Rally Masih Berlanjut, Sebulan Terakhir Harga Saham GOTO Melejit 106,19 Persen

Selasa, 14 Juni 2022 | 20:34 WIB
Rally Masih Berlanjut, Sebulan Terakhir Harga Saham GOTO Melejit 106,19 Persen
[ILUSTRASI. Suasana saat pencatatan perdana saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada 11 April 2022. DOK/GOTO]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minat pelaku pasar terhadap saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tampaknya masih membuncah. Ini terlihat dari harga saham GOTO yang pada penutupan perdagangan Selasa (14/6) berhasil mencetak rekor. Ditutup Rp 400 per saham, level ini menjadi pencapaian harga tertinggi sejak GOTO listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

GOTO melantai di BEI pada 11 April 2022 di harga perdana Rp 338 per saham. Sebulan pertama, saham GOTO terus tertekan hingga mencapai titik terendah di Rp 194 per saham. Namun sejak itu, harga saham GOTO langsung mengalami rebound.

Jika dihitung dari titik terendah tersebut, artinya dalam sebulan terakhir rally saham GOTO sudah mencetak kenaikan harga hingga 106,19 persen. Sementara jika dibanding harga perdana saat initial public offering (IPO), harga saham GOTO saat ini sudah melompat 18,34%.

 

 

Konsultan Editor DealStreetAsia, Angus Machintosh dalam publikasinya yang diakses Selasa (14/6) menulis, rebound harga saham GOTO tak lepas dari perbaikan fundamental bisnis,  yang tercermin dalam laporan keuangan kuartal I-2022.

Misalnya, take rates untuk segmen e-commerce yang digawangi Tokopedia naik menjadi 2,9% di kuartal I-2022 dibanding 2,5% di periode sama tahun lalu. Sementara di segmen on demand services membaik dari 19,2% menjadi 21%. Peluang pertumbuhan take rates, lanjutnya, akan terbuka seiring kenaikan biaya komisi hingga 200 basis poin. 

Sementara itu kenaikan biaya promosi yang signifikan di kuartal I-2022, berdampak pada membengkaknya kerugian GoTo. Namun, imbuhnya, hal ini bukanlah hal yang mengejutkan mengingat GoTo tidak ingin ketinggalan momentum pemulihan pasca melandainya kasus Covid-19 yang sedang berlangsung. 

"Dengan pasar yang terlihat lebih rasional, kita seharusnya melihat penurunan biaya promosi dalam beberapa kuartal ke depan," ujar Angus Machintosh.

Baca Juga: Bitcoin Terpantau Stabil Tapi Sentimen Pembekuan Celcius & Inflasi AS Masih Membayang

Andre Soelistyo, CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mengatakan pihaknya mengambil sejumlah langkah efisiensi biaya untuk meningkatkan GTV. Seperti menekan insentif bagi pelanggan, serta biaya penjualan dan pemasaran. 

Saat ini beban total insentif dan beban biaya penjualan dan pemasaran, berkurang 90 basis poin (bps) dan 40 bps dari GTV GoTo di kuartal I 2022 jika dibandingkan kuartal I 2021.

“Sementara itu, margin kontribusi kami sebagai presentasi dari GTV meningkat 100 basis poin,” kata Andre dalam Public Expose Tahunan PT GoTo Gojek Tokopedia, (10/6). 

Adapun margin EBITDA yang disesuaikan, bila dibandingkan dengan GTV, meningkat 70 basis poin pada kuartal I tahun ini. Andre mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan strategi GoTo menuju profitabilitas sudah di jalur yang tepat.

Bagikan

Berita Terbaru

Portofolio Direktur Allo Bank Ganda Raharja: Untung dari Diversifikasi Portofolio
| Minggu, 08 Maret 2026 | 04:30 WIB

Portofolio Direktur Allo Bank Ganda Raharja: Untung dari Diversifikasi Portofolio

Direktur Allo Bank Ganda Raharja buka-bukaan strategi investasinya. Ia berhasil alokasikan 30% dana di emas digital. Simak cara lengkapnya

Rupiah Melemah, Konflik Global & Rating Indonesia Ancam Ekonomi
| Minggu, 08 Maret 2026 | 04:00 WIB

Rupiah Melemah, Konflik Global & Rating Indonesia Ancam Ekonomi

Rupiah melemah ke Rp16.925/USD Jumat lalu. Konflik global dan rating Fitch jadi pemicu utama. Simak proyeksi dan dampaknya di sini.

Manis Cuan Bisnis Buah dari Timur Tengah
| Minggu, 08 Maret 2026 | 02:55 WIB

Manis Cuan Bisnis Buah dari Timur Tengah

Tingginya minat masyarakat terhadap kurma membuat bisnis buah khas Timur Tengah ini menjanjikan bagi pelaku usaha.

Banyak Dicari, Bisnis Emas Bank Syariah Kian Mendaki
| Minggu, 08 Maret 2026 | 02:50 WIB

Banyak Dicari, Bisnis Emas Bank Syariah Kian Mendaki

Sebagai aset save haven, pamor emas semakin berkilau di tengah panasnya konflik di Timur Tengah seperti saat ini. 

Ujian Diplomasi BoP
| Minggu, 08 Maret 2026 | 02:35 WIB

Ujian Diplomasi BoP

​Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga berpotensi memicu volatilitas harga energi dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi global. 

Rahasia Bisnis Xurya Menambang Cuan dari Cahaya
| Minggu, 08 Maret 2026 | 02:30 WIB

Rahasia Bisnis Xurya Menambang Cuan dari Cahaya

Meningkatnya kebutuhan energi bersih di sektor industri membuka peluang bisnis besar bagi PT Xurya Daya Indonesia (Xurya).

 
Rekomendasi Larangan Datang Saat Bisnisnya Tumbuh Mekar
| Minggu, 08 Maret 2026 | 02:20 WIB

Rekomendasi Larangan Datang Saat Bisnisnya Tumbuh Mekar

BNN merekomendasikan larangan total vape di Indonesia. Usulan itu mendapat pertentangan karena bisnisnya sudah kadung membesar.

Biaya Operasional Membengkak, Laba Cinema XXI (CNMA) Tergerus di Sepanjang 2025
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:56 WIB

Biaya Operasional Membengkak, Laba Cinema XXI (CNMA) Tergerus di Sepanjang 2025

Mayoritas pendapatan  PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) berasal dari penjualan tiket sebesar Rp 3,6 triliun. 

Laba Bersih Petrosea (PTRO) Melonjak 197,01% di Sepanjang 2025
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:48 WIB

Laba Bersih Petrosea (PTRO) Melonjak 197,01% di Sepanjang 2025

Mayoritas pendapatan PTRO pada 2025 berasal dari segmen pertambangan, dengan kontribusi sebesar US$ 441,27 juta.

Disetir Sentimen Perang AS-Iran dan Penurunan Outlook RI, IHSG Anjlok 7,89% Sepekan
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:44 WIB

Disetir Sentimen Perang AS-Iran dan Penurunan Outlook RI, IHSG Anjlok 7,89% Sepekan

Anjloknya kinerja IHSG sepanjang pekan ini, antara lain, dipicu sentimen konflik AS-Iran dan penurunan outlook Indonesia oleh Fitch Ratings. 

INDEKS BERITA

Terpopuler