Tiket Pesawat Makin Mahal, Industri Pariwisata Mulai Waspada
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan fuel surcharge penerbangan yang berlaku sejak pertengahan Mei 2026 memunculkan kekhawatiran baru di industri pariwisata. Pelaku usaha menilai, lonjakan biaya perjalanan udara berpotensi menekan mobilitas wisatawan hingga memperlambat pertumbuhan destinasi yang sangat bergantung pada transportasi udara.
Kekhawatiran itu muncul di tengah situasi yang dinilai kurang ideal. Harga minyak dunia masih tinggi akibat tensi geopolitik di Timur Tengah, nilai tukar rupiah bergejolak, dan daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Dalam kondisi seperti itu, kenaikan harga tiket pesawat dinilai bisa menjadi faktor tambahan yang menahan masyarakat untuk bepergian.
