Sentimen Data Ekonomi Amerika Menjadi Penggerak Rupiah Hari Ini (29/6)

Rabu, 29 Juni 2022 | 04:15 WIB
Sentimen Data Ekonomi Amerika Menjadi Penggerak Rupiah Hari Ini (29/6)
[]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Permintaan dollar AS yang meningkat membuat mata uang Garuda kembali loyo. Selasa (28/6), kurs rupiah di pasar spot melemah 0,23% ke Rp 14.830. Kurs referensi Jisdor melemah 0,24% menjadi Rp 14.837 per dollar AS. 

 Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyebut, permintaan dollar AS dalam negeri meningkat menjelang akhir kuartal dua. Alhasil, kurs The Greenback menguat.

Tapi hari ini (29/6), rupiah berpotensi kembali naik. Josua menyebut, ada kemungkinan data-data ekonomi AS terbaru tidak terlalu bagus. Salah satunya data PDB kuartal I-2022 final, yang diprediksi turun 1,5%. 

Baca Juga: Periksa Kurs Dollar-Rupiah di BRI Jelang Tengah Hari Ini Selasa, 28 Juni 2022

Tapi Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo melihat, kurs rupiah masih rentan melemah. Alasannya, Bank Indonesia memilih mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5%.

Sutopo memprediksi, hari ini rupiah akan bergerak antara Rp 14.725-Rp 15.000. Hitungan Josua, rupiah akan bergerak di area Rp 14.800-Rp 14.900 per dollar AS.

Bagikan

Berita Terbaru

BI Menopang Pembiayaan Pemerintah
| Senin, 23 Februari 2026 | 06:12 WIB

BI Menopang Pembiayaan Pemerintah

Bank Indonesia dan Kemenkeu sepakat tukar SBN Rp 173,4 T, menggeser beban utang.                        

Harga Kerbau dan Sapi Merangkak Naik
| Senin, 23 Februari 2026 | 06:02 WIB

Harga Kerbau dan Sapi Merangkak Naik

Harga daging sapi murni naik 0,56% menjadi Rp 138.832 per kg dan daging kerbau segar lokal naik 0,39% menjadiRp 142.424 per kg.

 Pebisnis Pilih Wait and See
| Senin, 23 Februari 2026 | 06:00 WIB

Pebisnis Pilih Wait and See

Pemberlakuan tarif Trump menjadi tidak pasti setelah vonis Mahkamah Agung AS, sehingga berdampak ke pelaku usaha

Impor Migas dari AS Lewat Lelang Terbuka
| Senin, 23 Februari 2026 | 05:55 WIB

Impor Migas dari AS Lewat Lelang Terbuka

Pertamina menargetkan porsi impor LPG dari Amerika meningkat hingga 70%. Selain LPG, Pertamina juga akan mendorong peningkatan impor minyak mentah

Impor Nikel 15 Juta Ton Tak Mencukupi Smelter
| Senin, 23 Februari 2026 | 05:51 WIB

Impor Nikel 15 Juta Ton Tak Mencukupi Smelter

Kekurangan pasokan bijih nikel akan berdampak pada operasional smelter di dalam negeri, bahkan berpotensi PHK

ExxonMobil Incar Bagi Hasil Lebih Tinggi
| Senin, 23 Februari 2026 | 05:47 WIB

ExxonMobil Incar Bagi Hasil Lebih Tinggi

Atas Imbal balik atas perpanjangan kontrak, ExxonMobil harus menambah investasi senilai US$ 10 miliar

Pasar Altcoin Terburuk Dalam 5 Tahun, Bitcoin Berpeluang Jatuh ke US$ 40.000?
| Senin, 23 Februari 2026 | 05:41 WIB

Pasar Altcoin Terburuk Dalam 5 Tahun, Bitcoin Berpeluang Jatuh ke US$ 40.000?

Karena performa buruknya yang tercatat di awal tahun 2026, tekanan jual altcoin mengganas dan mencapai level paling ekstrem di 5 tahun terakhir.

Dua Wajah EXCL di 2026: Rugi Berlanjut, EBITDA Melonjak
| Senin, 23 Februari 2026 | 05:21 WIB

Dua Wajah EXCL di 2026: Rugi Berlanjut, EBITDA Melonjak

Sinergi pasca integrasi dinilai akan mulai terlihat, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL)  menargetkan sinergi US$ 250 – US$ 300 juta pada 2026

Strategi Melawan Pump and Dump di Bursa Efek Indonesia
| Senin, 23 Februari 2026 | 04:48 WIB

Strategi Melawan Pump and Dump di Bursa Efek Indonesia

Peran BEI sangat krusial dalam meminimalkan praktik pump and dump karena BEI adalah frontline market operator, garis pertahanan pertama.

Simak Rekomendasi Emiten Migas di Tengah Fluktuasi Harga Komoditas
| Senin, 23 Februari 2026 | 04:33 WIB

Simak Rekomendasi Emiten Migas di Tengah Fluktuasi Harga Komoditas

Dengan berbagai sentimen geopolitik, harga minyak Brent untuk tahun 2026 secara moderat di kisaran US$ 62–US$ 67 per barel.

INDEKS BERITA

Terpopuler