Risiko Masih Membayangi Prospek Pertumbuhan Ekonomi Indonesia versi S&P

Selasa, 03 Mei 2022 | 05:10 WIB
Risiko Masih Membayangi Prospek Pertumbuhan Ekonomi Indonesia versi S&P
[ILUSTRASI. Pekerja melakukan proses bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/4/2022). Risiko yang Membayangi Prospek Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Versi S&P.]
Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P) melihat masih ada risiko baru membayangi prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. 

“Sebagian besar risiko berasal dari konflik yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina,” tulis lembaga tersebut dalam laporannya, seperti dikutip Senin (2/5). 

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Waspada, Beban Bunga Utang Berisiko Membengkak
| Selasa, 17 Maret 2026 | 03:00 WIB

Waspada, Beban Bunga Utang Berisiko Membengkak

Imbal hasil SBN tenor 10 tahun bergerak naik mendekati asumsi dalam APBN 2026                       

Tetap Hati-Hati Meski Permintaan Tumbuh Tinggi
| Selasa, 17 Maret 2026 | 02:50 WIB

Tetap Hati-Hati Meski Permintaan Tumbuh Tinggi

Pembiayaan kendaraan listrik oleh perusahaan leasing masih mampu tumbuh 39,13% secara tahunan menjadi Rp 21,05 triliun pada Januari 2026.

Peluang Melawan Kepanikan Pasar
| Selasa, 17 Maret 2026 | 02:42 WIB

Peluang Melawan Kepanikan Pasar

Beberapa perubahan anggaran diperlukan sebagai langkah kongkret bentuk komunikasi ke publik mengenai keseriusan tersebut.

Penuhi Free Float 15%, Bank Menunggu Regulasi
| Selasa, 17 Maret 2026 | 02:00 WIB

Penuhi Free Float 15%, Bank Menunggu Regulasi

Emiten perbankan yang belum penuhi free float siap mengikuti aturan .                                    

SSSG Akhirnya Menghijau, Analis Ramai-Ramai Kerek Target Harga Saham ACES
| Senin, 16 Maret 2026 | 10:10 WIB

SSSG Akhirnya Menghijau, Analis Ramai-Ramai Kerek Target Harga Saham ACES

Tekanan depresiasi rupiah terhadap renminbi serta masih lemahnya daya beli kelas menengah atas menjadi tantangan berat.

Eskalasi Konflik Terus Meningkat, Harga Batubara Ditaksir bisa Capai US$ 200 per Ton
| Senin, 16 Maret 2026 | 09:44 WIB

Eskalasi Konflik Terus Meningkat, Harga Batubara Ditaksir bisa Capai US$ 200 per Ton

Kenaikan harga batubara tidak cukup mampu untuk menolong perekonomian domestik meski permintaan global meningkat.

Jaga Likuiditas Saham, Emiten Menggelar Aksi Buyback
| Senin, 16 Maret 2026 | 09:13 WIB

Jaga Likuiditas Saham, Emiten Menggelar Aksi Buyback

Hingga pertengahan Maret tahun ini, sudah ada beberapa emiten yang sedang dan berencana melaksanakan aksi buyback saham.​

Laba PRDA Tergerus 23%, Ini Fokus Ekspansi Prodia dan Rekomendasi Sahamnya
| Senin, 16 Maret 2026 | 09:05 WIB

Laba PRDA Tergerus 23%, Ini Fokus Ekspansi Prodia dan Rekomendasi Sahamnya

Penurunan laba bersih PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) murni dipicu oleh siklus normalisasi permintaan pasca-pandemi.

OJK Menargetkan Nilai Kapitalisasi Bursa Indonesia Bisa Tembus Rp 25.000 Triliun
| Senin, 16 Maret 2026 | 09:03 WIB

OJK Menargetkan Nilai Kapitalisasi Bursa Indonesia Bisa Tembus Rp 25.000 Triliun

Pada 2031, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan nilai kapitalisasi pasar atau market cap bursa saham Indonesia mencapai Rp 25.000 triliun​.

Buyback Jadi Sinyal Optimisme, Fair Value Saham ADRO Ditaksir Rp 2.600–Rp 2.800
| Senin, 16 Maret 2026 | 08:25 WIB

Buyback Jadi Sinyal Optimisme, Fair Value Saham ADRO Ditaksir Rp 2.600–Rp 2.800

Arus kas yang masih kuat dari bisnis batubara membuka ruang bagi ADRO untuk tetap membagikan dividen yang menarik bagi investor.

INDEKS BERITA