Berita Keuangan

Strategi sejumlah emiten perbankan memenuhi aturan free float akhir tahun ini

Selasa, 10 Oktober 2023 | 10:43 WIB
Strategi sejumlah emiten perbankan memenuhi aturan free float akhir tahun ini

ILUSTRASI. Roadshow CIMB Niaga Digital Lounge Carnival di CIMB Niaga Digital Lounge Cantral Park Mall jakarta, Rabu (31/8/2023). KONTAN/Carolus Agus Waluyo/31/08/2023.

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten yang belum memenuhi aturan free float harus bergegas. Hanya tersisa waktu sekitar dua bulan lagi untuk memenuhi aturan batas minimum jumlah saham beredar sebesar 7,5%. 

Saat ini masih ada sejumlah emiten yang belum memenuhi aturan free float, termasuk dari perbankan. Menurut surat keputusan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2021, aturan free float wajib di penuhi paling lambat pada 21 Desember 2023. 

Berdasarkan penelusuran KONTAN, ada delapan emiten perbankan yang belum memenuhi aturan ini. Emiten tersebut yakni Bank Permata (BNLI), Bank of India Indonesia (BSWD), BTPN, Bank Maspion (BMAS), Bank J Trust (BCIC), Bank Oke Indonesia (DNAR), Bank CIMB Niaga (BNGA) dan Bank Danamon (BDMN).

CIMB Niaga akan melakukan private placement sebagai jalan memenuhi aturan free float. Perusahaan ini bakal menerbitkan saham baru  10,59 juta dengan nilai nominal Rp 50 per saham.
 
Selain itu,  BNGA juga menjual 188.87 juta saham treasury mulai pertengahan September hingga Desember 2023. Bank yang dikendalikan oleh CIMB Group Sdn Bhd ini tercatat baru memiliki saham beredar di publik 6,73%.

Baca Juga: Cari Dana Ekspansi, CIMB Niaga (BNGA) Gelar Private Placement

Sementara Bank Oke Indonesia akan memenuhi aturan itu dengan cara melego saham milik pemegang saham pengendali (PSP) kepada investor publik. Direktur Kepatuhan Bank Oke Indonesia Efdinal Alamsyah menyebut, saham PSP yang akan dialihkan ke publik sebesar 3%.

Kepemilikan pemegang saham akan berkurang jadi 90%. "Kami tidak melakukan aksi korporasi,” terang Efdinal, Senin (9/10).

Adapun Bank BTPN memilih menjual saham treasury untuk memenuhi ketentuaan free float. Saat ini, jumlah saham BTPN yang dipegang oleh investor publik baru mencapai 6,44%. 

Sebelumnya, Dini Herdini, Direktur Kepatuhan BTPN mengatakan, pengalihan saham treasury akan dilakukan sebelum akhir tahun.
Sedangkan Bank BCIC akan melakukan rights issue dengan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 4,67 miliar saham. Saham free float bank yang dikendalikan investor Jepang ini baru 4,24%.

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian melihat saham-saham bank yang belum memenuhi ketentuan free float kurang menarik, meski saat ini mereka sudah dalam proses pemenuhan aturan.

Fajar menghimbau agar investor mencermati fundamental dan rasio keuangan jika ingin masuk. Aksi korporasi yang dilakukan sekaligus untuk memenuhi free float dinilai tak lantas membuat prospek saham bank menarik.

"Suku bunga masih di level tinggi, sementara bank-bank kecil juga sedang mengalami tekanan dari sisi margin bunga, biaya dana tinggi, jadi sebaiknya wait and see dulu," rekomendasi Fajar.      

Selanjutnya: Dampak Serangan Hamas, Maskapai Amerika dan Eropa Tunda Penerbangan ke Israel

Terbaru