Berita Bisnis

Proyek Smelter Tersendat, Banyak Bijih Nikel yang Tak Terserap

Selasa, 21 Juli 2020 | 08:12 WIB
Proyek Smelter Tersendat, Banyak Bijih Nikel yang Tak Terserap

ILUSTRASI. Saat ini, bijih nikel yang diserap rata-rata komoditas yang berkadar 1,8% atau dengan pencampuran antara bijih nikel kadar rendah 1,5%-1,6% dan bijih nikel yang memiliki kandungan 2%.

Reporter: Azis Husaini, Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek fasilitas pengolahan hasil tambang (smelter) masih tersendat. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan bijih nikel berlimpah lantaran tidak terserap oleh smelter.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yunus Saefulhak mengatakan, melimpahnya pasokan bijih nikel karena masih banyak smelter nikel yang belum beroperasi. Dari target 29 smelter nikel hingga tahun 2022, baru ada 11 smelter yang beroperasi. Sedangkan sisanya masih tahap pembangunan.

Terbaru