Sawit Sumbermas (SSMS) Mengerek Kapasitas Pabrik Sawit

Rabu, 26 Juni 2019 | 10:10 WIB
Sawit Sumbermas (SSMS) Mengerek Kapasitas Pabrik Sawit
[]
Reporter: Kenia Intan | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga akhir tahun nanti, manajemen PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) berencana meningkatkan kapasitas pabrik tandan buah segar (TBS) menjadi 560 ton TBS per jam.

Hingga Mei 2019, Sawit Sumbermas sudah memiliki kapasitas produksi 500 ton TBS per jam. Pencapaian tersebut sudah meningkat dibandingkan kapasitas produksi tahun lalu yang sebesar 440 ton TBS per jam.

Chief Financial Officer (CFO) PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Nicholas J Whittle mengemukakan, penambahan kapasitas itu untuk mengantisipasi peningkatan produksi buah dari kebun yang siap panen. "Kami mencatat kenaikan 33,3% dari produksi TBS dari tahun ke tahun (yoy). Misalnya, sebesar 1,26 juta ton pada 2017 menjadi 1,62 juta ton di 2018," kata dia dalam paparan publik, Selasa (25/6). Dus, kenaikan TBS diikuti pertumbuhan produksi CPO sebesar 29,5% menjadi 444.000 ton di 2018.

Dengan rencana peningkatan itu, SSMS lebih percaya diri menghadapi beberapa dampak buruk tantangan industri, seperti melemahnya harga CPO, kontroversi biodiesel di Uni Eropa, serta tarif impor India yang tinggi.

Bahkan, Nicholas mengklaim, produktivitas CPO SSMS merupakan yang tertinggi di antara pemain lain. SSMS mampu mengerek produktivitas dari 5,4 ton CPO per hektare (ha) pada 2017 menjadi 5,9 CPO ton per ha di 2018. "Ditambah perkebunan kami yang efisien, kami tetap optimis di tahun 2019," ungkap dia.

Pada 2018, Sawit Sumbermas mencatatkan penjualan Rp 3,71 triliun dan laba bersih Rp 86,77 miliar. Dari pencapaian tersebut, pemegang saham SSMS memutuskan sebesar 30% laba bersih 2018 untuk dividen. "Kami membagikan dividen sebesar Rp 25,86 miliar," kata Nicholas.

Selain untuk dividen, SSMS akan menggunakan 20% dari laba bersih atau setara dengan Rp 17,20 miliar untuk cadangan wajib. Sedangkan sisa laba sebesar Rp 43,101 miliar akan masuk ke cadangan lainnya untuk menambah saldo laba ditahan.

Saat ini, sebagian besar saham SSMS dimiliki PT Citra Borneo Indah sebesar 53,75%, PT Putra Borneo Agro Lestari sebesar 8,38%. Sementara investor publik menguasai 37,86% saham.

Bagikan

Berita Terbaru

Siapkan Aturan Soal Nasib Proyek Whoosh
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Siapkan Aturan Soal Nasib Proyek Whoosh

Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, BP BUMN dan BPI Danantara sedang menyiapkan rancangan Perpres yang mengatur keberlanjutan Whoosh

2027, Siap Pungut Cukai Minuman Berpemanis
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:47 WIB

2027, Siap Pungut Cukai Minuman Berpemanis

Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budi Utama menargetkan pungutan cukai minuman berpemanis berlaku semester II-2026

Menyoal Risiko Penyaluran Kredit dan Transparansi Bank Mandiri
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:23 WIB

Menyoal Risiko Penyaluran Kredit dan Transparansi Bank Mandiri

Kredit jumbo Bank Mandiri ke Jhonlin Group milik Haji Isam dengan jaminan saham menjadi sorotan karena nilai pinjaman dan risikonya belum jelas.

Pemerintah Percepat Restitusi Pajak
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Pemerintah Percepat Restitusi Pajak

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menginstruksikan Ditjen Pajak untuk mempercepat restitusi pajak, khususnya untuk industri padat karya dan UMKM

Suntik Rp 20 Triliun ke BPJS Kesehatan
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:07 WIB

Suntik Rp 20 Triliun ke BPJS Kesehatan

Suntikan dana tersebut diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 73 Tahun 2026. Pencairan dana tersebut dilakukan bertahap.​

Upaya Mengejar Setoran Pajak hingga Akhir Tahun
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:53 WIB

Upaya Mengejar Setoran Pajak hingga Akhir Tahun

Pemerintah masih harus mengumpulkan penerimaan sekitar Rp 750 triliun dalam tiga bulan              

Dibayangi Sentimen AS, IHSG Sepekan Naik 0,94%
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Dibayangi Sentimen AS, IHSG Sepekan Naik 0,94%

Jumat (9/10), IHSG naik 1,04% atau 62,48 poin ke level 6.093,76. Dalam sepekan terakhir, IHSG tercatat menguat 0,94%.

Ecocare Indo Pasifik (HYGN) Siapkan Ekspansi Demi Kejar Target Kinerja
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:51 WIB

Ecocare Indo Pasifik (HYGN) Siapkan Ekspansi Demi Kejar Target Kinerja

PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) memperluas sumber pendapatan baru di bisnis layanan higienitas terintegrasi

Tertekan Aksi Jual Paksa, Bitcoin dan Ethereum Kompak Turun
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Tertekan Aksi Jual Paksa, Bitcoin dan Ethereum Kompak Turun

Pergerakan aset kripto masih berada dalam tekanan, akibat gelombang aksi jual paksa yang melanda berbagai platform aset digital

Review Sepekan: Otot Rupiah Masih Rapuh
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Review Sepekan: Otot Rupiah Masih Rapuh

Sempat melemah ke Rp 17.917 per dolar Amerika Serikat (AS) di awal pekan, rupiah menguat tipis di akhir perdagangan pekan ini.

INDEKS BERITA