Rupiah Undervalued dan Stagnasi Transmisi Moneter
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia sudah melakukan hampir semua yang seharusnya. Sejak awal 2026, Rp 111,54 triliun digelontorkan untuk membeli obligasi pemerintah di pasar sekunder. Yield SRBI dinaikkan sampai outstanding menembus Rp 885,4 triliun. Ibaratnya, minum obat sudah, bahkan sesuai resep dokter, tapi gejala justru kian memburuk. Artinya, kemungkinan ada "obat" lain yang belum diresepkan dalam diagnosa bauran kebijakan fiskal dan moneter.
Intervensi digelar di pasar spot dan pasar NDF di Asia, Eropa hingga Amerika Serikat. Suku bunga acuan dipertahankan di 4,75% -- mengorbankan ruang stimulus pertumbuhan demi stabilitas kurs. Aliran modal asing bersih masuk US$ 1,9 miliar per 20 April. Tapi rupiah tetap bertengger di kisaran Rp 17.300 per dolar AS, level nominal terlemah yang pernah dicapai mata uang ini.
