Hanya Rp 10.000 selama 30 hari untuk berita pilihan, independen, dan inspiratif
Berita Bisnis

Setoran Cukai Minuman Beralkohol Tekor, Simak Penyebabnya

Minggu, 22 November 2020 | 07:30 WIB
Setoran Cukai Minuman Beralkohol Tekor, Simak Penyebabnya

KONTAN.CO.ID -  Di ujung sambungan telepon, Made Suryana, bukan nama sebenarnya, melepaskan emosinya yang meluap-luap terkait munculnya wacana pelarangan minum beralkohol di Jakarta. Setelah luapan amarahnya mereda, salah seorang perajin arak bali di Karangasem, Bali, yang sudah lama meracik minuman beralkohol tradisional itu menyampaikan kekecewaannya terhadap ide pembatasan atau pelarangan minuman beralkohol yang masuk dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Minuman Beralkohol di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Made khawatir, pembatasan atau bahkan pelarangan untuk meracik arak bali bakal menimbulkan perlawanan dari para perajin. Maklum, ada puluhan bahkan ratusan warga di desa Made yang bekerja meracik arak bali. Jika dibatasi atau dilarang, artinya usaha mereka terancam gulung tikar. Selain alasan ekonomi ini, ada juga alasan lain. Yaitu, alasan sosial.

Ini Artikel Spesial
Hanya dengan berlangganan Rp 10.000 selama 30 hari Anda dapat membaca berita pilihan, independen, dan inspiratif ini.
Login
ATAU
Reporter: Asnil Bambani Amri
Editor: Asnil Amri

Baca juga