Rupiah Dijegal Tekanan Domestik dan Penantian Inflasi AS

Senin, 12 Juni 2023 | 04:30 WIB
Rupiah Dijegal Tekanan Domestik dan Penantian Inflasi AS
[]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah diperkirakan akan terkena tekanan terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini. Sebab kebutuhan akan dollar AS makin meningkat. 

Senior Economist KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana mengatakan, tekanan cukup kuat pada rupiah sejatinya sudah terasa sejak akhir pekan lalu. Tekanan rupiah tersebut akibat turunnya cadangan devisa sebesar US$ 3,9 juta yang dinilai kurang baik untuk stabilitas rupiah.

Baca Juga: Disetir Sentimen Data Ekonomi, Intip Proyeksi Rupiah Untuk Senin (12/6)

"Namun, tekanan rupiah terminimalisasi karena mungkin penggunaannya untuk pembayaran utang dan pembayaran impor," ujar Fikri, Minggu (11/6). Di sisi lain, hal tersebut mencerminkan ada risiko dari turunnya neraca perdagangan di bulan Mei. 

Sehingga kemungkinan rilis neraca dagang yang dijadwalkan pekan ini akan buruk. "Jadi saya pikir kemungkinan rupiah akan terdepresiasi di hari Senin," kata Fikri.

Pengamat Valas dan Komoditas, Lukman Leong justru berbeda pendapat. Dia memperkirakan akan kembali melanjutkan penguatan di awal pekan ini. Menurut dia, investor cenderung akan wait and see menantikan data inflasi AS dan pertemuan FOMC. 

"Rupiah berpotensi menguat mengantisipasi data perdagangan Indonesia yang diperkirakan akan kembali surplus," proyeksi Lukman. Dia memperkirakan, rupiah akan bergerak pada rentang Rp 14.800-Rp 14.900 per dollar AS. Sementara Fikri memperkirakan mata uang Garuda akan bergerak di Rp 14.820-Rp 15.720.

Baca Juga: Kurs Rupiah Menguat 1% Dalam Sepekan, Simak Prediksi untuk Pekan Depan

Rupiah di pasar spot pada Jumat (9/6) menguat 0,37% di Rp 14.840. Begitu juga kurs rupiah di Jisdor menguat 0,33% di Rp 14.853 per dollar AS.
 

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Kepercayaan Pasar Belum Pulih, IPO di BEI Masih Sepi
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Kepercayaan Pasar Belum Pulih, IPO di BEI Masih Sepi

Sejak awal tahun hingga 12 Oktober 2026, baru ada tujuh emiten melantai di BEI, dengan total dana yang dihimpun Rp 2,16 triliun. 

Saham Big Caps Anjlok, Kinerja IHSG Semakin Jeblok
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Saham Big Caps Anjlok, Kinerja IHSG Semakin Jeblok

Saham-saham big caps rontok pada perdagangan Senin (12/10) akibat rumor sanksi OJK terhadap sejumlah emiten.

 

ASII Tender Sukarela Saham AUTO Pada Harga Rp 3.600
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:12 WIB

ASII Tender Sukarela Saham AUTO Pada Harga Rp 3.600

Dalam penawaran ini, PT Astra International Tbk (ASII) berencana membeli saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) paling banyak 238.442.293 lembar.

CSRA Tebar Dividen Interim Hingga Rp 30,75 Miliar
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:04 WIB

CSRA Tebar Dividen Interim Hingga Rp 30,75 Miliar

 PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) membagikan dividen interim sebesar Rp 30,75 miliar dari buku tahun 2026.

Prospek Saham MTEL: Peluang dari 5G, FWA, Fiber Optik, dan Konsolidasi Menara
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:19 WIB

Prospek Saham MTEL: Peluang dari 5G, FWA, Fiber Optik, dan Konsolidasi Menara

Sekitar separuh menara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) telah terhubung dengan jaringan serat optik. 

Martina Berto (MBTO) Bidik Pertumbuhan Penjualan 24%
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:53 WIB

Martina Berto (MBTO) Bidik Pertumbuhan Penjualan 24%

Bisnis jasa manufaktur atau maklon untuk industri kosmetik turut menambah pundi-pundi PT Martina Berto Tbk (MBTO). 

Rumor Temuan Manipulasi Harga Pengaruhi MSCI & FTSE, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:51 WIB

Rumor Temuan Manipulasi Harga Pengaruhi MSCI & FTSE, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Yang ditakutkan pasar, temuan manipulasi bisa memengaruhi perlakuan MSCI dan FTSE tepat menjelang keputusan November mendatang.

Produksi CPO Cisadane Sawit Raya (CSRA) Ditopang Tiga Pabrik
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Produksi CPO Cisadane Sawit Raya (CSRA) Ditopang Tiga Pabrik

PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) membidik volume produksi minyak sawit mentah tumbuh 31% di sepanjang tahun ini

Dihadang Bea Keluar, Ekspor Emas Indonesia Anjlok
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:38 WIB

Dihadang Bea Keluar, Ekspor Emas Indonesia Anjlok

Prospek kinerja emiten sektor emas tetap solid karena harga emas masih bertahan di atas US$ 4.000 per ons troi.

Menakar Prospek GJTL di Tengah Rencana Bangun Pabrik Ban EV Senilai Rp 10 Triliun
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Menakar Prospek GJTL di Tengah Rencana Bangun Pabrik Ban EV Senilai Rp 10 Triliun

GJTL masih harus menghadapi persaingan dengan produsen ban asal China yang menawarkan harga lebih murah.​

INDEKS BERITA

Terpopuler