITA

Terpopuler