Berita

Semakin Dibutuhkan, Hermina Terus Menambah RS Baru

Rabu, 22 September 2021 | 06:00 WIB
Semakin Dibutuhkan, Hermina Terus Menambah RS Baru

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp 900 miliar pada tahun ini. Pengelola RS Hermina itu akan menggunakan dana capex untuk ekspansi dan penambahan empat rumah sakit. 

Direktur PT Medikaloka Hermina Tbk, Aristo Setiawidjaja mengatakan, hingga saat ini belanja modal itu sudah terealisasi Rp 535 miliar yang digunakan untuk menambah rumah sakit baru. 
HEAL akan membangun empat rumah sakit baru di Aceh, Cibitung, Soreang (Bandung) dan Cilegon.
 
“Ke depan, Hermina akan meneruskan growth plan dengan menambah 3 sampai 4 rumah sakit per tahun dan menambah tempat tidur di rumah sakit yang sudah ada,” ujar dia kepada KONTAN, Selasa (21/9). 
 
Hingga kini, Hermina sudah membuka dua rumah sakit baru, yakni di Cibitung dan Ciledug. Mereka juga sedang memproses pembangunan RS di Cilegon dan Soreang. RS Hermina di Cilegon akan beroperasi sebelum akhir tahun 2021 atau kuartal IV-2021. Adapun RS Hermina di Aceh dijadwalkan beroperasi pada tahun 2022. 
 
Dengan rencana bisnis ini, Hermina memproyeksikan pendapatan tahun ini tumbuh 25% year-on-year (yoy) menjadi Rp 5,53 triliun. “Kami optimistis target pertumbuhan ini akan dapat tercapai,” ungkap Aristo. 
 
Bukan hanya ekspansi rumah sakit baru, demi mencapai target tersebut, Hermina juga terus menambah bed atau tempat tidur di rumah sakit yang sudah ada. Sampai saat ini, Grup Hermina telah memiliki sedikitnya 41 jaringan rumah sakit. Dengan demikian, HEAL akan memiliki 44 rumah sakit dan mengoperasikan 5.300 tempat tidur hingga akhir Desember 2021. 
 
Di samping itu, RS Hermina telah menyiapkan beberapa strategi bisnis, antara lain melanjutkan proses digitalisasi perusahaan yang masih berlanjut dan ditargetkan rampung pada tahun 2022. 
 
​Rencana  transformasi digital itu terutama meningkatkan sistem administrasi, yang nantinya proses pembayaran dan pendaftaran bisa berjalan lebih cepat dan mampu memangkas dana operasional yang lebih efisien.
 
Aristo juga menerangkan, sejauh ini HEAL belum berencana melakukan aksi korporasi dengan menggandeng rumah sakit lain. “Namun tidak menutup kemungkinan di masa depan Hermina akan melakukan akuisisi jaringan atau rumah sakit besar lainnya,” ungkap dia. 
 
Aristo menjelaskan, setiap menambah jaringan rumah sakit baru saban tahun, selain membangun secara organik, Hermina pun melakukan akuisisi. Misalnya, akuisisi satu rumah sakit di Ciledug yang juga sudah dilakukan pada kuartal pertama tahun ini. 
 
Selain menambah rumah sakit, manajemen Hermina terus memperkuat layanan,  seperti mengembangkan laboratorium tes PCR Covid-19. Hingga kini, Hermina sudah menggelontorkan dana Rp 15 miliar sejak Covid-19 merebak di Indonesia pada 2020 lalu. 
 
Saat ini perkembangan bisnis layanan tes PCR memang akan mengikuti siklus pandemi Covid-19. Ketika kasus Covid-19 melandai, maka akan berpengaruh terhadap besaran permintaan tes PCR yang dilakukan masyarakat, begitu pun sebaliknya.
 
"Tes PCR akan mengikuti siklus pandemi. Jika infeksi meningkat, maka akan makin banyak penduduk yang melakukan tes Covid-19," ujar Aristo.
Selama ini permintaan tes PCR datang dari pasien rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit Hermina. 
 
Di semester I-2021, pendapatan HEAL melambung 79% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 3,10 triliun. Sementara di semester I-2020, pendapatan Hermina sekitar Rp 1,73 triliun.
 
​Tercatat lonjakan pendapatan itu turut memupuk laba bersih Hermina. Selama enam bulan pertama tahun ini, HEAL meraih Laba bersih senilai Rp 544,66 miliar. Laba tersebut melesat 422,51% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 104,24 miliar.    

Terbaru
IHSG
6.892,57
1.36%
-94,76
LQ45
961,84
1.77%
-17,31
USD/IDR
15.409
-0,13
EMAS
984.000
1,50%