Rupiah Terancam: Konflik Timur Tengah Picu Modal Asing Kabur?
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saling serang antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat memicu sentimen risk-off global. Investor beralih ke dolar AS dan obligasi pemerintah AS, menekan aset negara berkembang termasuk Indonesia.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai, arus modal asing berisiko keluar seiring ketidakpastian konflik dan potensi gangguan energi. Data menunjukkan investor asing masih mencatat net sell Rp 9,51 triliun di pasar saham secara year to date, sementara pasar SBN juga mencatat arus keluar Rp 3,39 triliun, meski instrumen SRBI masih membukukan arus masuk.
Baca Juga: Pasokan Impor Bijih Nikel Bisa Tersendat
