Proyeksi BRI Danareksa, Hanya Sedikit Bank Digital yang Akan Berhasil

Kamis, 24 Juni 2021 | 10:55 WIB
Proyeksi BRI Danareksa, Hanya Sedikit Bank Digital yang Akan Berhasil
[ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi jual beli dengan munggunakan mobile banking perbankan di Jakarta, Senin (14/6). KONTAN/Carolus Agus Waluyo/14/06/2021.]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BRI Danareksa Sekuritas merilis riset terbaru soal bank digital. Dalam riset yang dipublikasikan Kamis (24/6), BRI Danareksa menyebut hanya beberapa yang akan sukses di bisnis bank digital.

Eka Savitri, Analis BRI Danareksa dalam laporan itu menyebut, faktor kuncinya adalah kemampuan untuk memanfaatkan ekosistem digital yang sesuai dan analisa data yang tepat.

Agresifitas dan masifnya perkembangan platform e-commerce, membuat banyak bank digital yang ingin memanfaatkan ekosistem tersebut.

Strategi tersebut dapat dipahami, mengingat platform e-commerce memiliki basis data yang cukup besar. Baik di sisi pedagang online yang memanfaatkan platform tersebut maupun basis data pembeli.

Baca Juga: Emiten Properti dan Ritel Tertekan Kebijakan PPKM

Basis data tersebut, dapat dengan mudah digunakan oleh bank digital sebagai proses penyaringan pertama untuk calon peminjam. 

Meskipun demikian, bank juga masih perlu memilih data yang dapat digunakan untuk penilaian kredit (credit scoring). 

Hal ini membutuhkan analisis data yang layak dan didukung personil yang tepat bersama dengan tim manajemen yang berpengetahuan. Mengingat waktu persetujuan kredit merupakan faktor penting di segmen mass market.

ARTO dan AGRO >>>

Selain itu, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berjumlah sekitar 62 juta juga merupakan pangsa pasar yang potensial bagi bank digital.

Eka Savitri menyebut, tiga bank digital, yakni AGRO, ARTO dan BANK telah menekankan perlunya memanfaatkan pendekatan rantai pasokan untuk memberikan pinjaman kepada pedagang yang menjadi nasabahnya. Dengan demikian, risiko NPL yang lebih tinggi di masa depan dapat diminimalkan.

 

Perbandingan Antara ARTO, AGRO dan BANK
Indikator ARTO AGRO BANK
Ekosistem Go-To BRI Group Alfamart
Pemegang saham mayoritas PT MetamorfosisEkosistem Indonesia(29.8%), Gojek (21.4%) PT Bank RakyatIndonesia Tbk. (86.1%) PT NTI Global Indonesia(60.5%), Bortoli International Ltd. (20.0%)
Target pasar tertentu di dalam ekosistem Pedagang Tokopedia, Pengemudi Gojek Freelancer, Pekerja paruh waktu, Pedagang, Suplier Member Alfagift
Jumlah pengguna di ekosistem 11 juta pedagang, 2 juta pengemudi 1 juta pedagang, 100 ribu suplier 5 juta
Produk potensial Modal kerja pedagang Tokopedia, pinjaman multiguna untuk pengemudi Gojek Pinjaman multiguna untuk freelancer dan pekerja paruh waktu, modal kerja untuk pedagang e-commerce Pinjaman modal kerja untuk pemasokmelalui pendekatan rantai pasokan
sumber: BRI Danareksa Sekuritas

Sementara itu, tenor pinjaman yang pendek, baik di segmen pedagang maupun konsumen, membuat jumlah peminjam potensial menjadi faktor penting lainnya untuk memastikan bisnis bank digital bisa tumbuh secara berkelanjutan.

Baca Juga: Semakin Ekspansif, Triputra Agro Persada (TAPG) Membangun Tiga Pabrik Kelapa Sawit

"Secara keseluruhan, kami percaya ARTO dan AGRO akan menarik untuk disimak karena unique value proposition yang didukung oleh ekosistem digital yang tepat dan tim manajemen yang berpengalaman," kata Eka Savitri dalam riset tersebut, dikutip Kontan pada Kamis (24/6).

Sebagai informasi tambahan, BRI Danareksa Sekuritas merupakan broker yang 67% sahamnya dimiliki Bank BRI (BBRI) dan 33% tetap dimiliki PT Danareksa (Persero). Dus, BRI Danareksa memiliki hubungan afiliasi dengan AGRO. 

Selanjutnya: Ingin Memangkas Kerugian, Ancora Indonesia (OKAS) Akan Mengerek Harga Jual Produk

 

Bagikan

Berita Terbaru

Saham ASII Melawan Arus; Saat Investor Asing Getol Jualan, Harganya Malah Mendaki
| Selasa, 21 Juli 2026 | 12:57 WIB

Saham ASII Melawan Arus; Saat Investor Asing Getol Jualan, Harganya Malah Mendaki

ASII telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan buyback saham dengan anggaran Rp 8 triliun.​

Prabowo Menggadang 12 Kota Satelit Baru, Saham Properti Mana yang Paling Diuntungkan?
| Selasa, 21 Juli 2026 | 09:40 WIB

Prabowo Menggadang 12 Kota Satelit Baru, Saham Properti Mana yang Paling Diuntungkan?

Kinerja operasional beberapa emiten properti pada kuartal II-2026 masih menunjukkan perlambatan efek tingginya suku bunga.

Ditengah Penurunan SKDU Saham Big Banks Masih Jadi Incaran Asing, Cermati Prospeknya
| Selasa, 21 Juli 2026 | 08:39 WIB

Ditengah Penurunan SKDU Saham Big Banks Masih Jadi Incaran Asing, Cermati Prospeknya

Pergerakan dana asing yang masih silih berganti antarsaham perbankan mengindikasikan pasar belum menemukan satu keyakinan penuh.

Ketika TNI dan Polri Mengawasi Kepatuhan Pajak
| Selasa, 21 Juli 2026 | 08:34 WIB

Ketika TNI dan Polri Mengawasi Kepatuhan Pajak

Pelibatan TNI & Polri dalam pengawasan pajak berpotensi mengaburkan garis pemisah antara fungsi pertahanan keamanan dan fungsi administrasi sipil.

Ketimun Naik Kelas
| Selasa, 21 Juli 2026 | 08:26 WIB

Ketimun Naik Kelas

Jika hari ini dan kemarin harga ketimun sudah tak lagi murah, besok bisa jadi cabai, bawang, atau bahkan beras menyusul ketimun.

Aksi Pindah Kantong Kepemilikan oleh Grup Djarum, Prospek Saham DATA Jadi Kian Harum?
| Selasa, 21 Juli 2026 | 08:15 WIB

Aksi Pindah Kantong Kepemilikan oleh Grup Djarum, Prospek Saham DATA Jadi Kian Harum?

Selain mengembangkan layanan FTTH, DATA juga memiliki sejumlah lini bisnis lain, mulai dari layanan backbone, kabel laut hingga data center.

Investor Ekstra Hati-Hati, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini, Selasa (21/7)
| Selasa, 21 Juli 2026 | 08:12 WIB

Investor Ekstra Hati-Hati, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini, Selasa (21/7)

Penguatan IHSG masih dibayangi sikap hati-hati investor menjelang rapat kebijakan Bank Indonesia (BI) pekan ini.

 Menanti Skema Motor Listrik Nasional
| Selasa, 21 Juli 2026 | 07:58 WIB

Menanti Skema Motor Listrik Nasional

Swasta meminta kesetaraan dan perlakuan yang sama dari pemerintah dalam oengembangan ekosistem kendaraan listrik

Ekspansi Kredit Bank Digital Membuat Risiko Likuiditas Ketat Tetap Tinggi
| Selasa, 21 Juli 2026 | 07:51 WIB

Ekspansi Kredit Bank Digital Membuat Risiko Likuiditas Ketat Tetap Tinggi

Laju penyaluran kredit di sejumlah bank masih lebih cepat dibandingkan penghimpunan dana, sehingga rasio loan to deposit ratio (LDR) tetap tinggi.

DPR Bakal Sahkan RUU Pusat Finansial
| Selasa, 21 Juli 2026 | 07:51 WIB

DPR Bakal Sahkan RUU Pusat Finansial

Pembahasan Rancangan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia rampung dalam 18 hari, dimulai pada 2 Juli 2026 hingga 20 Juli 2026.

INDEKS BERITA

Terpopuler