Sepekan Cetak Net Sell Rp 101,78 Miliar, Begini Poyeksi Kinerja UNTR di Kuartal III

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:20 WIB
Sepekan Cetak Net Sell Rp 101,78 Miliar, Begini Poyeksi Kinerja UNTR di Kuartal III
[ILUSTRASI. Ilustrasi alat berat komatsu, UNTR. (KONTAN/Panji Indra)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja emiten alat bisnis dan pertambangan batubara, PT United Tractors Tbk (UNTR) dinilai masih akan solid dan baik fundamentalnya walau terpantau cetak net sell asing terbesar sepekan lalu.

Mengutip Stockbit pada Minggu (16/8), UNTR menjadi salah satu emiten dengan net sell asing terbesar asing dengan nilai mencapai Rp 101,78 miliar.

Hal ini berimbas pada pergerakan sahamnya, Pada Jumat (14/8) lalu, UNTR memang ditutup menguat 0,87% ke Rp 23.275. Tetapi pada rentang seminggu dan sebulan, UNTR tertekan masing-masing 1,69% dan 10,14%. Adapun sepanjang tahun berjalan berjalan  atau year to date (YtD), UNTR juga masih berada di zona merah, melemah sudah 21,10%.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta melihat bahwa pada dasarnya UNTR masih memiliki fundamental yang solid walau kinerjanya di tahun 2026 cenderung berada dalam fase konsolidasi.

"Net sell asing lebih mencerminkan kekhawatiran terhadap perlambatan earnings akibat normalisasi bisnis alat berat dan pertambangan, bukan karena terjadi perubahan fundamental struktural pada perusahaan," ujar Nafan kepada KONTAN, Minggu (16/8).

Baca Juga: Kinerja UNTR Tertekan Kebijakan dan Penurunan Produksi

Dia melanjutkan, UNTR sendiri tetap memiliki diversifikasi bisnis yang kuat di alat berat, kontraktor pertambangan, pertambangan, konstruksi, dan energi.

Sekadar mengingatkan saja, hingga pertengahan tahun 2026, emiten yang menjual alat berat merk Komatsu ini mencatat penjualan yang menurun 28,05% year on year (YoY) menjadi 1.690 unit dan segmen ini masih banyak bergantung dari sektor pertambangan sebesar 43% dari total pendapatan.

Penjualan batubara UNTR melalui PT Tuah Turangga Agung tekoreksi 63% YoY menjadi 6,20 juta ton. Lalu di segmen non-batubara, UNTR juga alami pelemahan penjualan emas dari Agincourt Resources dan Sumbawa Jutaraya sebanyak 87% YoY menjadi 13.000 ons hingga Mei 2026.

Kondisi yang sama juga tertangkap pada penjualan bijih nikel melalui Stargate yang turun 10,24% YoY menjadi 797.000 wt metric ton dalam lima bulan pertama 2026.

Lebih jauh, Nafan mengatakan bahwa pada kuartal III-2026 atau pada paruh kedua 2026, peluang pemulihan kinerja UNTR masih terbuka seiring adanya revisi RKAB di pertengahan tahun yang biasanya mendorong peningkatan aktivitas produksi batubara oleh pelanggan.

Secara otomatis ini akan meningkatkan demand overburden removal bagi Pamapersada Nusantara dan kebutuhan spareparts atau servis alat berat.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Sepekan Cetak Net Sell Rp 101,78 Miliar, Begini Poyeksi Kinerja UNTR di Kuartal III
| Senin, 17 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Sepekan Cetak Net Sell Rp 101,78 Miliar, Begini Poyeksi Kinerja UNTR di Kuartal III

Beroperasinya kembali Tambang Emas Martabe secara penuh akan menjadi penggerak margin laba yang signifikan bagi UNTR.

Saham NCKL Kembali Menguat, Intip Katalis dan Risikonya
| Senin, 17 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Saham NCKL Kembali Menguat, Intip Katalis dan Risikonya

Lonjakan kapasitas produksi para produsen nikel berpotensi menekan harga acuan LME dan dapat membatasi ASP yang diterima NCKL.

Tekanan Geopolitik Tak Kendur, Penguatan Harga Emas Global Masih Berlanjut Pekan Ini
| Senin, 17 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Tekanan Geopolitik Tak Kendur, Penguatan Harga Emas Global Masih Berlanjut Pekan Ini

Risiko geopolitik tentu masih menjadi katalis utama pergerakan harga emas, khususnya jika gangguan masih terjadi di Selat Hormuz dan Laut Merah.

ETF Emas Meluncur, Sumber Cuan Anyar atau Euforia
| Senin, 17 Agustus 2026 | 07:00 WIB

ETF Emas Meluncur, Sumber Cuan Anyar atau Euforia

Lima ETF emas mencuri perhatian investor pada awal peluncuran 10 Agustus 2026. Daya tahan instrumen baru ini mulai diuji.

Kemerdekaan Ekonomi
| Senin, 17 Agustus 2026 | 05:10 WIB

Kemerdekaan Ekonomi

BPS menunjukkan ekonomi Indonesia sebenarnya masih tumbuh cukup kuat. Pada kuartal II-2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan.

Tokenisasi Real World Asset (RWA), Pintu Baru Pasar Modal
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:53 WIB

Tokenisasi Real World Asset (RWA), Pintu Baru Pasar Modal

Tantangan terbesar RWA pada validasi aset, yaitu memastikan token didukung aset riil dengan nilai yang sesuai.

Intip Isi Portofolio Investasi Direktur Keuangan Krom Bank, Alvin James
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Intip Isi Portofolio Investasi Direktur Keuangan Krom Bank, Alvin James

Pengalaman panjang di industri keuangan membuat Direktur Keuangan Krom Bank semakin selektif dalam mengelola portofolio investasinya.

Mengenal Ego Odysseus Dalam Memimpin
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Mengenal Ego Odysseus Dalam Memimpin

​Mencari orang yang pintar, visioner dan berwawasan luas itu memang sulit. Namun, jauh lebih sulit lagi mencari orang yang bijak.

Menekan Produksi Emisi Karbon Lewat Bata Ringan
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Menekan Produksi Emisi Karbon Lewat Bata Ringan

Bata ringan bukan hanya material konstruksi, ia juga bagian dari upaya mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon.

 
Layar Bioskop yang Merambah Bisnis Nobar Hingga Pijat
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Layar Bioskop yang Merambah Bisnis Nobar Hingga Pijat

Bioskop makin ekspansif mengembangkan bisnis dengan menggarap lini usaha non penayangan film. Seperti apa peluangnya?

INDEKS BERITA

Terpopuler