Sebelum Kabar Pencabutan Izin Martabe, Asing Sedang Akumulasi UNTR

Kamis, 22 Januari 2026 | 10:36 WIB
Sebelum Kabar Pencabutan Izin Martabe, Asing Sedang Akumulasi UNTR
[ILUSTRASI. Tambang emas Martabe (KONTAN/Akhmad Suryahadi)]
Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) anjlok 14,93% ke level 27.200 per saham pada perdagangan Rabu (21/1/2026). Sebelum adanya penurunan signifikan ini Bloomberg merekam investor institusi asing masih dalam aksi akumulasi hingga tanggal data Selasa (20/1/2026). Walau demikian investor ritel diperingatkan untuk tetap hati-hati sebelum mengikuti langkah investasi asing di saham ini.

Melansir Bloomberg ada sembilan investor institusi asing yang mengakumulasi saham UNTR dengan total 5.500.444 saham. Pemborong terbesar adalah Invesco Ltd yang menambah 3,89 juta saham UNTR di tanggal data 20 Januari 2025. Lewat aksinya ini, Invesco jadi mengelola 62,14 juta saham dengan cost basis (average) 23.854 per saham.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Kuota Tak Lagi Hangus, ARPU Telko Tergerus atau Cuma Ilusi?
| Senin, 27 Juli 2026 | 07:49 WIB

Kuota Tak Lagi Hangus, ARPU Telko Tergerus atau Cuma Ilusi?

Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terkait larangan penghangusan kuota internet.

Hati-Hati di Balik Kontrak PSEL 30 Tahun
| Senin, 27 Juli 2026 | 07:24 WIB

Hati-Hati di Balik Kontrak PSEL 30 Tahun

Dari 12 PLTSa yang ditetapkan sebagai proyek strategis nasional sejak 2016, baru dua yang beroperasi,

Harga Minyak Mendidih Lagi, Subsidi Membengkak
| Senin, 27 Juli 2026 | 07:02 WIB

Harga Minyak Mendidih Lagi, Subsidi Membengkak

Harga minyak dunia nyaris menembus US$ 100 per barel dan mengancam ketahanan fiskal di dalam neegeri

Efisiensi, Kunci Penguatan Kinerja Emiten Sektor Batubara
| Senin, 27 Juli 2026 | 07:00 WIB

Efisiensi, Kunci Penguatan Kinerja Emiten Sektor Batubara

Emiten sektor batubara tertekan kenaikan biaya operasional di tengah tekanan sentimen kebijakan dari dalam negeri 

Rupiah Masih Akan Tertekan pada Awal Pekan Ini
| Senin, 27 Juli 2026 | 07:00 WIB

Rupiah Masih Akan Tertekan pada Awal Pekan Ini

Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (24/7), rupiah spot melemah 0,15% secara harian ke Rp 17.963 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Dunia Usaha Menanti Kepastian Tarif Amerika
| Senin, 27 Juli 2026 | 06:54 WIB

Dunia Usaha Menanti Kepastian Tarif Amerika

Pelaku usaha mewaspadai ketidakpastian aturan di balik pemberlakuan tarif baru oleh pemerintah Amerika Serikat

Proyeksi IHSG pada Senin 27 Juli 2026 dan Rekomendasi Sahamnya
| Senin, 27 Juli 2026 | 06:45 WIB

Proyeksi IHSG pada Senin 27 Juli 2026 dan Rekomendasi Sahamnya

Pergerakan IHSG masih mendapat dukungan dari ekspektasi kinerja emiten kuartal II dan semester I-2026 yang relatif solid.

Tekanan Luar dan Dalam Masih Kuat, Yield SBN Menanjak
| Senin, 27 Juli 2026 | 06:20 WIB

Tekanan Luar dan Dalam Masih Kuat, Yield SBN Menanjak

Meski bunga acuan tetap, investor tetap meminta premi risiko lebih tinggi. Ini tercermin dari yield SBN yang menanjak. 

Beras Menengah
| Senin, 27 Juli 2026 | 06:10 WIB

Beras Menengah

Sudah saatnya pemerintah menanggalkan ilusi bahwa kelas menengah dapat dibiarkan berjalan sendiri tanpa intervensi kebijakan.

Pelemahan Harga Emas Global Menyeret Pergerakan Saham Emiten Peremasan
| Senin, 27 Juli 2026 | 06:00 WIB

Pelemahan Harga Emas Global Menyeret Pergerakan Saham Emiten Peremasan

Harga emas sejak awal tahun ini masih diliputi awan gelap, setelah reli panjang yang terjadi pada tahun 2024-2025.

INDEKS BERITA

Terpopuler