Berita Bisnis

Pukulan Berat Industri Pembiayaan

Minggu, 16 Agustus 2020 | 10:40 WIB
Pukulan Berat Industri Pembiayaan

ILUSTRASI. Penjualan?kendaraan bermotor di pusat perbelanjaan, Jakarta, Kamis (5/7). KONTAN/Cheppy A. Muchlis

Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Dikky Setiawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lampu kuning sudah menyala bagi industri pembiayaan. Terdampak pandemi korona, dalam hitungan tiga bulan saja, rasio pembiayaan bermasalah atau non performing finance (NPF) melonjak tinggi. Saat ini, rasio NPF gross perusahaan multifinance bertengger pada angka 5% per Juni 2020, lebih tinggi dari posisi 4,11% yang tercatat  Mei lalu. Pada akhir 2019, NPF berada di level 2,40%.

Bambang W. Budiawan, Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2B Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui, tren NPF di perusahaan pembiayaan terus naik karena pendapatan konsumen masih lemah diikuti oleh penurunan pembiayaan.  Belum lagi, kebijakan pembatasan sosial membuat tim collection kesulitan melakukan penagihan utang.   

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.

Sudah berlangganan? Masuk

Berlangganan

Berlangganan Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi, bisnis, dan investasi pilihan

Rp 20.000

Bayar per artikel

Hanya Rp 5.000 untuk membaca artikel ini

Rp 5.000

Berlangganan dengan Google

Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran karena Google akan mengingat metode yang sudah pernah digunakan.

Terbaru