KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah kembali mengandalkan surat berharga negara (SBN) domestik untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan utang tahun ini. Alhasil, porsi penerbitan SBN berdenominasi valuta asing (valas) kembali turun.
Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Riko Amir mengatakan, porsi SBN domestik antara 75% hingga 85% dari target pembiayaan utang 2023. Sisanya, akan dipenuhi dari penerbitan SBN valas.
