Selain Peta Online, Waze Indonesia Membidik Ceruk Bisnis Periklanan

Selasa, 30 Juli 2019 | 07:55 WIB
Selain Peta Online, Waze Indonesia Membidik Ceruk Bisnis Periklanan
[]
Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aplikasi navigasi Waze Indonesia kian serius menggarap bisnisnya di Indonesia. Anak usaha Google Indonesia ini tak hanya ingin dikenal sebagai jasa layanan peta online, tapi juga masuk bisnis pasar periklanan di Indonesia.

Country Manager Waze Indonesia, Marlin R. Siahaan, menyebutkan pihaknya segera memperkenalkan prinsip Destination Marketing dengan membuka kesempatan bagi perusahaan lain untuk mempromosikan produknya lewat Waze.

"Saat orang berjalan menggunakan peta Waze, maka ada peluang bagi perusahaan untuk mengiklankan produknya di aplikasi kami," ungkap Marlin kepada KONTAN, Senin (29/7).

Waze Indonesia membidik setidaknya tiga industri, yakni quick service restaurant, industri otomotif dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

"Tapi nanti bisa juga industri perbankan mempromosikan kartu kreditnya. Juga industri FMCG yang memperkenalkan produk di gerai-gerai Indomaret maupun Alfamart," kata dia.

Sementara itu tarif iklan Waze mirip yang diterapkan oleh Instagram dan Facebook. Tarif cost per mille (CPM) yakni sebesar Rp 13.000 per mille.

Ini merupakan salah satu cara Waze dan Google Indonesia untuk meningkatkan pendapatan, termasuk membesarkan pengguna aplikasi Waze.

Bagikan

Berita Terbaru

Pemerintah Wajib Menenangkan Rupiah
| Kamis, 09 April 2026 | 07:18 WIB

Pemerintah Wajib Menenangkan Rupiah

Tekanan terhadap rupiah berpotensi semakin besar jika beban fiskal berat, tanpa diimbangi penerimaan.

Iuran OJK Dikaji Dihapus dalam Revisi UU P2SK
| Kamis, 09 April 2026 | 06:55 WIB

Iuran OJK Dikaji Dihapus dalam Revisi UU P2SK

​DPR mengusulkan OJK tak lagi memungut iuran dari bank dan asuransi, berpotensi mengurangi beban biaya perbankan hingga 0,8% suku bunga kredit.

Bank Siap Masuk Repo Valas Berbasis SVBI dan SUVBI Bila Butuh Likuiditas
| Kamis, 09 April 2026 | 06:50 WIB

Bank Siap Masuk Repo Valas Berbasis SVBI dan SUVBI Bila Butuh Likuiditas

Bank sambut repo valas berbasis SVBI dan SUVBI yang diluncurkan BI sejak akhir Maret lalu sebagai alternatif baru mengelola likuiditas valas

Pengumuman FTSE Jadi Angin Segar Sesaat, Dana Asing Berpeluang Kembali Masuk
| Kamis, 09 April 2026 | 06:43 WIB

Pengumuman FTSE Jadi Angin Segar Sesaat, Dana Asing Berpeluang Kembali Masuk

FTSE Russell pertahankan status pasar modal Indonesia, memicu sentimen positif. Potensi aliran dana asing ke BBCA, BMRI, TLKM. Cek detailnya!

Pebisnis Rem Ekspansi, Kredit Modal Kerja Seret
| Kamis, 09 April 2026 | 06:30 WIB

Pebisnis Rem Ekspansi, Kredit Modal Kerja Seret

​Pertumbuhan kredit modal kerja perbankan tengah melambat, sinyal dunia usaha belum percaya diri melakukan ekspansi.

Ruang Ekspansi KPR Dinilai Masih Besar
| Kamis, 09 April 2026 | 06:25 WIB

Ruang Ekspansi KPR Dinilai Masih Besar

​Pertumbuhan KPR perbankan melambat di awal 2026, namun bank tetap optimistis ekspansi masih terbuka lebar.

Ekosistem
| Kamis, 09 April 2026 | 06:11 WIB

Ekosistem

Membangun instalasi baterai di pedesaan membutuhkan modal yang tinggi terkait stabilitas daya listrik desa.

Menyelamatkan Marwah MBG
| Kamis, 09 April 2026 | 06:05 WIB

Menyelamatkan Marwah MBG

Jika diperbaiki dengan serius, program MBG dapat menjadi fondasi kuat pembangunan manusia Indonesia.

BPOM Izinkan Penggunaan Vaksin Campak Dewasa
| Kamis, 09 April 2026 | 05:35 WIB

BPOM Izinkan Penggunaan Vaksin Campak Dewasa

Langkah BPOM tidak lepas dari lonjakan kasus campak yang sempat memicu kejadian luar biasa (KLB) di berbagai daerah.

Grab Diminta Segera Bangun Pusat Data
| Kamis, 09 April 2026 | 05:35 WIB

Grab Diminta Segera Bangun Pusat Data

Grab sudah menjadikan Indonesia sebagai basis serta pusat kegiatan bisnis dari perusahaan asal Singapura tersebut.

INDEKS BERITA

Terpopuler