SKK Migas Menaikkan Target Lifting Migas Hingga 2,04 Juta Barrel

Jumat, 11 Januari 2019 | 07:38 WIB
SKK Migas Menaikkan Target Lifting Migas Hingga 2,04 Juta Barrel
[]
Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Dian Pertiwi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satuan Kerja Khusus Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan bisa mengerek lifting minyak dan gas bumi (migas) pada tahun ini sebesar 2,04 juta barrel oil equivalent per day (boepd). Proyeksi tersebut 7,37% lebih tinggi dari realisasi lifting migas tahun lalu yang sebesar 1,9 juta boepd.

Lifting minyak bumi akan dipompa sebesar 784.520 barel per hari. Target tersebut lebih tinggi ketimbang realisasi lifting minyak bumi pada tahun lalu yang mencapai 777.330 barrel oil per day (bopd). Proyeksi itu juga lebih tinggi dari target APBN 2018 sebesar 775.000 bopd.

Adapun estimasi lifting gas bumi 2019, SKK Migas menargetkan bisa menembus angka 1,26 juta boepd atau meningkat dari realisasi lifting gas tahun lalu yang mencapai 1,13 boepd. Angka proyeksi itu juga lebih besar dari target APBN 2018 yang mencapai 1,25 juta boepd.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan, sesuai Work Program and Budget (WP&B) pada tahun ini, lifting minyak ditargetkan mencapai 784.520 bopd. Peningkatan lifting minyak tahun ini diproyeksikan terdorong oleh lifting Mobil Cepu Ltd di Blok Cepu. "Tahun 2019, ada pergeseran yang diharapkan dari Mobil Cepu, di mana naik 216.000 bopd," ujar dia dalam Rapat Dengan Pendapat (RDP) dengan komisi VII DPR RI, Kamis (10/1). Tahun lalu, Blok Cepu hanya menghasilkan minyak bumi sebesar 208.730 bopd.

Ketika produksi Blok Cepu diproyeksikan mulai meningkat, di saat yang sama kontribusi Blok Rokan pada tahun ini malah diprediksikan menurun menjadi 190.000 bopd dari realisasi tahun lalu sebesar 209.470 bopd.

Untuk lifting gas secara total, Dwi bilang akan ada kenaikan target dari sebelumnya 1,13 juta boepd menjadi 1,26 juta boepd. Proyeksi tersebut akan ditopang BP Berau di Blok Berau (Tangguh) sebesar 188.000 boepd.

Target lifting gas BP Berau ini turun tipis dari realisasi tahun 2018 sebesar 192.000 boepd. Selain itu, ada pula kontribusi lifting gas dari Blok Mahakam yang ditargetkan meningkat menjadi 196.000 boepd dari realisasi tahun lalu sebesar 149.000 boepd. "Dengan begitu, total lifting migas tahun ini bisa mencapai 2,045 boepd," ungkap Dwi.

Sedangkan untuk investasi migas tahun ini, SKK Migas menargetkan sebesar US$ 14,79 miliar, atau meningkat 23% dari realisasi sepanjang tahun lalu sebesar US$ 11,99 miliar. "Kami berharap target pertumbuhan tersebut bisa tercapai," tutur Dwi.

Dana investasi tersebut akan digunakan untuk kegiatan eksplorasi berupa survei seismik 2D seluas 4.328 kilometer (km), survei seismik 3D seluas 4.693 km2, serta pengeboran eksplorasi sebanyak 57 sumur.

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

Reksadana Primadona Saat Ketidakpastian Melanda di Awal Tahun 2026
| Minggu, 26 April 2026 | 14:10 WIB

Reksadana Primadona Saat Ketidakpastian Melanda di Awal Tahun 2026

Pasar modal bergejolak, tapi ada cara lindungi modal Anda. Reksadana pasar uang tawarkan stabilitas di tengah ketidakpastian.

Pendapatan Naik, Laba DCI Indonesia Tertekan Lonjakan Beban
| Minggu, 26 April 2026 | 14:02 WIB

Pendapatan Naik, Laba DCI Indonesia Tertekan Lonjakan Beban

Pendapatan DCII melesat 10,92%, tapi laba justru anjlok. Temukan penyebab di balik fenomena ini dan dampaknya pada saham DCII.

NAYZ Punya Bos Baru, Perusahaan Asal Singapura Mencaplok 41,18% Saham
| Minggu, 26 April 2026 | 13:55 WIB

NAYZ Punya Bos Baru, Perusahaan Asal Singapura Mencaplok 41,18% Saham

Saiko Consultancy akan menjadi pengendali baru NAYZ, membawa potensi besar bagi saham makanan bayi ini.

Rupiah Memburuk, Investor Asing Kabur, IHSG Ambruk
| Minggu, 26 April 2026 | 13:41 WIB

Rupiah Memburuk, Investor Asing Kabur, IHSG Ambruk

IHSG ambruk 6,61% sepekan, investor asing lepas Rp 2 triliun. Kalkulasi terbaru menunjukkan risiko kerugian yang harus diwaspadai.

Dividen Jumbo Menanti, Simak Emiten yang Siap Menebar Cuan Pekan Depan
| Minggu, 26 April 2026 | 11:58 WIB

Dividen Jumbo Menanti, Simak Emiten yang Siap Menebar Cuan Pekan Depan

Waspada dividen trap! Jangan sampai modal Anda tergerus setelah menikmati dividen. Ketahui strategi menghindarinya.

Mengenal Sinyal untuk Waspada Tawaran Produk Bank
| Minggu, 26 April 2026 | 09:05 WIB

Mengenal Sinyal untuk Waspada Tawaran Produk Bank

Tergiur pada bunga tinggi bisa berujung dana simpanan raib. Simak cara memeriksa produk perbankan!  

Uji Ketangguhan Bitcoin, Ungguli Emas saat Perang AS-Iran Meletus
| Minggu, 26 April 2026 | 07:35 WIB

Uji Ketangguhan Bitcoin, Ungguli Emas saat Perang AS-Iran Meletus

Kinerja Bitcoin lebih unggul ketimbang emas selama perang di Timur Tengah. Perubahan fundamental atau sekadar kebetulan teknikal?

Bisnisnya Mudah dan Sederhana, tapi Beri Hasil yang Besar
| Minggu, 26 April 2026 | 05:42 WIB

Bisnisnya Mudah dan Sederhana, tapi Beri Hasil yang Besar

AI chatbot terus berkembang dan kian banyak masyarakat yang memanfaatkannya. Peluang ekonomi dari teknologi ini pun semakin menggiurkan.

 
Industri yang Terjepit Kenaikan Harga Solar Industri
| Minggu, 26 April 2026 | 05:36 WIB

Industri yang Terjepit Kenaikan Harga Solar Industri

Sektor industri khususnya perkebunan dan pertambangan tengah berjuang menghadapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)

 
Jumpalitan di Bawah Tekanan Harga Plastik
| Minggu, 26 April 2026 | 05:33 WIB

Jumpalitan di Bawah Tekanan Harga Plastik

Kenaikan harga plastik membuat UMKM cari cara agar tetap meraih keuntungan. Salah satunya mencari pemasok plastik alternatif.

 
INDEKS BERITA

Terpopuler