Pusat Finansial

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:10 WIB
Pusat Finansial
[ILUSTRASI. TAJUK - Haris Hadinata (KONTAN/Indra Surya)]
Harris Hadinata | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia semakin mantap mempersiapkan pembentukan pusat keuangan internasional atawa international financial center (IFC). Rancangan undang-undang soal pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) sudah masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas) prioritas 2026. 

Tentu saja, masih butuh waktu sampai PFII benar-benar berdiri. Pemerintah juga belum mematok target waktu khusus kapan IFC ala Indonesia ini mulai beroperasi. Bila sudah beroperasi, salah satu harapannya, pusat finansial ini bisa lebih mudah menarik dana investasi dari asing ke dalam negeri, termasuk untuk pembiayaan proyek-proyek prioritas pemerintah.

Cuma, kalau berkaca dari kondisi yang terjadi di Indonesia saat ini, sepertinya akan tetap sulit untuk menarik dana besar-besaran ke dalam negeri, meski melalui IFC. 

Kemarin, MSCI mengumumkan Indonesia tetap merupakan emerging market dalam MSCI Market Classification Review. Jadi, kekhawatiran pelaku pasar Indonesia kehilangan status emerging market dan turun menjadi frontier market masih belum terjadi.

Tapi, posisi Indonesia belum aman. MSCI mengatakan akan melakukan evaluasi kembali di November 2026. MSCI masih konsistensi pelaksanaan perbaikan sejumlah hal yang dianggap jadi masalah.

Mengingatkan saja, beberapa hal yang dipermasalahkan MSCI sebelum ini antara lain transparansi kepemilikan saham, kualitas informasi pasar, serta kemudahan bagi investor global memahami pasar Indonesia. Jadi, bisa dibilang, sebelum ini Indonesia masih kurang di faktor-faktor tersebut. Padahal, semuanya adalah faktor yang menentukan kesuksesan sebuah IFC.

Jadi, sebelum pusat finansial internasional beroperasi, Indonesia perlu berbenah besar-besaran. Kalau investor asing masih hati-hati dan masih mempertanyakan transparansi di pasar saham, yang merupakan bagian dari pasar keuangan, akan sulit bagi IFC untuk menarik masuk dana asing secara optimal.

Selain soal transparansi, Indonesia juga perlu berbenah soal kepastian hukum. Masih ada kejadian pemerintah mengeluarkan suatu kebijakan, hanya untuk kemudian mencabut lagi kebijakan tersebut setelah mendapat penolakan. Ketidakpastian hukum adalah sesuatu yang dihindari investor.

Selain itu, sumber daya manusia di sektor keuangan juga perlu ditingkatkan. Saat ini, sumber daya manusia yang memiliki keahlian di sektor keuangan masih terbatas.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

BI Minta Bank Dorong Penyaluran Kredit UMKM
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:30 WIB

BI Minta Bank Dorong Penyaluran Kredit UMKM

Pertumbuhan kredit ke sektor tersebut hingga pertengahan 2026 masih tipis, hanya 1,2% secara tahunan

Purbaya Tambah Rp 31 Triliun untuk PPPK Jadi PNS
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:11 WIB

Purbaya Tambah Rp 31 Triliun untuk PPPK Jadi PNS

Menkeu Purbaya memastikan tambahan anggaran tersebut tidak menambah defisit anggaran tahun depan    

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat Jumat (20/8), Simak Rekomendasi Sejumlah Saham
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:03 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat Jumat (20/8), Simak Rekomendasi Sejumlah Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan kembali mengalami penguatan pada perdagangan Jumat (20/8/2026).

SILO Akuisisi 14 RS Senilai Rp 9 Triliun, Lebih dari Sekadar Asset Recycling?
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:01 WIB

SILO Akuisisi 14 RS Senilai Rp 9 Triliun, Lebih dari Sekadar Asset Recycling?

Dampak terhadap laba SILO bergantung pada perbandingan antara beban sewa yang berhasil dihindari dengan tambahan depresiasi dan beban bunga.​

Batasan BBM Bersubsidi Hemat Anggaran 10%
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:01 WIB

Batasan BBM Bersubsidi Hemat Anggaran 10%

Pemerintah akan membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi bagi masyarakat yang masuk desil 10 mulai tahun ini

Dalam Enam Bulan Utang Luar Negeri BI Melesat 72%
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Dalam Enam Bulan Utang Luar Negeri BI Melesat 72%

Posisi utang luar negeri (ULN) bank sentral per akhir Juni 2026 sebesar US$ 42,46 miliar            

Sebelum Berlibur Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Sebelum Berlibur Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Setelah asing mulai berbalik melakukan akumulasi, setidaknya tekanan terhadap IHSG menjadi lebih ringan. 

Daya Ungkit Belanja Semakin Menyusut
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Daya Ungkit Belanja Semakin Menyusut

Alokasi belanja pegawai meningkat di tengah penurunan belanja barang dan belanja modal              

Inquiry Lahan Kawasan Industri SSIA Melonjak 88%, Konversi ke Pre-sales Jadi Ujian
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Inquiry Lahan Kawasan Industri SSIA Melonjak 88%, Konversi ke Pre-sales Jadi Ujian

SSIA bakal mengembangkan Subang Smartpolitan Phase 3 seluas 400 ha dengan kebutuhan belanja modal sekitar Rp 1 triliun.

Godzilla El Nino Ancam Produksi Sawit, Bagaimana Prospek Saham AALI?
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Godzilla El Nino Ancam Produksi Sawit, Bagaimana Prospek Saham AALI?

Proyeksi kenaikan harga TBS bisa berpengaruh ke AALI karena ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pasokan dari pihak eksternal.

INDEKS BERITA

Terpopuler