Rupiah Jeblok Bikin Bengkak Beban Utang, Kredibilitas Kebijakan Pemerintah Disorot
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih terus terjerembap hingga menembus level psikologis Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Merujuk data Bloomberg, mata uang Garuda ditutup melemah di posisi Rp 17.526 per dolar AS pada perdagangan Kamis (14/5). Posisi ini mengindikasikan rupiah telah terperosok sedalam 5,07% apabila dibandingkan dengan titik akhir tahun 2025 yang bertengger di level Rp 16.680 per dolar AS.
Seirama dengan pelemahan kurs, imbal hasil alias yield Surat Berharga Negara (SBN) ikut melambung. Mengutip data Investing.com, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun ditutup mendaki ke level 6,71% dari sebelumnya 6,12% pada pengujung Desember 2025. Bahkan, yield SBN ini sempat merangsek mendekati level 7% pada akhir April lalu.
