Samindo Resources Tetap Getol Mencari Kontrak Baru

Selasa, 14 April 2020 | 10:48 WIB
Samindo Resources Tetap Getol Mencari Kontrak Baru
[ILUSTRASI. PT Samindo Resources]
Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wabah corona masih melanda dunia usaha, termasuk bisnis pertambangan. Namun kondisi itu tak menyurutkan langkah PT Samindo Resources Tbk (MYOH) untuk meraih kontrak baru.

Kepala Hubungan Investor Samindo Resources Ahmad Zaki Natsir mengatakan, meski di tengah tekanan pandemi, pihaknya tetap optimistis bisa memperluas pangsa pasar. MYOH fokus mencari kontrak baru, terlebih kontrak bersama Bayan Group sudah selesai per November 2019 lalu.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Jumlah Nasabah Bertambah, Dana Kelolaan Bisnis Wealth Bank Meningkat
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Jumlah Nasabah Bertambah, Dana Kelolaan Bisnis Wealth Bank Meningkat

Bisnis wealth management perbankan terus bertumbuh, ditopang kenaikan nasabah tajir dan meningkatnya minat terhadap produk investasi.

Industri Baja dan Petrokimia Masih Terus Tertekan
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Industri Baja dan Petrokimia Masih Terus Tertekan

Kenaikan harga energi global berpotensi meningkatkan biaya logistik dan produksi secara tidak langsung.

Harga Pangan Mengerek Inflasi September
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Harga Pangan Mengerek Inflasi September

Harga-harga kembali bergerak naik pada September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan mencapai 0,30% per September.

IHSG Menguji Level 6.000 Jelang Akhir Pekan, Intip Prediksi Untuk Hari Ini (2/10)
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 04:50 WIB

IHSG Menguji Level 6.000 Jelang Akhir Pekan, Intip Prediksi Untuk Hari Ini (2/10)

IHSG melemah total 4,59% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG melemah 30,50%.   

Perlu Mewaspadai Risiko Penerbitan SBN
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 04:30 WIB

Perlu Mewaspadai Risiko Penerbitan SBN

Kenaikan kebutuhan pembiayaan ini perlu diimbangi upaya menjaga biaya utang dan mencegah pembiayaan pemerintah menekan sektor swasta. 

Mutu Tempat Barang Jaminan Gadai Masih Timpang
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 04:25 WIB

Mutu Tempat Barang Jaminan Gadai Masih Timpang

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, infrastruktur fisik penyimpanan barang jaminan di sejumlah perusahaan gadai swasta belum memadai.

Pemulihan Industri Manufaktur Masih Perlu Pembuktian
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 04:00 WIB

Pemulihan Industri Manufaktur Masih Perlu Pembuktian

Pemulihan PMI belum dirasakan secara merata oleh seluruh subsektor industri karena Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Kemperin justru menurun.

Bantuan Subsidi Upah Diproyeksi Menjadi Katalis Pendorong Kinerja Sektor Consumer
| Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Bantuan Subsidi Upah Diproyeksi Menjadi Katalis Pendorong Kinerja Sektor Consumer

Dampak bantuan subsidi upah diperkirakan moderat dan tidak berlangsung merata di seluruh subsektor konsumer.

Rights Issue GIAA 124,35 Miliar Saham, Ini Prospek dan Risiko Saham Garuda Indonesia
| Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Rights Issue GIAA 124,35 Miliar Saham, Ini Prospek dan Risiko Saham Garuda Indonesia

Dari sekitar 550 pesawat yang masih terdaftar untuk beroperasi di Indonesia, hanya 375 pesawat yang benar-benar diterbangkan.

Inflasi September 2026 Naik Jadi 3,28%, Harga Pangan dan Emas Jadi Pendorong
| Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Inflasi September 2026 Naik Jadi 3,28%, Harga Pangan dan Emas Jadi Pendorong

BPS mencatat inflasi berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 3,28% secara tahunan atau year on year (yoy) pada September 2026.

INDEKS BERITA

Terpopuler