Sepanjang Tahun Ini, Asing Tarik Dana Rp 66,54 Triliun dari SBN

Jumat, 13 Mei 2022 | 04:20 WIB
Sepanjang Tahun Ini, Asing Tarik Dana Rp 66,54 Triliun dari SBN
[]
Reporter: Aris Nurjani | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren keluarnya dana asing dari pasar surat berharga negara (SBN) masih terus berlanjut. Merujuk data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, per 9 Mei, kepemilikan investor asing di SBN tinggal Rp 824,80 triliun.

Angka ini turun Rp 3,05 triliun jika dibandingkan posisi sebelum libur lebaran, yaitu 28 April, di mana kepemilikan asing di SBN masih mencapai Rp 827,85 triliun. Bila dihitung sejak akhir 2021, aliran dana asing yang keluar dari pasar SBN mencapai Rp 66,54 triliun. Porsi kepemilikan investor asing di SBN pun susut dari 19,05% pada akhir 2021 jadi 16,97% per 9 Mei.

Tingkat kepemilikan asing di SBN per 9 Mei tersebut merupakan posisi terendah sejak pandemi Covid-19. Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana berpendapat penurunan ini dipicu perang Rusia-Ukraina, yang membuat inflasi AS naik tinggi dan menyeret naik yield US Treasury. Ini membuat asing mengalihkan dana ke saham atau kembali ke US treasury. 

Baca Juga: Asing Net Sell di Pasar Obligasi, Net Buy di Pasar Saham Indonesia

Head of Fixed Income Bank Negara Indonesia (BNI) Fayadri juga mengatakan, arus keluar dana asing dari SBN ini tidak terlepas dari terus meningkatnya imbal hasil US Treasury. Ini dampak dari kebijakan kenaikan suku bunga The Fed. 

Menurut Fayadri, secara fundamental ekonomi Indonesia masih bagus, begitu juga stabilitas politik dan keamanan domestik. Dengan demikian, secara umum, SBN masih menarik untuk investasi. "Apalagi harga saat ini sudah terkoreksi banyak dan menjadikan investasi SBN sebagai pilihan investasi yang dapat memberikan imbal hasil tinggi, dengan tingkat risiko yang lebih rendah," tutur Fayadri. 

Wawan mengatakan, fundamental ekonomi Indonesia masih ontrack, sehingga rating masih investment grade. Dalam jangka pendek, pasar obligasi masih akan terus dibayangi tekanan inflasi dan kenaikan bunga, sehingga investor masih wait and see.

Wawan berpendapat asing akan kembali masuk bila spread yield lebih dari 5%. Saat ini, SUN acuan FR0091 memberi yield 7,38% dan yield US Treasury di 2,83%. 

Baca Juga: Hindari Efek Kenaikan Bunga, MI Perbanyak Obligasi Korporasi di Racikan Portofolio

Bagikan

Berita Terbaru

Menjala Peluang Cuan dari Pergantian Pengendali Saham Emiten
| Rabu, 25 Februari 2026 | 04:07 WIB

Menjala Peluang Cuan dari Pergantian Pengendali Saham Emiten

Dalam setahun terakhir, ada belasan emiten di BEI berganti pengendali saham. ​Namun, investor disarankan tak terbawa euforia perubahan pengendali.

Prediksi Rupiah Rabu (24/2): Investor Harus Siap Hadapi Ketidakpastian
| Rabu, 25 Februari 2026 | 04:00 WIB

Prediksi Rupiah Rabu (24/2): Investor Harus Siap Hadapi Ketidakpastian

Rupiah kembali melemah hari ini ke Rp 16.829 per dolar AS. Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global membuat rupiah susah bangkit. 

Reksadana Syariah: Potensi Cuan Ramadan-Lebaran, Ini Proyeksinya!
| Rabu, 25 Februari 2026 | 03:30 WIB

Reksadana Syariah: Potensi Cuan Ramadan-Lebaran, Ini Proyeksinya!

Reksadana syariah tumbuh positif, OJK catat AUM Rp 91,04 triliun. Momentum Ramadan-Lebaran berpotensi genjot keuntungan. Simak proyeksi returnnya!

Transfer Data Potensi Langgar Data Pribadi
| Rabu, 25 Februari 2026 | 03:25 WIB

Transfer Data Potensi Langgar Data Pribadi

Transfer data pribadi dari Indonesia ke Amerika Serikat (AS) dalam perjanjian resiprokal kedua negara mendapat sorotan di dalam negeri.

Mengukur Dampak Tarik Ulur Jangka Waktu Penempatan Dana SAL
| Rabu, 25 Februari 2026 | 03:25 WIB

Mengukur Dampak Tarik Ulur Jangka Waktu Penempatan Dana SAL

Setelah sebelumnya dikabarkan akan segera ditarik, kini ​Purbaya memperpanjang penempatan dana SAL Rp 200 triliun di Himbara hingga September

Produsen Listrik Swasta Waswas Pasokan Batubara
| Rabu, 25 Februari 2026 | 03:20 WIB

Produsen Listrik Swasta Waswas Pasokan Batubara

RKAB batubara tahun ini yang berpotensi lebih rendah dari tahun lalu membuat produsen listrik swasta melakukan langkah antisipasi.

Pencarian Dana Lewat Securities Crowdfunding Moncer di Awal 2026
| Rabu, 25 Februari 2026 | 03:20 WIB

Pencarian Dana Lewat Securities Crowdfunding Moncer di Awal 2026

Permintaan pendanaan dari kalangan UMKM lewat layanan securities crowdfunding alias urun dana masih tinggi di awal tahun ini.

Investasi Hulu Migas Butuh Kepastian Regulasi
| Rabu, 25 Februari 2026 | 03:10 WIB

Investasi Hulu Migas Butuh Kepastian Regulasi

Pemerintah tengah membidik investasi di hulu minyak dan gas bumi (migas) mencapai US$ 16 miliar di sepanjang tahun ini.

Pemerintah Buka Opsi Diskon Tarif Tol hingga 30%
| Rabu, 25 Februari 2026 | 03:05 WIB

Pemerintah Buka Opsi Diskon Tarif Tol hingga 30%

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menggodok skema diskon hingga 30% bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Jelang Lebaran, Penjualan Mobil Terus Meningkat
| Rabu, 25 Februari 2026 | 03:05 WIB

Jelang Lebaran, Penjualan Mobil Terus Meningkat

Pasar otomotif nasional di awal tahun ini menunjukkan pertumbuhan dibandingkan Januari pada tahun lalu.

INDEKS BERITA