Berita

Saat Tepat Masuk Instrumen Investasi Pendapatan Tetap

Sabtu, 01 Juli 2023 | 09:03 WIB
Saat Tepat Masuk Instrumen Investasi Pendapatan Tetap

ILUSTRASI. Obligasi Negara Ritel ORI023.

Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produk obligasi bisa menjadi pertimbangan sebagai bagian penting dalam portofolio investasi Anda. Instrumen investasi berbasis obligasi diyakini masih menawarkan tingkat pengembalian (return) yang lumayan.

Produk investasi pendapatan tetap atau fixed income yang bisa dipilih juga beragam. Terbaru, ada Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI023 yang memberi kupon 5,9% untuk tenor 3 tahun, dan 6,1% untuk tenor 6 tahun, tengah dijajakan pemerintah.

Perencana Keuangan Finansia Consulting, Eko Endarto mengatakan, produk fixed income seharusnya ada dalam portofolio jangka waktu pendek dan menengah pendek. Apalagi saat kondisi ekonomi belum stabil dan tidak bisa diprediksi.

Baca Juga: Arah Ekonomi Saham

Saat kondisi tidak terlalu baik, komposisi investasi di instrumen lain, seperti pasar saham sebaiknya dikurangi. Namun instrumen investasi saham atau obligasi disarankan harus tetap ada di dalam portofolio setiap investor.

"Kapan pun tetap harus punya produk fixed income, kata Eko kepada KONTAN, Jumat (30/6).

Head of Fixed Income Trimegah Asset Management, Darma Yudha mengamati, instrumen obligasi masih bisa menawarkan potensi upside. Penguatan pasar obligasi nampak masih akan berlanjut seperti yang terjadi selama semester I-2023. Namun, reli selanjutnya bakal terjadi secara bertahap.

Maklum, inflasi Indonesia relatif terjaga, sementara likuiditas perbankan cukup berlimpah. Momentum ini dianggap sangat baik untuk berinvestasi di instrumen investasi berbasis obligasi.

Amerika Serikat (AS) juga masih berpotensi menaikkan suku bunga, walaupun sudah terbatas. Ini masih akan mendukung pasar obligasi setidaknya hingga awal tahun depan.

Menurut Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), kinerja obligasi yang tercermin dari Indonesia Composite Bond Index(ICBI) menyentuh area 359,50 per 27 Juni 2023. Posisi ini naik 6,59% secara tahunan atau year to date (ytd) dan naik 11,53% year on year (yoy).

Sedangkan data Infovesta Utama menunjukkan, reksadana pendapatan tetap mencetak return 3,03% ytd per akhir Mei 2023. Sejumlah produk reksadana pendapatan tetap juga memberi return cukup tinggi, sekitar 7%. 

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas, Ramdhan Ario Maruto menilai, ORI023 masih kompetitif, jika dibandingkan instrumen investasi dengan karakteristik serupa yakni deposito. Dari sisi imbal hasil, ORI023 memiliki kupon lebih tinggi karena rata-rata bunga deposito sekitar 4%-5%.

Selain itu, pajak imbal hasil SBN ritel juga lebih rendah. Pajak untuk kupon SBN hanya 10%, sementara pajak bunga deposito 20%.

Ramdhan juga menilai, reksadana pendapatan tetap punya keunggulan tersendiri karena pengelolaan yang dilakukan manajer investasi bisa menghadirkan terobosan baru. Tetapi, berinvestasi secara tidak langsung artinya harus ada biaya pajak yang dikeluarkan untuk membayar jasa manajer investasi.

Sedangkan kata Eko, surat utang memiliki risiko lebih rendah karena bunga yang bersifat fixed rate. Berbeda dengan reksadana yang tidak menawarkan bunga tetap atau fixed rate. Sehingga obligasi ritel negara juga sangat cocok buat para investor pemula.

Terbaru
IHSG
7.253,12
0.32%
-23,63
LQ45
983,34
0.14%
1,38
USD/IDR
15.723
0,17
EMAS
1.179.000
1,29%