Proyeksi IHSG Senin (29/11) Setelah Ditutup Anjlok 2% Akhir Pekan Lalu

Senin, 29 November 2021 | 05:05 WIB
Proyeksi IHSG Senin (29/11) Setelah Ditutup Anjlok 2% Akhir Pekan Lalu
[]
Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bisa tertekan kendati mulai terbatas pada perdagangan Senin (29/11). Jumat (26/11), indeks saham ditutup terkoreksi 2,06% ke level 6.561,55 bersamaan dengan penurunan indeks di pasar Asia.

Ada beberapa faktor yang menjadi pemberat pasar saham di akhir pekan lalu. Analis Panin Sekuritas, William Hartanto mengatakan, penurunan IHSG tak lepas dari kekhawatiran pasar terhadap munculnya varian baru Covid-19 tipe  B.1.1.529 atau omnicron.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Setya Ardiastama menilai, sebaran varian baru korona bisa mengancam pemulihan ekonomi.

Pasar juga masih khawatir dengan kebijakan tapering Amerika Serikat (AS) yang akan mulai diterapkan di November ini.

Koreksi pasar saham juga karena sudah mendekati jadwal rebalancing konstituen saham MSCI. Hal ini umum terjadi karena memang terjadinya pada Februari dan November. “Menurut saya, sisanya adalah kepanikan investor, mungkin karena khawatir akan terulangnya market crash seperti tahun lalu,” papar William, Sabtu (26/11).

Dengan penurunan cukup dalam akhir pekan lalu, William memproyeksikan IHSG bergerak mixed cenderung menguat dalam range 6.506 sampai dengan 6.690 pada perdagangan Senin (29/11). IHSG masih memungkinkan mencapai level 6.700-6.800 hingga tutup tahun 2021.

Sementara Okie melihat IHSG masih berpeluang melemah terbatas dengan rentang pergerakan 6.483 - 6.622. Pada pekan ini, pelaku pasar akan mencermati rilis data inflasi dan juga PMI manufaktur yang rencananya akan rilis pada hari Rabu nanti (1/12).

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan juga meramal IHSG masih dapat berlanjut melemah pada Senin (29/11). Support terdekat di kisaran 6.450-6.500 berpotensi menjadi bottom level, sebelum IHSG mencatatkan technical rebound.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Efek Musiman Mendongkrak Likuiditas dan Kredit
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 11:11 WIB

Efek Musiman Mendongkrak Likuiditas dan Kredit

Penguatan dinilai lebih banyak dipengaruhi faktor musiman.                                                 

Cashback Bikin Kaget, Coretax Ubah Peta Pajak
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 11:09 WIB

Cashback Bikin Kaget, Coretax Ubah Peta Pajak

Coretax berlaku, warganet gelisah masih kurang bayar pajak gara-gara menerima cashback.                    

Bangkitnya Investasi Reksadana Syariah di Indonesia
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 09:33 WIB

Bangkitnya Investasi Reksadana Syariah di Indonesia

Reksadana syariah mengikuti prinsip Islam, yaitu menghindari riba gharar dan maysir dengan fokus pada aset halal seperti sukuk dan saham syariah. 

Rama Indonesia Ingin Akuisisi 59,24% Saham Dua Putra Utama Makmur (DPUM)
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:17 WIB

Rama Indonesia Ingin Akuisisi 59,24% Saham Dua Putra Utama Makmur (DPUM)

Pada 22 Januari 2026, Rama Indonesia berencana mengakuisisi 59,24% saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) dari modal disetor dan ditempatkan.

Erajaya Swasembada (ERAA) Siapkan Dana Rp 150 Miliar untuk Buyback Saham
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:09 WIB

Erajaya Swasembada (ERAA) Siapkan Dana Rp 150 Miliar untuk Buyback Saham

Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal disetor dan paling sedikit saham yang beredar 7,5% dari modal disetor. ​

Pelemahan Rupiah Ikut Memicu IHSG Terkoreksi 1,37% Dalam Sepekan
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:02 WIB

Pelemahan Rupiah Ikut Memicu IHSG Terkoreksi 1,37% Dalam Sepekan

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), jadi salah satu penahan kinerja IHSG di sepanjang pekan ini. ​

Bayang-Bayang Bubble di Saham Teknologi
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:53 WIB

Bayang-Bayang Bubble di Saham Teknologi

Kinerja saham masih loyo di awal tahun 2026, emiten teknologi dibayangi bubble kecerdasan buatan (AI)

Harga Emas Terus Mencetak Rekor Tertinggi, Peluang Investasi Emas Masih Terbuka
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:30 WIB

Harga Emas Terus Mencetak Rekor Tertinggi, Peluang Investasi Emas Masih Terbuka

Kondisi geopolitik yang panas dingin membuat harga emas diprediksi bakal terus menanjak di tahun 2026.

Menghadirkan Politik Ekonomi Resilensi
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:00 WIB

Menghadirkan Politik Ekonomi Resilensi

Ekonomi resiliensi diperlukan saat ini untuk bisa melindungi rakyat kebanyakan dari tekanan ekonomi.​

Menunggu Bunga Layu
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:00 WIB

Menunggu Bunga Layu

Otoritas perlu lebih galak memastikan efisiensi perbankan diteruskan kepada konsumen dalam bentuk bunga kredit yang rendah.

INDEKS BERITA