Sepekan Cetak Net Sell Rp 101,78 Miliar, Begini Poyeksi Kinerja UNTR di Kuartal III
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja emiten alat bisnis dan pertambangan batubara, PT United Tractors Tbk (UNTR) dinilai masih akan solid dan baik fundamentalnya walau terpantau cetak net sell asing terbesar sepekan lalu.
Mengutip Stockbit pada Minggu (16/8), UNTR menjadi salah satu emiten dengan net sell asing terbesar asing dengan nilai mencapai Rp 101,78 miliar.
Hal ini berimbas pada pergerakan sahamnya, Pada Jumat (14/8) lalu, UNTR memang ditutup menguat 0,87% ke Rp 23.275. Tetapi pada rentang seminggu dan sebulan, UNTR tertekan masing-masing 1,69% dan 10,14%. Adapun sepanjang tahun berjalan berjalan atau year to date (YtD), UNTR juga masih berada di zona merah, melemah sudah 21,10%.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta melihat bahwa pada dasarnya UNTR masih memiliki fundamental yang solid walau kinerjanya di tahun 2026 cenderung berada dalam fase konsolidasi.
"Net sell asing lebih mencerminkan kekhawatiran terhadap perlambatan earnings akibat normalisasi bisnis alat berat dan pertambangan, bukan karena terjadi perubahan fundamental struktural pada perusahaan," ujar Nafan kepada KONTAN, Minggu (16/8).
Baca Juga: Kinerja UNTR Tertekan Kebijakan dan Penurunan Produksi
Dia melanjutkan, UNTR sendiri tetap memiliki diversifikasi bisnis yang kuat di alat berat, kontraktor pertambangan, pertambangan, konstruksi, dan energi.
Sekadar mengingatkan saja, hingga pertengahan tahun 2026, emiten yang menjual alat berat merk Komatsu ini mencatat penjualan yang menurun 28,05% year on year (YoY) menjadi 1.690 unit dan segmen ini masih banyak bergantung dari sektor pertambangan sebesar 43% dari total pendapatan.
Penjualan batubara UNTR melalui PT Tuah Turangga Agung tekoreksi 63% YoY menjadi 6,20 juta ton. Lalu di segmen non-batubara, UNTR juga alami pelemahan penjualan emas dari Agincourt Resources dan Sumbawa Jutaraya sebanyak 87% YoY menjadi 13.000 ons hingga Mei 2026.
Kondisi yang sama juga tertangkap pada penjualan bijih nikel melalui Stargate yang turun 10,24% YoY menjadi 797.000 wt metric ton dalam lima bulan pertama 2026.
Lebih jauh, Nafan mengatakan bahwa pada kuartal III-2026 atau pada paruh kedua 2026, peluang pemulihan kinerja UNTR masih terbuka seiring adanya revisi RKAB di pertengahan tahun yang biasanya mendorong peningkatan aktivitas produksi batubara oleh pelanggan.
Secara otomatis ini akan meningkatkan demand overburden removal bagi Pamapersada Nusantara dan kebutuhan spareparts atau servis alat berat.
