Proyeksi Rupiah: Masih Berpotensi Terkoreksi

Selasa, 30 Juli 2019 | 06:46 WIB
Proyeksi Rupiah: Masih Berpotensi Terkoreksi
[]
Reporter: Dimas Andi | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Membaiknya sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) hingga penantian atas hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) membuat rupiah terkoreksi. Kemarin, kurs spot rupiah terkoreksi 0,08% ke Rp 14.020 per dollar AS. Serupa, kurs tengah rupiah Bank Indonesia juga melemah 0,06% ke Rp 14.010 per dollar AS.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, perbaikan data ekonomi AS membuat the greenback perkasa. Contohnya, data awal pertumbuhan ekonomi AS periode kuartal II-2019 mencapai 2,1%. Angka ini lebih baik dari prediksi konsensus pasar sebesar 1,8%. Namun posisi ini lebih rendah dari kuartal I tahun ini yang mencapai 3,1%.

Baca Juga: Laris Manis, Penawaran SBR007 Mencapai Rp 3,22 Triliun 

Selain itu data pemesanan barang tahan lama AS periode Juni juga tercatat tumbuh hingga 2%, alias melampaui konsensus prediksi analis sebesar 0,8%. "Hasil data-data ekonomi ini bisa mempengaruhi pandangan The Federal Reserve terhadap kebijakan moneternya di masa mendatang," kata Josua, Senin (29/7).

Analis Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar menambahkan, saat ini para investor diliputi kekhawatiran bahwa The Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps pada FOMC nanti. Padahal, sebelumnya pasar berekspektasi penurunan suku bunga acuan Negeri Paman Sam bisa mencapai 50 bps.

Baca Juga: Perbaikan data ekonomi AS turut menekan pergerakan kurs rupiah hari ini 

Deddy memprediksi rupiah kembali terkoreksi walau terbatas, karena harga minyak turun. Deddy melihat rupiah akan bergerak di kisaran Rp 13.990–Rp 14.030 per dollar AS. Hitungan Josua, mata uang Garuda akan berada dalam rentang Rp 14.000–Rp 14.075 per dollar AS.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Klaim Investasi di Indonesia Masih Tumbuh, Tapi Kepercayaan Investor Kian Luruh
| Senin, 02 November 2026 | 11:00 WIB

Klaim Investasi di Indonesia Masih Tumbuh, Tapi Kepercayaan Investor Kian Luruh

Realisasi investasi pada periode Oktober 2024–September 2026 dominan ditopang oleh eksekusi proyek-proyek warisan periode lalu.

Harga Emas dan Perak Kompak Anjlok, Prospek hingga Akhir 2026 Masih Diwarnai Tekanan
| Senin, 02 November 2026 | 08:19 WIB

Harga Emas dan Perak Kompak Anjlok, Prospek hingga Akhir 2026 Masih Diwarnai Tekanan

Peluang penguatan harga perak tetap terbuka apabila kebijakan moneter AS menjadi lebih akomodatif dan permintaan industri kembali meningkat.

Kinerja Fundamental Ultrajaya Solid, Prospek Jangka Menengah ULTJ Kian Menarik
| Senin, 02 November 2026 | 07:51 WIB

Kinerja Fundamental Ultrajaya Solid, Prospek Jangka Menengah ULTJ Kian Menarik

Rencana akuisisi Frisian Flag Indonesia juga berpotensi memperkuat posisi bisnis PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ).

Antara Ancaman MSCI dan Koreksi di IHSG
| Senin, 02 November 2026 | 07:09 WIB

Antara Ancaman MSCI dan Koreksi di IHSG

Peristiwa ini membuktikan OJK independen dan menjatuhkan sanksi tanpa pandang bulu, sekalipun sekuritas tersebut dimiliki  tokoh penting,

Kendali Produksi Nikel dan Batubara Masih Ketat dalam RKAB 2027
| Senin, 02 November 2026 | 07:06 WIB

Kendali Produksi Nikel dan Batubara Masih Ketat dalam RKAB 2027

Pemerintah memberikan sinyal akan melanjutkan pengetatan kontrol kuota produksi di RKAB 2027, khususnya untuk komoditas bijih nikel dan batubara

Tak Sekedar Memantau Kendaraan
| Senin, 02 November 2026 | 07:06 WIB

Tak Sekedar Memantau Kendaraan

Fleet management system (FMS) membantu berbagai industri mendongkrak efisiensi, menekan biaya, meningkatkan keselamatan.

Pebisnis Rental Mobil Andalkan Momentum Akhir Tahun
| Senin, 02 November 2026 | 07:05 WIB

Pebisnis Rental Mobil Andalkan Momentum Akhir Tahun

Permintaan rental kendaraan secara umum masih cukup baik. Secara musiman, permintaan biasanya meningkat memasuki periode akhir tahun.

Dibayangi Data Domestik dan Implementasi HSC, IHSG Masih Berisiko Tertekan
| Senin, 02 November 2026 | 07:04 WIB

Dibayangi Data Domestik dan Implementasi HSC, IHSG Masih Berisiko Tertekan

Pergerakan IHSG akan dibayangi implementasi kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) perkembangan isu MSCI, dan sejumlah data ekonomi.

OJK Tidak Menutup Opsi Sanksi Pidana
| Senin, 02 November 2026 | 07:03 WIB

OJK Tidak Menutup Opsi Sanksi Pidana

Upaya penindakan atas kecurangan dalam penawaran saham perdana bakal terus berlanjut dalam waktu dekat

Emiten Mind Id Mengantongi Laba Tinggi
| Senin, 02 November 2026 | 07:00 WIB

Emiten Mind Id Mengantongi Laba Tinggi

Kinerja emiten Mind Id ditopang oleh kenaikan harga komoditas, peningkatan volume produksi dan penjualan, serta efisiensi operasional.

INDEKS BERITA

Terpopuler