Strategi INTP Hadapi Badai Rupiah & BBM, Bisakah Bertahan?
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek pertumbuhan kinerja PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) pada tahun 2026 diprediksi masih akan terbatas. Ketidakpastian harga jual dan volume penjualan yang lesu, ditambah kenaikan biaya energi serta pelemahan nilai tukar rupiah, menjadi sentimen negatif yang membayangi emiten ini sepanjang tahun berjalan.
Sepanjang tahun lalu, INTP mencatat penurunan pendapatan sebesar 4,4% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 17,37 triliun. Ini sejalan dengan kinerja penjualan semen domestik yang menurun 2,2% secara tahunan.
