Stimulus Pemerintah Dinilai Positif, Pastikan Berdampak ke Sektor Riil

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:47 WIB
Stimulus Pemerintah Dinilai Positif, Pastikan Berdampak ke Sektor Riil
[ILUSTRASI. Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-81 RI (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)]
Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Arah kebijakan ekonomi pemerintah dinilai mulai menunjukkan sinyal positif melalui berbagai stimulus untuk menjaga investasi dan mendorong konsumsi. Namun, efektivitas kebijakan tersebut kini menjadi pekerjaan rumah berikutnya. Dunia usaha menilai stimulus tidak cukup hanya dinilai dari indikator makroekonomi, tetapi juga harus mampu diteruskan ke sektor riil dan masyarakat.

Sutrisno Iwantono, Ketua Bidang Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bilang pemerintah perlu memastikan setiap kebijakan yang dikeluarkan benar-benar memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi. Menurutnya, pencapaian target pertumbuhan ekonomi 6% tidak akan banyak berarti jika tidak diikuti oleh peningkatan daya beli masyarakat.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Harga Minyak Terus Merangkak Naik
| Jumat, 11 September 2026 | 06:15 WIB

Harga Minyak Terus Merangkak Naik

 Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) di pasar spot melampaui US$ 97 per barel pada Kamis (10/10).

Harga Minyak Terus Merangkak Naik
| Jumat, 11 September 2026 | 06:15 WIB

Harga Minyak Terus Merangkak Naik

 Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) di pasar spot melampaui US$ 97 per barel pada Kamis (10/10).

Risiko Aturan Populis
| Jumat, 11 September 2026 | 06:10 WIB

Risiko Aturan Populis

Tanpa aturan yang khusus tentang perampasan aset, seharusnya negeri ini sudah bisa terbebas dari korupsi.

Bakal Jalankan Program Pembukaan Rekening Gratis, Bagaimana Efeknya ke BBRI dan BRIS?
| Jumat, 11 September 2026 | 06:07 WIB

Bakal Jalankan Program Pembukaan Rekening Gratis, Bagaimana Efeknya ke BBRI dan BRIS?

Analis menyebut penunjukkan BBRI dan BRIS ini tidak akan memiliki efek besar terhadap prospek kedua perbankan tersebut.

Menguji Kesiapan Industri Penuhi TKDN EV 60%
| Jumat, 11 September 2026 | 06:06 WIB

Menguji Kesiapan Industri Penuhi TKDN EV 60%

Industri komponen lokal pada dasarnya siap memasok kebutuhan kendaraan listrik, terutama untuk komponen di luar powertrain.

Menguji Kesiapan Industri Penuhi TKDN EV 60%
| Jumat, 11 September 2026 | 06:06 WIB

Menguji Kesiapan Industri Penuhi TKDN EV 60%

Industri komponen lokal pada dasarnya siap memasok kebutuhan kendaraan listrik, terutama untuk komponen di luar powertrain.

Demi Menjaga Likuiditas, BI Rem Lelang SRBI
| Jumat, 11 September 2026 | 06:00 WIB

Demi Menjaga Likuiditas, BI Rem Lelang SRBI

Pengurangan lelang SRBI memberi ruang likuiditas lebih besar bagi perbankan domestik.                   

Ekspansi Kerjasama dan Layanan Jadi Andalan Medikalola Hermina Tbk (HEAL)
| Jumat, 11 September 2026 | 06:00 WIB

Ekspansi Kerjasama dan Layanan Jadi Andalan Medikalola Hermina Tbk (HEAL)

PT Medikalola Hermina Tbk (HEAL) menargetkan porsi pendapatan lebih seimbang antara pasien BPJS dan non BPJS

Investasi Dana Pensiun Mulai Berbalik Arah
| Jumat, 11 September 2026 | 05:50 WIB

Investasi Dana Pensiun Mulai Berbalik Arah

OJK mencatat industri dapen mengantongi Return on Investment (ROI) sebesar 0,95% pada bulan Juli 2026. 

Harga Minyak Bisa Buat APBN Tertekan
| Jumat, 11 September 2026 | 05:30 WIB

Harga Minyak Bisa Buat APBN Tertekan

APBN masih memiliki ruang untuk menghadapi kenaikan harga minyak. Pemerintah juga belum melihat kebutuhan menambah kuota subsidi BBM

INDEKS BERITA

Terpopuler