Stok Beras Melimpah Tapi Harga Tetap Naik, Apa yang Terjadi?

Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:00 WIB
Stok Beras Melimpah Tapi Harga Tetap Naik, Apa yang Terjadi?
[ILUSTRASI. DPR dan BULOG Cek Pasokan Beras di Cipinang, Stok Masih Memadai (Dok/Bulog)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia seolah sedang menghadapi paradoks terkait dengan beras. Di satu sisi, stok beras pemerintah sedang berada di level yang sangat tinggi, tetapi harga beras di pasar justru masih menunjukkan kenaikan. Bahkan kenaikan harga beras ini berpotensi masih terus berlanjut hingga kuartal I-2027 mendatang.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan harga beras di pekan pertama Oktober 2026 masih meningkat 0,16%. Sementara pada September lalu, keadaan tak berbeda jauh. Harga rata-rata beras berbagai kualitas di tingkat eceran mencapai Rp 15.769 per kg, melampaui rekor Rp 15.517 per kg pada Maret 2024.

Kondisi tersebut terjadi ketika stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Perum Bulog telah mencapai sekitar 4,48 juta ton pada akhir September. CBP Bulog memang sempat mencapai rekor 5,4 juta ton pada Juli 2026 dan masih 4,8 juta ton pada awal September, tetapi harga beras terus meningkat.

Tak hanya itu, secara tahunan produksi beras nasional juga diperkirakan mencapai sekitar 34 juta ton, lebih tinggi dibandingkan konsumsi nasional yang berada di kisaran 31 juta ton.

Baca Juga: Di Balik Mahalnya Sepiring Nasi

Saat dikonfirmasi, BPS menambahkan data bahwa seiring dengan proyeksi kenaikan harga beras di kuartal I-2027 mendatang, mereka bahkan turut memproyeksi adanya penurunan produksi beras nasional periode Januari-November 2026 menjadi hanya 32,34 juta ton, turun 939.236 ton atau 2,82% dibandingkan periode yang sama 2025. Untuk Oktober 2026-Januari 2027 saja, kebutuhan diperkirakan mencapai 10,16 juta ton.

Melihat hal ini, Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan surplus produksi secara tahunan tidak otomatis berarti pasokan beras akan mencukupi setiap bulan.

Menurutnya, periode Oktober hingga Januari 2026 merupakan masa ketika sebagian sentra produksi mulai memasuki periode tanam. Dalam kata lain, pasokan baru dari hasil panen tidak masuk ke pasar dalam jumlah besar.

Di sisi lain, konsumsi beras tetap berjalan. Dengan konsumsi nasional sekitar 2,54 juta ton per bulan, tekanan terhadap persediaan akan meningkat hingga memasuki periode panen berikutnya.

“Surplus tahunan tidak otomatis berarti pasokan cukup setiap bulan,” ujar Yusuf saat dihubungi KONTAN, Rabu (7/10).

Risiko tersebut semakin besar akibat gangguan kondisi cuaca. BPS sebelumnya memperkirakan produksi Januari-November 2026 sekitar 32,34 juta ton, turun 2,82% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena El Niño dapat bertahan hingga awal 2027.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Stok Beras Melimpah Tapi Harga Tetap Naik, Apa yang Terjadi?
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Stok Beras Melimpah Tapi Harga Tetap Naik, Apa yang Terjadi?

BPS sebelumnya memperkirakan produksi beras Januari-November 2026 sekitar 32,34 juta ton, turun 2,82% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

MUFG dan Bank Danamon Incar Potensi Besar Indonesia Lewat Integrasi
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:19 WIB

MUFG dan Bank Danamon Incar Potensi Besar Indonesia Lewat Integrasi

Integrasi akan menggabungkan jaringan finansial MUFG yang luas serta pengetahuan lokal yang dimiliki Bank Danamon.

Saham SMDR Reli Sejak Juli Disertai Akumulasi Asing, Kuncinya Ada di Pemulihan Laba
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Saham SMDR Reli Sejak Juli Disertai Akumulasi Asing, Kuncinya Ada di Pemulihan Laba

SMDR diuntungkan dengan berbagai perjanjian dagang bilateral antarnegara yang diteken Indonesia dengan sejumlah negara.

Hitung-hitungan Investasi ENRG ke HighPeak: Peluang Capital Gain vs Risiko Bunga
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Hitung-hitungan Investasi ENRG ke HighPeak: Peluang Capital Gain vs Risiko Bunga

Investasi US$ 200 juta ke HighPeak belum layak disebut sebagai game changer bagi laba ENRG dalam waktu dekat.

Menanti Masuknya Dana Asing Usai Keputusan FTSE
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Menanti Masuknya Dana Asing Usai Keputusan FTSE

Pasar saham Indonesia masih perlu katalis positif yang lebih kuat untuk membalikkan posisi arus dana asing

Valuasi Sudah Premium, Saham AMRT Terus Merosot
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:21 WIB

Valuasi Sudah Premium, Saham AMRT Terus Merosot

Saham emiten ritel pengelola jaringan minimarket Alfamart ini telah terkoreksi sekitar 38,29% ke level Rp 1.225 per saham sejak awal tahun 2026.

PLIN Sebar Dividen Interim Senilai Rp 268,71 Miliar
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:18 WIB

PLIN Sebar Dividen Interim Senilai Rp 268,71 Miliar

 PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) bakal membagikan dividen interim sebesar Rp 268,71 miliar dari buku tahun 2026. ​

Masih Ada Cuan Meski Pasar Tertekan
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:11 WIB

Masih Ada Cuan Meski Pasar Tertekan

Menilik imbal hasil investasi nstrumen SBN, saham dan dividen di tengah belum stabilnya kondisi makro ekonomi global serta era suku bunga tinggi.

Garuda Sediakan eSIM, Bisa Digunakan di Luar Negeri
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Garuda Sediakan eSIM, Bisa Digunakan di Luar Negeri

 Ketika bepergian ke luar negeri, penumpang tak perlu lagi repot mencari kartu SIM fisik di negara tujuan. Garuda sediakan eSIM.

EXCL Mengebut Perluasan Jaringan 5G
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:54 WIB

EXCL Mengebut Perluasan Jaringan 5G

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL ) mempercepat pembangunan jaringan 5G di berbagai wilayah Indonesia. 

INDEKS BERITA

Terpopuler