KONTAN.CO.ID - Ella mengaku rugi karena dana yang ia tempatkan di salah satu peer to peer (P2P) lending ternyata gagal bayar. Ella sudah tahu bahwa P2P adalah investasi yang berisiko. Akan tetapi, karena ingin mencoba sesuatu yang baru, Ella berani menempatkan uangnya di salah satu pinjol.
Untung saja, Ella tak menyetorkan uang dalam jumlah besar. Hanya, kerugian itu membuatnya kapok dan menyatakan tidak akan menaruh uang lagi di jenis instrumen investasi seperti ini.
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.
Sudah berlangganan? MasukBerlangganan
Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan
Kontan Digital Premium Access
Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari
Rp 120.000
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.