Setelah Meraup Untung di 2017, Energi Mega Persada (ENRG) Kembali Merugi di 2018

Senin, 03 Juni 2019 | 18:12 WIB
Setelah Meraup Untung di 2017, Energi Mega Persada (ENRG) Kembali Merugi di 2018
[]
Reporter: Herry Prasetyo | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah membukukan keuntungan pada 2017 lalu, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) kembali menderita kerugian. Sepanjang 2018 lalu, emiten Grup Bakrie di sektor minyak dan gas (migas) itu membukukan rugi bersih sebesar US$ 12,7 juta.

Sebelumnya, pada 2017, Energi Mega membukukan laba bersih sebesar US$ 24,45 juta. Energi Mega berhasil meraih laba bersih pada 2017 setelah pada 2016 dan 2015 menderita rugi bersih masing-masing sebesar US$ 346,23 juta dan US$ 218,55 juta.

Tahun lalu, Energi Mega membukukan pendapatan sebesar US$ 273,46 juta. Dibandingkan tahun 2017, pendapatan Energi Mega pada 2018 turun sebesar 13,7%.

Sementara, beban pokok penjualan sepanjang 2018 lalu justru naik 6% menjadi US$ 197,66 juta.

Selain dipicu penurunan pendapatan dan kenaikan beban pokok penjualan, kerugian Energi Mega Persada terutama disebabkan oleh beban keuangan yang cukup besar.

Sepanjang 2018 lalu, beban keuangan Energi Mega mencapai US$ 41,3 juta. Dibandingkan tahun 2017, beban keuangan Energi Mega sebetulnya terhitung turun sebesar 23,%.

Namun, tahun 2018 lalu, Energi Mega tidak memperoleh penghasilan dari penyesuaian pajak. Sementara pada 2017, penyesuaian pajak bersih Energi Mega mencapai US4 161,43 juta.

Beban keuangan Energi Mega pada 2018 lalu terdiri dari beban bunga pinjaman sebesar US$ 38,43 juta serta denda dan beban keuangan lainnya sebesar US$ 2,88 juta.

Besarnya beban bunga pinjaman itu disebabkan oleh pinjaman yang besar. Per akhir 2018, Energi Mega memiliki pinjaman jangka pendek sebesar US$ 83,14 juta dan pinjaman jangka panjang sebesar US$ 48,88 juta.

Sebagian bunga pinjaman yang Energi Mega harus tanggung juga terbilang besar. Bunga pinjaman dari PST Finance Ltd, misalnya, sebesar LIBOR plus 20% per tahun. Per akhir 2018, nilai pinjaman dari PST Finance mencapai US$ 70,7 juta.

Mei lalu, Energi Mega telah meneken perjanjian fasilitas pinjaman baru dengan Elektra Assets Ltd sebesar US$ 56,5 juta. Pinjaman dengan bunga 15% per tahun itu digunakan untuk membiayai kembali pinjaman jangka pendek dari PST Finance.

Manajemen Energi Mega berharap, pembiayaan kembali atas pinjaman itu bisa menurunkan beban bunga perusahaan sebesar 5% per tahun.

Bagikan

Berita Terbaru

Tekanan Pasar Masih Berat
| Senin, 05 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Tekanan Pasar Masih Berat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang kembali menguat pada Senin (5/10) meski tekanan pasar masih berat

Keajaiban Ekonomi
| Senin, 05 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Keajaiban Ekonomi

Vietnam disebut Economic Miracle di Asia. Ekonomi Vietnam tumbuh sangat cepat tahun ini, jauh lebih kencang dibanding negara-negara ASEAN

Investasi Proyek Jumbo Menggeliat, Kredit Sindikasi Mengucur Deras
| Senin, 05 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Investasi Proyek Jumbo Menggeliat, Kredit Sindikasi Mengucur Deras

Pembiayaan proyek jumbo di Indonesia kian semarak. Kredit sindikasi hingga 1 Oktober 2026 mencapai US$ 25,51 miliar, melonjak 36,9% secara tahunan

Tekanan Inflasi Menghantui
| Senin, 05 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Tekanan Inflasi Menghantui

Diperkirakan, inflasi pada akhir tahun akan berada di atas 3%. Angka ini masih berada dalam rentang target inflasi pemerintah berkisar 1,5%–3,5 %,

Danantara Kebut Merger Asuransi
| Senin, 05 Oktober 2026 | 05:15 WIB

Danantara Kebut Merger Asuransi

Konsolidasi mencakup asuransi jiwa, umum, kredit, serta segmen syariah ditargetkan rampung akhir 2026.

Berbondong-Bondong Mengincar Proyek PLTS 100 GWp
| Senin, 05 Oktober 2026 | 05:15 WIB

Berbondong-Bondong Mengincar Proyek PLTS 100 GWp

Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt-peak (GWp) membuat bisnis PLTS semakin cerah.​

Kasus Influenza Dorong Kenaikan Klaim Asuransi
| Senin, 05 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Kasus Influenza Dorong Kenaikan Klaim Asuransi

Kenaikan klaim akibat influenza terjadi di beberapa perusahaan. Namun, kondisi tersebut belum menjadi tekanan besar bagi industri asuransi jiwa.

Multifinance Bidik Kendaraan Listrik
| Senin, 05 Oktober 2026 | 04:30 WIB

Multifinance Bidik Kendaraan Listrik

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan kendaraan listrik oleh multifinance mencapai Rp 25,49 triliun per Juli 2026 atau tumbuh 37,84%.

Isu Lingkungan Ancam Investasi Proyek Data Center
| Senin, 05 Oktober 2026 | 04:15 WIB

Isu Lingkungan Ancam Investasi Proyek Data Center

Pertanyaan muncul soal seberapa boros penggunaan air untuk data center, sehingga dianggap mengancam kelestarian lingkungan.

Survei KONTAN: Pebisnis Lebih Optimis Memasuki Akhir Tahun
| Senin, 05 Oktober 2026 | 04:00 WIB

Survei KONTAN: Pebisnis Lebih Optimis Memasuki Akhir Tahun

Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) pada kuartal IV-2026 yang ada di level 3,18 mempertegas persepsi optimisme tersebut.

INDEKS BERITA

Terpopuler