Sekadar Ganti Majikan

Rabu, 28 Januari 2026 | 06:11 WIB
Sekadar Ganti Majikan
[ILUSTRASI. Tedy Gumilar (KONTAN/Indra Surya)]
Tedy Gumilar | Senior Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Banjir bandang yang meluluhlantakkan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di pengujung 2025 tak cuma menyisakan duka, lumpur, dan batang kayu. Dengan dalih penegakan hukum, pemerintah mencabut izin 28 perusahaan yang beroperasi di kawasan hutan Sumatera. 

Sekilas, langkah ini terlihat heroik dan sejalan dengan tuntutan masyarakat. Dus, pemerintah mungkin perlu diberikan standing applause, karena seperti yang dibilang Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, hampir tidak pernah ada yang berani melakukan penegakan hukum hingga mencabut izin perusahaan yang sudah beroperasi lama. 

Namun, skenario pasca-pencabutan izin justru mengungkap kelalaian akut pemerintah. Bertahun-tahun panjang puluhan perusahaan ini diberikan karpet merah. Izin mereka diterbitkan oleh pemerintah, stempel di surat izinnya basah oleh tinta pejabat yang sah, dan operasional mereka dianggap legal.

Tak pernah sekalipun pemerintah menyebut mereka sebagai penjahat lingkungan, hingga banjir menerjang. Lalu, di mana fungsi pengawasan negara selama puluhan tahun?

Poin paling kritis dari kebijakan ini adalah nasib lahan pasca-pencabutan izin. Jika alasan utamanya adalah ekologis, seharusnya lahan tersebut diperbaiki lalu difungsikan kembali menjadi hutan.

Faktanya, bukannya diserahkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup atau Kementerian Kehutanan, malah Danantara yang dilibatkan. Dus, aset 22 perusahaan kehutanan bakal diserahkan ke Perhutani. Lalu aset lahan 6 perusahaan tambang diserahkan ke MIND ID.

Danantara adalah sovereign wealth fund yang punya mandat mencetak cuan bukan melakukan konservasi alam. Artinya, tipis harapan lahan rusak di Sumatera itu bakal dikembalikan seluruhnya menjadi hutan. Mereka hanya berganti majikan; dari swasta ke tangan Danantara. Keduanya sama-sama berorientasi pada keuntungan, hanya saja kali ini pelatnya berwarna merah.

Pemerintah pun sejatinya cuma memutar jurus lama, senada penyitaan jutaan hektare lahan sawit di kawasan hutan sebelumnya. Alih-alih sawitnya ditebang dan dikembalikan jadi hutan, pengelolaannya diserahkan ke Agrinas, yang juga di bawah naungan Danantara.

Sawit dan tambang yang sebelumnya dikelola swasta disebut merusak alam, tapi berubah jadi halal saat dikelola perusahaan negara. Memangnya reaksi pohon dan perut bumi tergantung siapa pemilik gergaji dan ekskavatornya?

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Pengusaha Dalam Negeri Lebih Irit Berinvestasi
| Minggu, 19 Juli 2026 | 06:50 WIB

Pengusaha Dalam Negeri Lebih Irit Berinvestasi

Realisasi PMDN pada periode April-Juni 2026 tercatat sebesar Rp 254,1 triliun, turun 7,8% jika dibandingkan realisasi di kuartal II-2025

Blue Bird (BIRD) Menambah Portofolio Layanan
| Minggu, 19 Juli 2026 | 06:20 WIB

Blue Bird (BIRD) Menambah Portofolio Layanan

Bluebird Prime melengkapi pilihan layanan yang telah dimiliki, yakni Bluebird untuk mobilitas harian dan Silverbird untuk perjalanan premium.

Evaluasi, Kita Sudah Lewat Semester Pertama
| Minggu, 19 Juli 2026 | 06:15 WIB

Evaluasi, Kita Sudah Lewat Semester Pertama

​Kita sudah melewati semester pertama 2026. Waktu yang lebih dari cukup untuk mengevaluasi dan mengambil kesimpulan atas progres pencapaian kerja.

Memangkas Emisi Baja Memakai Sinar Matahari
| Minggu, 19 Juli 2026 | 06:15 WIB

Memangkas Emisi Baja Memakai Sinar Matahari

Tuntutan dekarbonisasi global mendorong PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) mengandalkan energi surya sebagai

Kopdes Banyak Tugas
| Minggu, 19 Juli 2026 | 06:10 WIB

Kopdes Banyak Tugas

​ Kopdes bukan supermarket atau minimarket desa, melainkan infrastruktur pemerintah yang menjadi simpul berbagai layanan ekonomi dan sosial.

Proyek PSEL Danantara Bergulir, Mampu Memangkas Krisis Sampah dan Emisi?
| Minggu, 19 Juli 2026 | 06:10 WIB

Proyek PSEL Danantara Bergulir, Mampu Memangkas Krisis Sampah dan Emisi?

Pemerintah terus mengebut proyek pengolahan sampah jadi listrik. Danantara sudah memulai pembangunan serta menetapkan target.

 
Telaah Kenapa Bisnis Pergudangan Berkibar Saat Ekonomi Tertekan
| Minggu, 19 Juli 2026 | 05:35 WIB

Telaah Kenapa Bisnis Pergudangan Berkibar Saat Ekonomi Tertekan

Pergudangan menjadi salah satu sektor properti yang mampu unjuk gigi di tengah gejolak ekonomi. Apa penyebabnya?

Melepas Penat Bekerja Melalui Hobi Memelihara Hewan
| Minggu, 19 Juli 2026 | 05:20 WIB

Melepas Penat Bekerja Melalui Hobi Memelihara Hewan

Baginya, merawat ikan menjadi cara sederhana untuk melepas penat setelah menjalani .aktivitas sehari-hari

BEI: Empat Perusahaan Siap IPO
| Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:28 WIB

BEI: Empat Perusahaan Siap IPO

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, saat ini ada empat perusahaan dalam pipeline pencatatan saham (IPO) di BEI.​

Manajemen Indika Energy (INDY) Buka Suara Soal Divestasi Kideco Jaya Agung
| Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:23 WIB

Manajemen Indika Energy (INDY) Buka Suara Soal Divestasi Kideco Jaya Agung

Manajemen PT Indika Energy Tbk (INDY) buka suara terkait rumors perusahaan berencana melakukan divestasi anak usaha, yakni PT Kideco Jaya Agung.​

INDEKS BERITA

Terpopuler