Setoran Pajak dan PNBP TINS Capai Rp 1,62 Triliun

Senin, 25 Mei 2026 | 06:27 WIB
Setoran Pajak dan PNBP TINS Capai Rp 1,62 Triliun
[ILUSTRASI. Target produksi PT Timah hingga akhir 2025 (ANTARA FOTO/Andri Saputra)]
Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Dadan M. Ramdan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Timah (Persero) Tbk (TINS) mencatat peningkatan kontribusi kepada negara sepanjang tahun 2025. Anggota Holding Industri Pertambangan Mind ID ini menyetorkan kontribusi sebesar Rp 1,62 triliun untuk pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Jumlah tersebut meningkat hingga 106,9% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 855,04 miliar. Lonjakan setoran ini ditopang oleh membaiknya kinerja keuangan perusahaan yang sukses membukukan laba bersih sebesar Rp 1,31 triliun pada tahun 2025.

Baca Juga: TINS Diprediksi Masih Tren Bullish Beberapa Sentimen Ini Perlu Dicermati & DIwaspadai

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

IHSG Tembus 6.000, Intip Prediksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini (14/7)
| Selasa, 14 Juli 2026 | 04:50 WIB

IHSG Tembus 6.000, Intip Prediksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini (14/7)

IHSG mengakumulasi kenaikan 2,06% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG melemah 30,17%.

Industri LKM Sulit Dapatkan Analisis Kredit Memadai
| Selasa, 14 Juli 2026 | 04:35 WIB

Industri LKM Sulit Dapatkan Analisis Kredit Memadai

Pelaku industri LKM memiliki kewajiban untuk melakukan analisis atas kelayakan penyaluran pembiayaan. 

Hartadinata Abadi (HRTA) Incar Pendapatan Rp 70 Triliun
| Selasa, 14 Juli 2026 | 04:20 WIB

Hartadinata Abadi (HRTA) Incar Pendapatan Rp 70 Triliun

HRTA optimistis dapat meraih target pendapatan Rp 70 triliun serta laba bersih di kisaran Rp 1,4 triliun hingga Rp 1,5 triliun.

Kontraktor Tergerus Koreksi Rupiah
| Selasa, 14 Juli 2026 | 04:15 WIB

Kontraktor Tergerus Koreksi Rupiah

Dengan eskalasi harga material saat ini, margin kontraktor yang tadinya di kisaran 10% kini terus tergerus turun, bahkan sampai merugi

Garudafood (GOOD) Menahan Kenaikan Harga Produk
| Senin, 13 Juli 2026 | 22:25 WIB

Garudafood (GOOD) Menahan Kenaikan Harga Produk

Pihaknya mengakui tekanan inflasi masih berpotensi memengaruhi struktur biaya, terutama pada komponen bahan baku dan biaya operasional.

Rumor Dual Listing AMMN di Hong Kong Mencuat, Agoes Projosasmito: Belum Ada Rencana
| Senin, 13 Juli 2026 | 11:30 WIB

Rumor Dual Listing AMMN di Hong Kong Mencuat, Agoes Projosasmito: Belum Ada Rencana

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) lebih dulu menggelar dual listing di Papan Utama HKEX dan melantai pada 26 Juni 2026.

Menakar Efek Mandatori Bioetanol E20 Terhadap Emiten Produsen Etanol
| Senin, 13 Juli 2026 | 10:30 WIB

Menakar Efek Mandatori Bioetanol E20 Terhadap Emiten Produsen Etanol

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa pada tahun depan program mandatori bioetanol E20 akan berlaku. 

Smelter HPAL SLNC Bakal Beroperasi, Prospek MDKA Makin Berseri
| Senin, 13 Juli 2026 | 09:30 WIB

Smelter HPAL SLNC Bakal Beroperasi, Prospek MDKA Makin Berseri

Salah satu katalis positif bagi MDKA berasal dari akan beroperasinya smelter HPAL milik PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC).

Biaya Energi Menyusut, Margin Emiten Tambang Mineral Bisa Pulih
| Senin, 13 Juli 2026 | 09:18 WIB

Biaya Energi Menyusut, Margin Emiten Tambang Mineral Bisa Pulih

Biaya energi turun, profitabilitas emiten tambang diprediksi membaik di paruh kedua 2026. AMMN dan INCO paling sensitif terhadap perubahan ini.

Penguatan Dolar Amerika Masih Menekan Mata Uang Asia
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:45 WIB

Penguatan Dolar Amerika Masih Menekan Mata Uang Asia

Rupiah melemah 0,58% pekan lalu, mencapai Rp 18.065 per dolar AS. Ketegangan geopolitik dan suku bunga AS jadi pemicu. Simak proyeksi selengkapnya

INDEKS BERITA

Terpopuler