Setengah Tahun Berjalan, Kinerja Unitlink Lumayan Mengesankan

Jumat, 05 Juli 2019 | 07:45 WIB
Setengah Tahun Berjalan, Kinerja Unitlink Lumayan Mengesankan
[]
Reporter: Ahmad Ghifari | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja produk unitlink hingga semester pertama tahun ini masih menorehkan hasil positif. Meski imbal hasil rata-rata seluruh produk masih di bawah 5%.

Misalnya, kinerja unitlink berbasis saham. Merujuk data Infovesta Utama, pada periode semester pertama tahun ini, imbal hasil unitlink saham berada di angka rata-rata positif 4,88%.

Senior Research Analyst Infovesta Utama Praska Putrantyo mengatakan kenaikan ini karena kinerja pasar saham yang masih positif di atas 2% secara year to date (ytd) hingga pekan pertama Mei 2019. "Alokasi sektor yang masih meraih hasil kinerja positif seperti perbankan, barang konsumen, konstruksi properti," ujarnya.

Sementara kinerja unitlink campuran juga menunjukkan catatan positif di semester I-2019. Imbal hasil unitlink campuran yang tercatat sebesar 4,62% pada semester pertama tahun ini. Kinerja unitlink campuran yang positif ini dikarenakan terpengaruh oleh pemilihan portofolio saham dari unitlink jenis campuran

Praska memproyeksi, imbal hasil produk asuransi unitlink berbasis campuran mencatatkan imbal hasil sebesar kisaran 8%- 10%

Tidak mau kalah, kinerja unitlink pendapatan tetap juga mencatatkan imbal hasil yang positif. Imbal hasil produk ini berada di angka rata-rata positif 4,36%.

Praska mengatakan, kinerja unitlinkpendapatan tetap karena terpengaruh oleh indeks pasar surat utang negara (SUN). Kondisi itu terlihat dari data Infovesta Government Bond Index yang tercatat positif 5,55%. "Imbas kinerja positif juga didorong oleh membaiknya pasar saham maupun surat berharga negara (SBN) yang ditopang dengan arus dana investor asing yang kembali masuk ke pasar saham," ujar Praska.

Ke depan, prospek kinerja semua unitlink menurut Praska masih fluktuatif namun dengan tren positif. Salah satu penyebabnya adalah ekonomi domestik yang membaik karena pemilu sudah usai. Salah satu yang bisa mengganggu adalah perang dagang Amerika Serikat dengan China

Bagikan

Berita Terbaru

Kontrak Baru Adhi Karya (ADHI) Naik 118,4% Per Juli 2026
| Sabtu, 05 September 2026 | 08:45 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya (ADHI) Naik 118,4% Per Juli 2026

Dari total kontrak baru, sekitar Rp 5,27 triliun berasal dari proyek non-joint operation dan Rp 2,99 triliun berasal dari proyek joint operation.​

CUAN Berniat Jadi Pengendali Baru SINI
| Sabtu, 05 September 2026 | 08:41 WIB

CUAN Berniat Jadi Pengendali Baru SINI

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) tengah melakukan negosiasi untuk mengambil alih PT Singaraja Putra Tbk (SINI). 

Emiten Getol Tarik Kredit Bank Saat Bunga Masih Tinggi
| Sabtu, 05 September 2026 | 08:37 WIB

Emiten Getol Tarik Kredit Bank Saat Bunga Masih Tinggi

Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia mendapatkan fasilitas kredit bernilai jumbo dari perbankan​.

Lonjakan Harga Komoditas Energi di Tengah Kekhawatiran Pasokan
| Sabtu, 05 September 2026 | 08:00 WIB

Lonjakan Harga Komoditas Energi di Tengah Kekhawatiran Pasokan

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi tipis di kisaran US$ 90 per barel pada Jumat (4/9).

Menuju Pasar Modal Efisien
| Sabtu, 05 September 2026 | 07:10 WIB

Menuju Pasar Modal Efisien

Hasil review Morgan Stanley Capital International (MSCI) jadi momentum reformasi struktur pasar modal Indonesia.​

Gaya Elit dari Makan Utang Alias Maut
| Sabtu, 05 September 2026 | 07:00 WIB

Gaya Elit dari Makan Utang Alias Maut

Terlihat dari jumlah rekening paylater hingga outstanding pinjaman online yang melonjak cukup signifikan pada periode Juni kemarin.

Rupiah Terpengaruh Sentimen The Fed pada Pekan Ini
| Sabtu, 05 September 2026 | 07:00 WIB

Rupiah Terpengaruh Sentimen The Fed pada Pekan Ini

Spekulasi kenaikan suku bunga di AS serta masuknya arus modal asing ke pasar domestik menyokong rupiah

Belum Diberlakukan, Target Sudah Dipangkas
| Sabtu, 05 September 2026 | 06:52 WIB

Belum Diberlakukan, Target Sudah Dipangkas

Pemerintah memasang target cukai minuman berpemanis dalam kemasan Rp 1,6 triliun di 2027.                

Stella Fiona: Memiliki Sosok Ibu yang Menjadi Panutan Hidup
| Sabtu, 05 September 2026 | 06:30 WIB

Stella Fiona: Memiliki Sosok Ibu yang Menjadi Panutan Hidup

Tumbuh besar dalam keluarga dengan kedua orang tua merupakan pekerja keras, Stella terbiasa melihat kedisiplinan sejak dini. 

Stella Fiona Nyaman Mengelola Portofolio Moderat
| Sabtu, 05 September 2026 | 06:15 WIB

Stella Fiona Nyaman Mengelola Portofolio Moderat

Bagi Stella, keputusan finansial tidak hanya mengejar imbal hasil semata, melainkan juga tentang menjaga keseimbangan alokasi risiko

INDEKS BERITA